eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB

Riset Mekari SMB Pulse Index: 73% UMKM yang Gunakan Solusi Digital Tumbuh Selama Pandemi

Riset Mekari SMB Pulse Index: 73% UMKM yang Gunakan Solusi Digital Tumbuh Selama Pandemi - Mekari umumkan tiga tren terkait teknologi memperkuat resiliensi UMKM, Jakarta, Kamis (11/8/2022). Teknologi digital akan terus menjadi kunci pertumbuhan UMKM di tengah  pemulihan Indonesia yang kini dibayangi oleh gejolak-gejolak ekonomi yang baru, menemukan tiga  tren terkait peran teknologi dalam memperkuat resiliensi UMKM Riset SMB Pulse  Index oleh Mekari, perusahaan Software-as-a-Service (SaaS) terdepan di Indonesia untuk menjaga pertumbuhan bisnis di  tengah tantangan pandemi. 

“Sebagai perusahaan SaaS, kami berkomitmen untuk memperkuat pertumbuhan bisnis segala ukuran,  termasuk UMKM. Sebab itu, kami melakukan riset SMB Pulse Index untuk memperlihatkan bahwa  transformasi digital menguatkan resiliensi UMKM dalam menghadapi gejolak pasar." 

Riset Mekari SMB Pulse Index: 73% UMKM yang Gunakan Solusi Digital Tumbuh Selama Pandemi


"Riset ini pun  mengerucutkan tiga tren terkait adopsi solusi digital yang bisa dijadikan pedoman bagi industri ketika  menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan pasar. Tren pertama adalah UMKM yang sigap beradaptasi  dengan solusi digital akan lebih lincah menangkap peluang pasar dan lebih cepat kembali ke titik  pertumbuhan positif." 

"Kedua, UMKM dengan tingkat digitalisasi yang tinggi akan mengalami pertumbuhan  bisnis yang lebih tajam. Terakhir, UMKM kini menggunakan solusi Software-as-a-Service (SaaS) sebagai  platform untuk mengintegrasikan solusi-solusi lainnya dan membentuk ekosistem digital yang akan  memuluskan operasional bisnis,” kata COO Mekari, Anthony Kosasih. 

Baca juga:Review Infinix Hot 10S: Performa Gaming Lancar, Daya Tahan Baterai Super!

Untuk tren pertama, riset SMB Pulse Index mencatat bahwa 73% dari UMKM pengguna solusi digital  yang disurvei merekam pertumbuhan positif selama 2021, tahun dimana pandemi memuncak. Khusus  untuk UMKM di segmen Business-to-Consumer (B2C), pergeseran konsumen ke belanja omnichannel,  atau online shopping, telah membantu UMKM yang terdigitalisasi untuk kembali ke titik pertumbuhan  positif. 

Perihal tren kedua, riset SMB Pulse Index memperlihatkan bahwa UMKM yang menggunakan berbagai solusi digital yang saling terhubung untuk membentuk suatu ekosistem digital mencatat bertumbuh 1,5  kali lebih tinggi dibandingkan dengan UMKM yang sebatas menggunakan satu solusi saja. Lebih dalam  lagi, UMKM yang menggunakan bermacam-macam solusi digital, atau multi-tech adopter, di segmen B2B  merekam pertumbuhan positif 1,54 kali lebih dibandingkan dengan mereka yang menggunakan satu 

macam solusi digital, atau single-tech adopter, di segmen serupa. UMKM multi-tech adopter di segmen  B2C juga merekam pertumbuhan positif 1,51 kali lebih dibandingkan dengan single-tech adopter di  segmen sama. 

“Penggunaan solusi digital yang tinggi tidak terlepas dari talenta digital. Bisnis mikro, kecil, dan  menengah yang menyediakan akses ke solusi digital bagi lebih dari 5 karyawannya mencatat  pertumbuhan positif antara 1,31 kali hingga 1,39 kali lebih dibandingkan dengan bisnis di segmen serupa  yang memberikan akses ke solusi digital bagi sama dengan atau kurang dari 5 karyawannya,” tambah  Anthony. 

Solusi digital terutama yang mempermudah otomatisasi, mengendalikan operasional bisnis di internal,  dan memonitor pergerakan bisnis memfasilitasi para karyawan untuk bekerja lebih produktif, yang akan  berdampak positif bagi pertumbuhan. 

Untuk tren ketiga, UMKM kini memanfaatkan solusi digital berbasis awan yang agile dan scalable sebagai  platform dimana solusi-solusi lainnya dapat berjalan. Sebagai contoh, solusi SaaS untuk akuntansi sering  dihubungkan dengan solusi digital untuk omnichannel commerce, pengelolaan pajak, teknologi financial  seperti pembayaran, dan e-commerce agar menciptakan suatu ekosistem digital yang terpadu agar  memperlancar operasional bisnis dari ujung ke ujung. 

Anthony menambahkan bahwa kedepannya, UMKM perlu memberi pelatihan teknologi bagi karyawan  dan mitra usaha, semakin mengintegrasikan teknologi dengan bantuan SaaS, dan mengadopsi teknologi  finansial, atau fintech, untuk memperkuat bisnis. 

“Resiliensi bisnis kian kritis mengingat bahwa ekonomi dan pasar akan terus berubah. UMKM yang resilien  tidak saja baik bagi kelanjutan bisnis itu sendiri, namun juga laju penguatan ekonomi Indonesia yang  bertumpu pada industri tersebut,” tutup Anthony.

Anda mungkin suka:Review Choetech Fast Wireless Charging Stand T555-S, Cepat dan Berkualitas
Related Posts
Laptophia Blog
Suka review laptop dan gadget.

Related Posts

Posting Komentar