eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB

Hands On dan Unboxing Xiaomi Redmi 13C, Ternyata Seperti Ini...

Hands On dan Unboxing Xiaomi Redmi 13C, Ternyata Seperti Ini... - Di tengah gempuran smartphone murah dari Transsion Group, Xiaomi Indonesia pun bereaksi dengan menghadirkan Redmi 13C untuk bersaing di segmen entry-level dengan harga sejutaan. Hal yang menarik dari Xiaomi Redmi 13C ini adalah sudah dilengkapi dengan fitur NFC yang berguna bagi warga perkotaan yang sering bergelut dengan transaksi cashless atau menggunakan e-money.

meski dijual dengan harga sejutaan, Xiaomi Redmi 13C ini cukup menarik karena dipersenjatai dengan SoC MediaTek Helio G85 octa-core yang ditandemkan dengan RAM 6GB atau 8GB. Tak cukup sampai di situ, Xiaomi Redmi 13C ini juga didukung baterai berkapasitas 5000mAh lengkap dengan fitur fast charge 18W. Tim Laptophia cukup penasaran dengan smartphone ini dan memutuskan untuk membeli satu unit Xiaomi Redmi 13C agar dapat diulas. Penasaran dengan impresi awalnya? 

Hands On dan Unboxing Xiaomi Redmi 13C, Ternyata Seperti Ini...


Paket Penjualan Xiaomi Redmi 13C

Paket Penjualan Xiaomi Redmi 13C

  • Unit Xiaomi Redmi 13C 6GB/128GB Clover Green
  • Kepala charger 10W
  • Kabel USB Type-C
  • SIM card ejector
  • User guide
  • Kartu garansi

Hands On Xiaomi Redmi 13C

Hands On Xiaomi Redmi 13C

Tim Laptophia membeli smartphone Xiaomi Redmi 13C saat promo akhir tahun 2023 di e-commerce yang menggunakan jargon 'Pengiriman Cepat, Gratis Ongkir'. Butuh waktu sekitar 4 haru untuk Xiaomi Redmi 13C untuk sampai dengan selamat di markas Laptophia. Berbeda dengan kebanyakan smartphone Xiaomi lainnya yang biasanya menggunakan boks berwarna putih, Redmi 13C hadir dengan desain baru dengan dominasi warna merah yang dihiasi aksen warna putih.

Setelah melakukan unboxing, Laptophia baru menyadari bahwa ada beberapa paket penjualan standar Xiaomi absen di Redmi 13C, apa itu? Screen protector dan softcase. Harga Xiaomi Redmi 13C yang sangat terjangkau tampaknya membuat Xiaomi menghilangkan komponen yang biasanya ada di paket penjualan smartphone andalannya. 

Untungnya, smartphone ini masih dibekali charger 10W dalam paket pembeliannya, meski sebenarnya Redmi 13C mendukung fast charge 18W. Ini artinya, pengguna harus membeli charger dengan daya 18W untuk memanfaatkan fitur fast charge yang dimiliki Xiaomi Redmi 13C. Desain fisik Xiaomi Redmi 13C ini cukup menarik dengan dekorasi housing kamera minimalis dipadukan frame flat, serta sudut yang rounded.

Baca juga:Review Oraimo FreePods 4: TWS dengan Fitur ANC Termurah

Sisi depan smartphone Xiaomi Redmi 13C ini terdapat proximity sensor, ambient light sensor, earpiece, kamera depan, dan layar berponi dengan teknologi IPS dengan resolusi HD+ berukuran 6,7 inci.

Layar smartphone Xiaomi Redmi Redmi 13C ini cukup tangguh dengan kaca antigores dari Corning Gorilla Glass, tetapi tak dilengkapi denga screenguard bawaan pabrik. Oleh karena itu, Laptophia menganjurkan pemasangan tempered glass tambahan guna meminimalisir risiko layar pecah saat terjatuh.

Tombol volume rocker dan tombol power yang terintegrasi dengan fingerprint sensor ditempatkan di sisi kanan ponsel Xiaomi Redmi 13C ini. Selain itu, terdapat tray slot SIM dan microSD (triple slot) pada sisi kiri ponsel. Sisi atas ponsel Xiaomi Redmi 13C ini terdapat port audio 3,5mm.

Sedangkan bagian belakang ponsel Xiaomi Redmi 13C ini terdapat tiga kamera atau triple camera, LED flash, dan logo Redmi pada bagian kiri bawah. Merek asal Tiongkok yang baru saja memperkenalkan Xiaomi 13T ini menempatkan port USB Type-C, speaker grill, dan microphone di sisi bawah ponsel.

