eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB
Bookmark

AMD Siapkan Helios untuk Sambut Era AI Agenik 2026: Saat AI Mulai Berpikir dan Bertindak Layaknya Manusia

AMD Siapkan Helios untuk Sambut Era AI Agenik 2026: Saat AI Mulai Berpikir dan Bertindak Layaknya Manusia - Dunia sedang berada di ambang revolusi besar kedua dalam sejarah kecerdasan buatan. Jika tahun-tahun sebelumnya kita terpukau oleh AI generatif yang bisa menjawab pertanyaan (pasif), tahun 2026 menjadi titik balik menuju AI Agenik—sistem pintar yang tidak hanya bicara, tapi juga bernalar, merencanakan, dan mengambil tindakan nyata.

Namun, pertanyaannya: Apakah infrastruktur teknologi kita sudah siap menampung "miliaran pengguna virtual" baru ini? AMD memberikan jawabannya melalui strategi infrastruktur terbuka dan desain masa depan bertajuk "Helios".

AMD Siapkan Helios untuk Sambut Era AI Agenik 2026: Saat AI Mulai Berpikir dan Bertindak Layaknya Manusia


"Di era AI berbasis agen, desain sistem heterogen menjadi sangat penting. Infrastruktur AI harus melampaui komputasi mentah – infrastruktur tersebut harus mengintegrasikan CPU, GPU, jaringan, dan memori secara fleksibel dan terukur. Sistem yang dibangun dengan cara ini dapat memberikan kecepatan, koordinasi, dan throughput yang dibutuhkan untuk mendukung interaksi real-time yang cepat dari miliaran agen cerdas." 

"Seiring dengan meningkatnya adopsi, optimasi tingkat rak di mana komputasi, penyimpanan, dan jaringan dirancang bersama secara erat akan menjadi kunci untuk menghadirkan gelombang kinerja dan efisiensi berikutnya. Hal yang sama pentingnya adalah keterbukaan di tingkat perangkat keras dan sistem. Seiring dengan evolusi komputasi AI menuju penyebaran heterogen skala besar, arsitektur skala rak menjadi fundamental," kata Alexey Navolokin, General Manager, APAC, AMD

Baca juga:Si Kecil Cabe Rawit! AMD Ryzen AI Halo Resmi Meluncur: Mini-PC Workstation dengan RAM 128GB untuk Developer AI

Apa Itu AI Agenik dan Mengapa Ini Berbeda?

Berbeda dengan model AI tradisional, AI agenik bekerja seperti asisten pribadi yang proaktif.

AI Tradisional: Anda bertanya tentang rekomendasi tiket pesawat, ia memberi daftar harga.

AI Agenik: Anda bilang ingin liburan, ia akan memesan tiket, memperbarui kalender, mengirim pengingat ke rekan kerja, hingga menyesuaikan jadwal jika cuaca buruk—semuanya tanpa perlu Anda instruksikan langkah demi langkah.

Lompatan ini membutuhkan daya komputasi yang jauh lebih masif karena melibatkan proses penalaran (reasoning) dan adaptasi terus-menerus.

Bukan Cuma GPU: Pentingnya Sistem Heterogen

Selama ini, GPU sering dianggap sebagai "pemeran utama" dalam dunia AI. Namun, AMD menegaskan bahwa di era AI agenik, CPU sama pentingnya dengan GPU. > "Infrastruktur AI harus melampaui komputasi mentah—ia harus mengintegrasikan CPU, GPU, jaringan, dan memori secara fleksibel," kata Alexey Navolokin, General Manager APAC AMD. 

CPU bertugas sebagai pengatur lalu lintas data, manajemen memori, dan koordinasi beban kerja GPU. Prosesor seperti AMD EPYC 9005 Series terbukti mampu menjalankan banyak beban kerja AI—seperti deteksi penipuan dan sistem rekomendasi—secara efisien tanpa harus selalu bergantung pada GPU yang mahal dan langka.

Keterbukaan: Kunci Kedaulatan Digital

AMD sangat menekankan pentingnya ekosistem terbuka. Ekosistem tertutup berisiko menjebak perusahaan atau negara pada satu vendor tertentu (vendor lock-in), yang pada akhirnya menghambat inovasi.

Melalui AMD ROCm™ (software open-source), pengembang memiliki kebebasan untuk membangun model AI di berbagai perangkat keras. Selain itu, kolaborasi global seperti UALink dan Ultra Ethernet Consortium (UEC) sedang merancang standar jaringan generasi berikutnya agar pergerakan data antar server AI bisa berjalan dengan latensi rendah dan throughput tinggi.

Menatap Masa Depan: Desain "Helios" 2026

Menjawab tantangan infrastruktur ini, AMD meluncurkan "Helios" di tahun 2026. Helios adalah desain referensi skala rak generasi terbaru yang menyatukan komputasi performa tinggi, software terbuka, dan arsitektur yang dapat diskalakan. Ini dirancang khusus untuk memenuhi tuntutan AI agenik yang kompleks dan real-time.

Mengapa Strategi AMD Ini Berita Bagus untuk Indonesia?

Laptophia menilai bahwa pendekatan AMD yang mengedepankan keterbukaan (open-source) adalah angin segar bagi lanskap teknologi di Indonesia. Di tahun 2026, ketergantungan pada satu vendor perangkat keras tertentu bisa menjadi bumerang bagi perusahaan lokal dan instansi pemerintah karena masalah biaya dan fleksibilitas.

Kami sangat mendukung visi AMD yang tidak "mendewakan" GPU semata. Dengan mengoptimalkan CPU seperti seri EPYC, perusahaan menengah pun kini bisa mengadopsi teknologi AI tanpa harus menguras anggaran untuk membeli GPU high-end yang suplainya seringkali rebutan di pasar global. 

Strategi "Helios" memberikan fondasi yang rasional: AI harus bisa diakses secara luas, hemat energi, dan yang terpenting, tidak terkunci dalam sistem tertutup. Ini adalah langkah nyata menuju kedaulatan AI yang lebih inklusif.

Anda mungkin suka:AMD Luncurkan Ryzen AI 400 dan PRO 400 Series di CES 2026: NPU 60 TOPS dan Arsitektur Zen 5
Posting Komentar

Posting Komentar