eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB

Review ZTE Blade V50 Design: Smartphone Kencang, Stylish, dan Harga Terjangkau!

Review ZTE Blade V50 Design: Smartphone Kencang, Stylish, dan Harga Terjangkau! - ZTE Blade V50 Design merupakan smartphone murah yang hadir di pasar Indonesia secara senyap tanpa banyak gembar-gembor. Smartphone yang memiliki nama lain ZTE Axon 50 Lite 4G ini mengunggulkan desainnya yang stylish dengan bentuk housing kamera yang cukup familiar karena sangat mirip dengan iPhone seri Pro.

Tak hanya mengandalkan desain yang menarik, smartphone ZTE Blade V50 Design ini juga didukung performa yang kompeten dengan sokongan SoC Unisoc T606 octa-core dikawinkan dengan RAM yang cukup lega di kelasnya, yakni 8GB. ZTE Blade V50 Design dibekali dengan layar sentuh 6,6 inci dengan resolusi full HD+. Smartphone ini dibekali baterai berkapasitas 5000mAh lengkap dengan fitur fast charge 22,5W, penasaran? Simak review ZTE Blade V50 Design oleh tim Laptophia kali ini!

Review ZTE Blade V50 Design: Smartphone Kencang, Stylish, dan Harga Terjangkau!

Paket Pembelian ZTE Blade V50 Design

Paket Pembelian ZTE Blade V50 Design

  • Unit ZTE Blade V50 Design 8GB/128GB Sunrise Violet
  • Kepala charger 22,5W
  • Kabel USB Type-C
  • SIM card ejector
  • Screen protector (terpasang di layar)
  • User guide
  • Kartu garansi
  • Silicon case

Desain ZTE Blade V50 Design

Desain ZTE Blade V50 Design

Desain ZTE Blade V50 Design

Sesuai namanya, sisi desain menjadi daya tarik utama pada review ZTE Blade V50 Design menurut tim Laptophia kali ini. Terlepas dari originalitas desainnya, smartphone ZTE Blade V50 Design ini tampil stylish. Bentuk housing kamera 'boba' ala iPhone yang khas dipadukan dengan casing belakang glossy yang terbuat dari kaca dipadukan dengan frame flat yang kekinian menimbulkan kesan premium. Tak heran, ZTE Blade V50 Design terlihat mewah dan jauh dari kesan murahan.

Casing belakang ZTE Blade V50 Design yang terbuat dari bahan kaca tersebut agak licin, sehingga lebih baik dipasang case. Frame flat yang diusungnya terbuat dari bahan plastik atau polikarbonat yang cukup tebal dan kokoh. Smartphone yang memiliki nama lain sebagai ZTE Axon 50 Lite 4G ini tersedia dalam dua varian warna dan unit yang Laptophia gunakan adalah varian warna Sunrise Violet.

Jika dilihat dari depan, ZTE Blade V50 Design ini tak jauh berbeda dengan smartphone Android pada umumnya dengan layar sentuh berponi pada bagian atasnya. Bezel layarnya memang terhitung agak tebal, sama seperti smartphone terjangkau lainnya. Ukuran bodinya tidak terlalu besar dan cukup tipis karena ketebalannya hanya 8,3mm. Secara umum, build quality ZTE Blade V50 Design ini bisa dikatakan kuat dan solid.

Desain ZTE Blade V50 Design

Desain ZTE Blade V50 Design

Desain ZTE Blade V50 Design

Desain ZTE Blade V50 Design

Baca juga:Review ZTE Blade A711, Smartphone 4G LTE dengan Casing Metal

Pada review ZTE Blade V50 Design kali ini, sisi depan terdapat lubang kamera depan, proximity sensor, light sensor, earpiece, LED flash depan, layar IPS HD+ berukuran 6,6 inci, tanpa kehadiran tombol kapasitif dibawah layar. ZTE Blade V50 Design besutan pabrikan Tiongkok ini sudah mengadopsi on-screen button.