Impresi Awal Xiaomi Redmi 13C

Impresi Awal Xiaomi Redmi 13C

Desain Xiaomi Redmi 13C ini memang cukup keren untuk sebuah smartphone dengan harga sejutaan, tetapi build quality-nya masih belum mengalahkan ZTE Blade V50 Design yang lebih dulu Laptophia ulas. Casing belakang Xiaomi Redmi 13C menggunakan material polikarbonat mirip kaca matte, tetapi finishingnya glossy, sehingga agak licin ketika tangan basah atau berkeringat. Redmi 13C juga sudah menggunakan frame flat yang modern, tetapi terasa kurang nyaman ketika digenggam jika dihandingkan frame melengkung.

Layar Xiaomi Redmi 13C ini ukurannya cukup besar dengan bezel yang cukup tebal pula. Resolusinya memang cuma HD+ dengan teknologi IPS dan ini sebenarnya cukup standar di kelasnya. Kualitas layarnya tergolong rata-rata dengan saturasi warna yang cukup baik, tetapi terlihat kurang padat. Respon touchscreen-nya cukup gegas dan tidak terasa delay.

Soal performa, Xiaomi Redmi 13C ini memang menawarkan peningkatan signifikan dari pendahulunya. SoC MediaTek Helio G85 yang digunakannya memang tergolong cukup berumur, tetapi performanya masih cukup nyaman untuk kebutuhan komunikasi sehari-hari dan gaming kasual. Selama seminggu lebih menjajal Xiaomi Redmi 13C, performanya tidak terlalu gegas. Perpindahan aplikasi ketika menjalankan banyak aplikasi terasa kurang smooth.

Kamera utama Xiaomi Redmi 13C yang berkekuatan 50 megapiksel ini tampaknya menawarkan kualitas yang bersaing di kelas entry-level. Laptophia menjajal kameranya untuk memotret selama seminggu terakhir ini dan hasilnya cukup baik dan bisa diandalkan, meski bukan yang terbaik di kelas harganya. Penasaran? Tunggu review lengkap Xiaomi Redmi 13C di Laptophia!

Review Xiaomi Redmi 13C

Video Unboxing Xiaomi Redmi 13C



Harga Xiaomi Redmi 13C

Harga smartphone Xiaomi Redmi 13C RAM 6GB ROM 128GB terbaru di Indonesia berdasarkan informasi yang Laptophia terima dari rilis resmi Xiaomi adalah Rp 1.499.000. Adapun varian Xiaomi Redmi 13C dengan RAM 8GB ROM 256GB dengan harga Rp 1.799.000. Berdasarkan hands on dan unboxing  yang telah Laptophia lakukan, impresi awal smartphone ini cukup menarik dengan build quality yang solid.

Anda dapat cek harga dan promo terbaru Xiaomi Redmi 13C di Sini (Klik) atau di Shopee (Klik)

Spesifikasi Xiaomi Redmi 13C

  • Sistem Operasi Android 13 dengan antarmuka MIUI 14
  • Chipset MediaTek Helio G85 dengan prosesor octa-core yang terdiri dari dual-core ARM Cortex-A75 2GHz dan hexa-core ARM Cortex-A55 1,8GHz
  • Grafis Mali-G52 2EEMC2 1GHz
  • Triple kamera belakang dengan kamera utama 50 megapiksel, sensor Samsung ISOCELL JN1 1/2.76 inci 0.64um piksel, lensa 28mm aperture f/1.8, phase-detection autofokus dengan dilengkapi LED flash + 2 megapiksel (dedicated macro) lensa aperture f/2.4 + 0,08 megapiksel dengan lensa f/2.4 (depth sensor)
  • Kamera depan 8 megapiksel, sensor BSI CMOS, lensa aperture f/2.0, fixed focus
  • Layar sentuh berponi Dot Drop Display 6,74 inci 2.5D, dengan resolusi HD+ 720 x 1600 pixels, kerapatan 260 ppi (pixel per inch), refresh rate 90Hz, 16 juta warna, panel IPS, Corning Gorilla Glass
  • Memori RAM 6GB atau 8GB LPDDR4X, ROM 128GB atau 256GB eMMC 5.1, dilengkapi slot microSD max 1TB (dedicated slot)
  • WiFi, Bluetooth, port USB Type-C, 3.5mm audio jack, GPS, Dual SIM, fingerprint sensor (side mounted), face unlock, NFC
  • GSM / 3G HSPA / 4G LTE
  • Dimensi 168 x 78 x 8.1 mm dengan berat 192 gram
  • Baterai 5000mAh non-removable, fast charge 18W
  • Warna Midnight Black, Glacier White, dan Clover Green
Anda mungkin suka:Review Samsung Galaxy A05: Smartphone Murah dengan Desain Stylish
Related Posts
Laptophia Blog
Suka review laptop dan gadget. Note: Kami hanya mengulas, tidak melayani jual beli unit. Kami tidak menjadi seller atau buka toko di e-commerce mana pun dan tidak bertanggung jawab atas transaksi di e-commerce mana pun yang mengatasnamakan Laptophia.

Ikuti berita dan review terbaru Laptophia di Google News

Related Posts

Posting Komentar