eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB
Bookmark

AMD Gandeng Samsung, Siapkan HBM4 dan CPU EPYC Venice untuk Dominasi AI Tahun 2026!

AMD Gandeng Samsung, Siapkan HBM4 dan CPU EPYC Venice untuk Dominasi AI Tahun 2026! - Perang komputasi AI (Artificial Intelligence) memasuki babak baru yang lebih ekstrem. Bukan lagi sekadar adu kencang prosesor, kini pertarungan bergeser ke arah bandwidth memori. Menyadari hal ini, dua raksasa teknologi, Samsung Electronics dan AMD, resmi mengumumkan perluasan kolaborasi strategis mereka untuk menghadirkan solusi memori AI generasi berikutnya.

Bertempat di kompleks manufaktur chip tercanggih Samsung di Pyeongtaek, Korea Selatan, Dr. Lisa Su (CEO AMD) dan Young Hyun Jun (CEO Samsung Electronics) menandatangani kesepakatan (MOU) yang akan mengubah peta jalan infrastruktur AI global di tahun 2026 ini.

AMD Gandeng Samsung, Siapkan HBM4 dan CPU EPYC Venice untuk Dominasi AI Tahun 2026!


Fokus Utama: HBM4 untuk Monster GPU "Instinct MI455X"

Poin paling krusial dari kolaborasi ini adalah pasokan HBM4 (High Bandwidth Memory 4) Samsung yang akan menjadi "jantung" bagi akselerator AI terbaru AMD, yakni Instinct MI455X GPU.

Baca juga:Tutorial Pakai Quick Share: Cara Kirim File Kilat di Android Tanpa Ribet

Mengapa HBM4 ini begitu spesial? Berikut adalah spesifikasi teknis "ngeri" yang dibawa Samsung:

  • Arsitektur: Dibangun di atas proses DRAM kelas 10nm generasi ke-6 (1c) yang paling canggih.
  • Logic Die: Menggunakan logic base die 4nm untuk efisiensi termal dan performa maksimal.
  • Kecepatan: Mampu menembus angka 13 Gbps (Gigabits per second).
  • Bandwidth: Mencapai total 3,3 TB/s (Terabytes per second). Angka ini jauh melampaui standar industri saat ini!

Dengan performa tersebut, GPU MI455X diharapkan menjadi solusi paling optimal untuk pelatihan model AI raksasa dan inferensi skala besar pada platform AMD Helios.

Sambut CPU EPYC Generasi ke-6 "Venice"

Tak hanya soal GPU, kolaborasi ini juga menyentuh lini prosesor server. Samsung akan menyediakan solusi DRAM canggih dan DDR5 berperforma tinggi yang dioptimalkan khusus untuk AMD EPYC Generasi ke-6 dengan kode nama "Venice".

Integrasi ini sangat penting karena seiring dengan meningkatnya jumlah core pada CPU AMD EPYC Venice, kebutuhan akan memory bandwidth dan efisiensi daya menjadi sangat kritis agar tidak terjadi bottleneck pada sistem data center.

Sinyal Kerjasama Foundry: AMD Bakal "Pindah" ke Samsung?

Ada satu hal menarik yang terselip dalam pengumuman ini. Samsung dan AMD juga mulai mendiskusikan peluang kemitraan Foundry. Artinya, ada kemungkinan besar produk-produk AMD masa depan tidak hanya didesain oleh AMD, tetapi juga diproduksi langsung oleh pabrik Samsung menggunakan proses fabrikasi mutakhir mereka.

Langkah ini tentu akan memperkuat posisi Samsung sebagai penyedia layanan turnkey—mulai dari memori, proses produksi chip (foundry), hingga pengemasan (advanced packaging)—yang sulit ditandingi oleh kompetitor lain.

Visi Dua Pemimpin Teknologi

Dr. Lisa Su, Chair and CEO AMD, menekankan bahwa integrasi dari level silikon, sistem, hingga rak (rack-scale) sangat penting untuk mempercepat inovasi AI. Sementara itu, Young Hyun Jun dari Samsung menegaskan komitmennya untuk mendukung peta jalan AI AMD yang terus berkembang dengan kapabilitas unrivaled turnkey milik Samsung.

Sebagai informasi, Samsung dan AMD telah bermitra selama hampir dua dekade. Samsung sebelumnya juga merupakan mitra utama untuk memori HBM3E yang digunakan pada akselerator AMD Instinct MI350X dan MI355X.

Menurut pembaca Laptophia, apakah duet HBM4 Samsung dan GPU MI455X AMD ini mampu menumbangkan dominasi NVIDIA di pasar AI tahun ini? Tulis pendapat teknis kalian di kolom komentar!

Anda mungkin suka:Hands On Tecno Pova 7 5G: HP Gaming Futuristik Bertenaga Dimensity 7300 Termurah?
0

Posting Komentar