Tak disebutkan adanya proteksi antigores seperti Gorilla Glass dan sejenisnya di ZTE Blade V50 Design, meski demikian smartphone ini dilengkapi screen protector yang terpasang dari pabrik. Laptophia merekomendasikan pemasangan tempered glass menggantikan screen protector bawaan.

Tombol power yang terintegrasi dengan sensor sidik jari dan volume rocker ditempatkan di sisi kanan ponsel ZTE Blade V50 Design ini. Sedangkan sisi kiri terdapat tray simcard yang berjenis triple-slot. Sisi atas ponsel dengan kamera 50MP bertenaga Unisoc T606 andalan ZTE ini tidak terdapat tombol atau port apapun.

Sedangkan bagian belakang ponsel ZTE Blade V50 Design ini terdapat tiga buah kamera yang tersusun dengan housing yang mirip dengan iPhone, LED flash, dan logo ZTE. Merek asal Tiongkok yang baru saja meluncurkan Nubia Neo 5G ini menempatkan port audio 3,5mm, port USB Type-C, speaker grill, dan microphone di sisi bawah ponsel.

Software ZTE Blade V50 Design

Software ZTE Blade V50 Design

Smartphone ZTE Blade V50 Design ini menggunakan sistem operasi Android 13 dengan balutan antarmuka MyOS 13. Selama menggunakan dan menguji pakai smartphone ZTE Blade V50 Design ini, Laptophia mendapat sekali update OTA (Over The Air). Security patch terakhir di ZTE Blade V50 Design saat artikel ini ditulis agak ketinggalan, yakni Agustus 2023. 

Sayangnya, Laptophia belum mendapat informasi apakah smartphone ini akan mendapat upgrade ke Android 14 di masa mendatang atau tidak. Selama ini track record ZTE ini memang agak 'malas' memberikan dukungan update pada lini smartphone-nya.

Tampilan antarmuka MyOS 13 yang digunakan oleh ZTE Blade V50 Design ini cenderung mirip atau sangat dekat dengan Android pure. Antarmukanya terdiri dari Lockscreen, Homescreen, dan masih menyediakan App drawer unruk menampilkan semua aplikasi yang sudah terinstal.

Dibalik tampilan antarmuka MyOS 13 yang sederhana, terdapat opsi kostumisasi yang cukup lengkap. Pengguna dapat mengatur wallpaper, widget, efek animasi transisi, themes, app icon, animation speed, color & shape, dan font.

MyOS 13 yang digunakan oleh ZTE Blade V50 Design ini dibekali fitur yang memadai, meski bukan yang paling lengkap di kelasnya. Beberapa fitur unggulannya antara lain Cleanup, Read Mode, Night Light, Dark Mode, Cutout Display, Screen recorder, gesture & motion, Scheduled on/off, Ultra Power-saver, dan sebagainya.

Software ZTE Blade V50 Design


Meski fitur MyOS 13 ini tak selengkap UI lain milik pesaingnya, tetapi tampilannya lebih clean dan simpel. Tak hanya itu, selama Laptophia menguji pakai ZTE Blade V50 Design, MyOS 13 tidak pernah menampilkan spam notifikasi atau iklan yang mengganggu. Dua hal ini biasanya cukup mengganggu dan dapat ditemui di smartphone pesaingnya.

Aplikasi bawaan yang sudah terinstal di MyOS 13 saat pertama kali Laptophia hidupkan adalah Google Apps, Asphalt Nitro 2, Booking.com, EtalaseApps, Facebook, MC: Rebel Guns, milov, Opera News, Puzzle Pets, Vidio, dan WPS Office. Jika tidak dibutuhkan, aplikasi pre-installed ini bisa di-uninstal.

Secara umum, MyOS 13 pada review ZTE Blade V50 Design ini menawarkan performa yang ringan, responsif, customizeable, dan bebas iklan. Sayangnya, fitur yang diusungnya memang tidak terlalu lengkap dan dukungan update OS maupun Android security patch masih dipertanyakan. 

Performa ZTE Blade V50 Design

Performa ZTE Blade V50 Design

Performa menjadi sektor yang cukup menarik dari review ZTE Blade V50 Design kali ini. Smartphone dengan kamera belakang berdesain boba ini ditenagai SoC (System on Chip) Unisoc Tiger T606 (12nm) yang mengusung prosesor octa-core 64-bit yang terdiri dari dual-core ARM Cortex-A75 1,6GHz dan hexa-core ARM Cortex-A55 1,6GHz dipadukan dengan memori RAM sebesar 8GB dan fitur Memory Fusion 8GB, serta diperkuat grafis mumpuni dari GPU (Graphics Processing Unit) Mali-G57 650MHz.

SoC Unisoc Tiger T606 yang diguankan oleh ZTE Blade V50 Design ini tergolong kencang, meski bukan yang paling kencang di kelasnya. Jika dibandingkan dengan pesaingnya yang rata-rata ditenagi Helio G85, performa Unisoc Tiger T606 ini sedikit di bawahnya berdasarkan benchmark yang Laptophia lakukan. Meski demikian, perbedaan performa tidak akan terasa untuk penggunaan sehari-hari.

Hasil benchmark yang Laptophia lakukan menunjukkan bahwa ZTE Blade V50 Design menyimpan potensi kinerja yang mantap untuk harga sejutaan. Skor AnTuTu v10-nya tembus 220 ribu poin yang membuatnya nyaman untuk komunikasi sehari-hari maupun gaming kasual.

Baca juga:Review Infinix Hot 30: Smartphone Sejutaan Tampil Mewah dengan Fitur Lengkap

Laptophia menggunakan ZTE Blade V50 Design sebagai perangkat kedua dan digunakan untuk menjalankan aplikasi sehari-hari seperti Facebook, Twitter, WhatsApp, edit foto melalui Snapseed, dan kadang mengedit video ringan menggunakan CapCut. Perpindahan menu, buka tutup aplikasi, dan animasi transisi berjalan dengan lancar dan responsif. Performa MyOS 13 yang diusungnya tergolong ringan dan RAM yang besar terasa sangat membantu saat menjalankan banyak aplikasi sekaligus.

ZTE Blade V50 Design sejak awal tidak didesain untuk gaming. Namun, bukan berarti smartphone ini tak dapat digunakan untuk memainkan game. Beberapa game populer seperti Mobile Legends: Bang Bang atau PUBG Mobile masih bisa dimainkan. Sedangkan untuk game berat seperti Genshin Impact masih belum memadai. Berikut ini hasil benchmark ZTE Blade V50 Design oleh tim Laptophia.

Benchmark ZTE Blade V50 Design

Benchmark ZTE Blade V50 Design
Device Info HW

Benchmark ZTE Blade V50 Design
Geekbench 6

Benchmark ZTE Blade V50 Design
AnTuTu v10

Benchmark ZTE Blade V50 Design
PCMark

Benchmark ZTE Blade V50 Design
3DMark

Benchmark ZTE Blade V50 Design
Basemark OS II

Benchmark ZTE Blade V50 Design
Androbench

Benchmark ZTE Blade V50 Design
Sensorbox for Android & Multitouch Tester

Review Kamera ZTE Blade V50 Design

Review Kamera ZTE Blade V50 Design

Tak hanya mengandalkan desain yang mewah, ZTE Blade V50 Design juga dipersenjatai dengan kemampuan fotografi yang kompetitif. Smartphone ini dibekali tiga kamera belakang dengan kamera utama resolusi 50 megapiksel dengan lensa aperture f/1.8 yang menggunakan sensor Samsung ISOCELL JN1 1/2.76 inci 0.64um piksel dengan fitur phase-detection autofokus ditandemkan lensa aperture f/1.8 dan LED flash yang mampu menangkap gambar jernih dan detail.

Kamera utama ZTE Blade V50 Design yang berkekuatan 50MP ini menggunakan sensor 'sejuta umat' Samsung ISOCELL JN1 ini menggunakan teknologi Tetrapixel atau Quad bayer yang menggabungkan empat piksel menjadi sebuah piksel berukuran besar, sehinggga secara default, ponsel ZTE Blade V50 Design menghasilkan foto dengan resolusi 12,5MP.

Sedangkan kamera kedua di smartphone ZTE Blade V50 Design berkekuatan berkekuatan 2 megapiksel dengan lensa aperture f/2.4 berfungsi sebagai depth sensor untuk menghasilkan foto porrait. Sedangkan kamera ketiganya berkekuatan 2 megapiksel dengan lensa aperture f/2.4 dedicated macro. 

Kamera depan ZTE Blade V50 Design ini cukup memadai dengan dukungan kamera depan berkekuatan 8 megapiksel dengan sensor BSI CMOS yang ditandemkan lensa aperture f/2.0 fixed focus lengkap dengan dual LED flash yang guna memuaskan hasrat foto selfie atau melakukan video call. Baik kamera depan maupun kamera belakang ZTE Blade V50 Design dapat merekam video full HD 1080p @30 fps.

Review Kamera ZTE Blade V50 Design

ZTE Blade V50 Design ini dibekali dengan aplikasi kamera dengan antarmuka yang cukup udah digunakan dan tak jauh beda dengan smartphone lainnya. Laptophia dapat mengakses Setting kamera, pengaturan filter, HDR, LED flash, dan shortcut Google Lens melalui deretan ikon pada bagian atas.

Sementara pada bagian bawah terdapat beberapa mode yang dapat dipilih dengan cara swipe ke kanan atau ke kiri, serta pilih More untuk menampilkan semua mode yang tersedia. Kamera ZTE Blade V50 Design ini dibekali dengan opsi untuk berganti lensa dari 1x (wide) dan 2x (digital zoom).

Baca juga:Review Infinix Hot 20 5G: Smartphone 5G Murah Fitur Lengkap, Masih Memadai di 2023?

Beberapa mode yang disediakan kamera ZTE Blade V50 Design antara lain Video, Capture, Portrait, Pro, Panorama, Refocus, Time Lapse, QR Code, 50M, Macro, dan Night. Mode Pro yang disediakan oleh kamera ZTE Blade V50 Design ini cukup lengkap dan memungkinkan untuk mengatur parameter teknis seperti White Balance, EV, ISO (hingga 10000), Shutter Speed (hingga 1/5s), fokus distance, Metering Exposure. Contrast, dan Saturation.

Review Kamera ZTE Blade V50 Design

Lalu sehebat apa performa fotografi ZTE Blade V50 Design yang dibekali kamera 'boba' ini? Laptophia menjajalnya untuk memotret saat siang hari dengan kondisi cahaya yang melimpah. Hasil foto kamera utamanya tampaknya masih perlu ditingkatkan dan dioptimalkan lagi. Foto yang dihasilkan memang cukup detail, tetapi kadang terlihat overshapening dan saturasi warnanya tidak konsisten, serta kadang terlihat kurang hidup.

Ketika foto di-zoom, terlihat bahwa hasil jepretan ZTE Blade V50 Design menampilkan noise yang lumayan. Padahal kondisi cahayanya melimpah saat memotret. Dynamic range secara default kurang wide dan ketika megaktifkan HDR, kadang fotonya malah terlihat kurang natural.

Saat menggunakan mode portrait, performa kamera utama ZTE Blade V50 Design masih kurang memuaskan untuk kelas harganya. Separasi antara background dan subyek tidak rapi dan bahkan sering terjadi salah deteksi dan beberapa bagian dari subyek ikut di-blur. Hal semacam ini seharusnya masih bisa diperbaiki melalui optimasi dan update perangkat lunak.

Hal yang menarik sekaligus aneh dari review ZTE Blade V50 Design adalah performa kamera utamanya untuk foto macro yang ternyata cukup baik dan bisa diandalkan. Beberapa sampel foto macro yang dihasilkan ZTE Blade V50 Design ini kayak akan detail, warna yang punchy, dan fokus yang akurat. Kecepatan autofokusnya juga tergolong responsif. 

Saat malam hari atau low-light, kamera utama ZTE Blade V50 Design ini tampaknya kurang bisa diandalkan. Kecepatan autofokusnya melambat dan seringkali kamera kesulitan mengunci fokus. Hal ini membuat foto malam hari rawan blur atau tidak fokus. Hasil foto low-light-nya tak jauh berbeda dengan kebanyakan smartphone sejutaan yang menampilkan cukup banyak noise, detail yang kurang, dan saturasi warna agak pudar.

Kamera ZTE Blade V50 Design ini dibekali mode Night. Saat Laptophia menjajalnya, ternyata hasil fotonya tak banyak mengalami peningkatan detail, saturasi warna atau kualitas secara umum. LED flash bawaan smartphone ini cukupp terang dan dapat diandalkan saat kondisi gelap.

Hal yang mengejutkan dari review kamera ZTE Blade V50 Design malah justru kamera depannya. Smartphone ini memang cuma dibekali dengan kamera depan 8 megapiksel saja, tetapi mampu menghasilkan detail yang baik, tone warna yang memuaskan, dan dynamic range yang cukup baik. Mode portrait kamera depannya pun cukup baik menurut Laptophia.

Hasil Foto Kamera ZTE Blade V50 Design

Hasil Foto Kamera ZTE Blade V50 Design

Hasil Foto Kamera ZTE Blade V50 Design

Hasil Foto Kamera ZTE Blade V50 Design

Hasil Foto Kamera ZTE Blade V50 Design

Hasil Foto Kamera ZTE Blade V50 Design

Hasil Foto Kamera ZTE Blade V50 Design

Foto siang hari

Hasil Foto Kamera ZTE Blade V50 Design

Hasil Foto Kamera ZTE Blade V50 Design

Hasil Foto Kamera ZTE Blade V50 Design

Foto mode portrait

Hasil Foto Kamera ZTE Blade V50 Design

Hasil Foto Kamera ZTE Blade V50 Design

Hasil Foto Kamera ZTE Blade V50 Design

Hasil Foto Kamera ZTE Blade V50 Design

Hasil Foto Kamera ZTE Blade V50 Design

Hasil Foto Kamera ZTE Blade V50 Design

Foto macro

Hasil Foto Kamera ZTE Blade V50 Design

Hasil Foto Kamera ZTE Blade V50 Design

Hasil Foto Kamera ZTE Blade V50 Design

Hasil Foto Kamera ZTE Blade V50 Design

Hasil Foto Kamera ZTE Blade V50 Design

Foto malam hari

Hasil Foto Kamera ZTE Blade V50 Design
Night mode off

Hasil Foto Kamera ZTE Blade V50 Design
Night mode on

Hasil Foto Kamera ZTE Blade V50 Design

Hasil Foto Kamera ZTE Blade V50 Design

Hasil Foto Kamera ZTE Blade V50 Design

Foto dengan LED flash

Hasil Foto Kamera Depan ZTE Blade V50 Design

Hasil Foto Kamera Depan ZTE Blade V50 Design

Hasil Foto Kamera Depan ZTE Blade V50 Design

Foto selfie

Hasil Foto Kamera Depan ZTE Blade V50 Design

Hasil Foto Kamera Depan ZTE Blade V50 Design

Foto selfie mode portrait

Review ZTE Blade V50 Design

Review ZTE Blade V50 Design


Layar

Berbeda dengan pesaing terdekatnya yang rata-rata masih dibekali layar resolusi HD+, ZTE Blade V50 Design hadir dengan layar sentuh 6,6 inci dengan resolusi full HD+. Tak heran, layarnya mampu menampilkan gambar yang lebih padat dan tajam. Saturasi warna layarnya secara default memang agak kurang 'hidup', tetapi sudah memadai untuk menikmati konten multimedia.Respons touchscreen ZTE Blade V50 Design tergolong gegas dan viewing angle-nya luas. 

Sayangnya, brightness yang dihasilkan agak kurang, sehingga performanya di bawah sinar matahari atau outdoor kurang bisa diandalkan. Layar ZTE Blade V50 Design memang hanya dibekali refresh rate standar 60Hz, tetapi smartphone ini menyediakan opsi untuk meningkatkan refresh rate hingga 90Hz dengan konsekuensi resolusinya turun menjadi HD+ saja. Laptophia sendiri lebih menyukai mode full HD+ 60Hz, lebih nyaman di mata.

Audio

ZTE Blade V50 Design hanya dibekali dengan sebuah speaker mono yang menghadap ke bawah. Ini bisa dimaklumi mengingat harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau. Suara yang dihasilkan cukup nyaring. Akan tetapi ketika volume dimaksimalkan, suaranya agak terdistorsi dan kurang nyaman di telinga. Laptophia menyarankan volume maksimal 85% saja.

Kualitas suara yang dihasilkan ZTE Blade V50 Design ini tergolong lumayan dan memang tidak istimewa. Karakter suaranya agak tebal dan tidak cempreng, tetapi didominasi oleh treble dan mid. Tim Laptophia menjajal ZTE Blade V50 Design untuk mendengarkan musik menggunakan headset Hi Res dari Philips TX2 dan Senfer DT6 Pro dan hasilnya cukup memuaskan.

baca juga:Review Tecno Spark 10C NFC, Smartphone Terbaik Harga Sejutaan?

Memori

ZTE Blade V50 Design

Smartphone stylish dengan casing belakang kaca ZTE Blade V50 Design tersedia dalam satu varian, yakni RAM 8GB dan memori internal 128GB eMMC 5.1. Unit yang Laptophia ulas ini menyisakan memori internal sekitar 104.75GB saat pertama kali dihidupkan dengan free RAM berkisar 5GB – 5,3GB. Smartohone andalan ZTE ini telah mendukung fitur USB OTG melalui port USB Type-C yang diusungnya, serta dilengkapi dengan slot microSD.

Fitur

ZTE Blade V50 Design ini sudah dilengkapi fitur keamanan sensor sidik jari yang terletak di samping ponsel yang terintegrasi dengan tombol power. Performa sensor sidik jarinya bisa diandalkan, akurat, dan jarang terjadi error. Agak disayangkan, ZTE Blade V50 Design ini tak dibekali dengan fitur NFC yang berguna bagi masyarakat perkotaan.

Baterai

Sektor stamina atau daya tahan baterai, ZTE Blade V50 Design ini tampaknya tidak istimewa. Smartphone berdesain mirip iPhone ini dibekali baterai berkapasitas 5000mAh. Selama dua minggu menjajal smartphone ini, rata-rata baterai ZTE Blade V50 Design bertahan hingga seharian penuh dengan penggunaan sosial media intensif dan non-gaming.

ZTE Blade V50 Design ini memang dibekali dengan fitur fast charge yang di atas kertas cukup menarik, yakni dayanya mencapai 22.5W. Namun, performa fast charge-nya masih belum sesuai harapan tim Laptophia. Smartphone andalan ZTE ini masih membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk mengisi daya dari 10% hingga penuh.

Kesimpulan

Secara umum, ZTE Blade V50 Design ini merupakan smartphone murah yang menarik dan stylish, meski desainnya bisa dikatakan tidak original. Performanya kencang dan memadai untuk kebutuhan komunikasi sehari-hari, gaming kasual, dan sosial media. Layarnya sudah full HD+ yang lebih tajam dari pesaingnya yang rata-rata masih HD+.

Bagi yang membutuhkan kemampuan fotgrafi yang kompeten, ZTE Blade V50 Design ini bukan pilihan yang tepat karena performa kameranya untuk foto maupun video masih perlu ditingkatkan lagi. MyOS 13 yang diusungnya cukup ringan dan mirip dengan Android pure, tetapi dukungan update-nya masih dipertanyakan. Terlepas dari kekurangannya, ZTE Blade V50 Design adalah smartphone sejutaan yang stylish dan layak diperhitungkan.

Kelebihan ZTE Blade V50 Design

  • Desain stylish dengan casing belakang kaca
  • Build quality solid
  • Layar full HD+ dengan kualitas baik
  • Performa kencang dengan RAM 8GB
  • Haga terjangkau

Kekurangan ZTE Blade V50 Design

  • Fast charge tidak terlalu cepat
  • Dukungan update OS masih tanda tanya
  • Kualitas kamera untuk foto dan video perlu ditingkatkan

Harga ZTE Blade V50 Design

Harga smartphone ZTE Blade V50 Design RAM 8GB ROM 128GB terbaru di Indonesia berdasarkan informasi yang Laptophia himpun adalah Rp 1.599.000. Berdasarkan review ZTE Blade V50 Design oleh tim Laptophia di atas, smartphone ini cukup layak dipertimbangkan dengan desain stylish, performa kencang, dan harga yang kompetitif.

Anda dapat cek harga dan promo terbaru smartphone ZTE Blade V50 Design di Sini (Klik) atau di Shopee (Klik)

Spesifikasi ZTE Blade V50 Design

  • Sistem Operasi Android 13 dengan antarmuka MyOS 13
  • Chipset Unisoc Tiger T606 dengan prosesor octa-core yang terdiri dari dual-core ARM Cortex-A75 1,6GHz dan hexa-core ARM Cortex-A55 1,6GHz
  • Grafis Mali-G57 650Mhz
  • Triple kamera dengan kamera utama belakang 50 megapiksel, sensor Samsung ISOCELL JN1 1/2.76 inci 0.64um piksel, phase-detection autofokus, lensa aperture f/1.8, dengan dilengkapi LED flash + 2 megapiksel (depth sensor) lensa aperture f/2.4 + 2 megapiksel (dedicated macro) lensa aperture f/2.4
  • Kamera depan 8 megapiksel, sensor BSI CMOS, lensa aperture f/2.0 fixed focus
  • Layar sentuh Waterdrop Display 6,6 inci 2.5D aspek rasio 20:9, dengan resolusi Full HD+ 1080 x 2408 pixels, kerapatan 400 ppi (pixel per inch), refresh rate 90Hz, 16 juta warna, panel IPS LCD
  • Memori RAM 8GB, ROM 128GB dilengkapi slot microSD maksimal 256GB (dedicated slot)
  • WiFi, Bluetooth, port USB Type-C, 3.5mm audio jack, FM Radio, GPS, Dual SIM, USB OTG, fingerprint sensor (side mounted)
  • GSM / 3G HSPA / 4G LTE
  • Dimensi 169.96 x 76.1 x 8.3 mm dengan berat 182 gram
  • Baterai 5000mAh non-removable, fast charge 22,5W
  • Warna Diamond Black dan Sunrise Violet

*review ini menggunakan unit yang dibeli sendiri oleh tim Laptophia, bukan sponsor/seeding

Anda mungkin suka:Review Xiaomi 12, Apakah Masih Layak Beli Sekarang?
Related Posts
Ditya Pandu
Penikmat teknologi.

Related Posts

6 komentar

  1. Desain okelah... walau niru, bisa dimaklumi. Tapi kameranya kurang oke

    BalasHapus
    Balasan
    1. ZTE emang suka gitu, kameranya kureng manteppp

      Hapus
  2. Beneran mirip iphone ya... Mayanlah ini jadi iPhone versi BPJS 🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah niru lumayan plek ketiplek ini sih wkwkwk

      Hapus
  3. Build quality nya kayaknya oke ya nih hape... Sayangnya, nggak dikasi NFC 🥲

    BalasHapus
    Balasan
    1. Build quality mantap untuk harga segini. NFC? Nggak ada di hape ini

      Hapus