eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB
Bookmark

KOMDIGI Resmikan Garuda Spark Innovation Hub di BSD City, Ericsson Unjuk Gigi Lewat Pusat Inovasi 5G

KOMDIGI Resmikan Garuda Spark Innovation Hub di BSD City, Ericsson Unjuk Gigi Lewat Pusat Inovasi 5G - Upaya mewujudkan kedaulatan digital Indonesia babak baru resmi dimulai. Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) Republik Indonesia melangkah agresif dengan meresmikan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) di kawasan BSD City, Rabu (26/8/2026).

Langkah besar ini mendapat dukungan penuh dari raksasa telekomunikasi global, Ericsson, yang turut memperkuat kolaborasi ekosistem digital Tanah Air dengan mendirikan 5G Innovation Center (5GIC) di lokasi yang sama.

KOMDIGI Resmikan Garuda Spark Innovation Hub di BSD City, Ericsson Unjuk Gigi Lewat Pusat Inovasi 5G


Kolaborasi strategis ini ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara President Director Ericsson Indonesia, Nora Wahby, dengan Direktur Pengembangan Ekosistem Digital KOMDIGI, Sonny Hendra Sudaryana, beserta sejumlah mitra ekosistem digital lainnya.

Baca juga:Masih Kelas Dewa! Ini 5 Kelebihan Asus ROG Strix SCAR 17 G733PYV untuk Gaming dan Kreasi Konten di 2026

Bukan Sekadar Ruang Kerja Biasa

Peresmian GSIH dipimpin langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, dan dihadiri oleh lebih dari 500 peserta yang mewakili unsur Pentahelix: pemerintah, industri, akademisi, startup, hingga investor. Acara ini juga terhubung secara hybrid dengan 10 kota mitra GSIH lainnya di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Meutya Hafid menegaskan bahwa GSIH dirancang sebagai melting pot atau ruang temu kolaboratif bagi berbagai elemen ekosistem digital agar potensi talenta Indonesia berkembang secara merata.

“Keberhasilan GSIH tidak cukup diukur dari jumlah kegiatan atau kolaborasi, tetapi dari output yang dihasilkan dan dampaknya bagi masyarakat. Kita ingin memastikan inovasi dan talenta digital dapat tumbuh di berbagai daerah, sehingga konektivitas dapat diterjemahkan menjadi pertumbuhan dan pada akhirnya memperkuat kedaulatan digital Indonesia,” tegas Meutya.

5G Innovation Center (5GIC): Pabriknya Solusi Use Case Nyata

Kehadiran Ericsson melalui 5GIC di dalam fasilitas GSIH menjadi daya tarik tersendiri. Pusat inovasi terbuka (open innovation) ini difokuskan untuk menggodok teknologi mutakhir seperti 5G, Artificial Intelligence (AI), dan Industri 4.0.

President Director Ericsson Indonesia, Nora Wahby, menjelaskan bahwa fasilitas ini bukan sekadar ajang pamer teknologi, melainkan laboratorium nyata untuk memvalidasi ide.

"Melalui Ericsson 5G Innovation Center, kami menghadirkan ruang kolaborasi terbuka untuk mengembangkan, menguji, dan memvalidasi solusi. Kami ingin membawa ide cemerlang—termasuk yang lahir dari hackathon—dari tahap prototipe menjadi use case yang teruji, program percontohan (pilot), hingga menjadi solusi yang siap diterapkan secara luas," papar Nora.

Sebagai bukti nyata, 5GIC saat ini telah memamerkan sejumlah solusi canggih hasil dari hackathon Ericsson 2025. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah MINERVA, sebuah platform industrial intelligence berbasis AI besutan Future of Tech (Pemenang Hackathon 2025) yang mampu menyulap data operasional mentah menjadi actionable insights bagi pelaku industri.

Sinergi kuat antara KOMDIGI dan Ericsson ini diharapkan mampu mengakselerasi lahirnya inovasi lokal bernilai tinggi, sekaligus mencetak talenta digital Indonesia yang siap bersaing di panggung global.

Anda mungkin suka:Benchmark AnTuTu Samsung Galaxy A17 4G Bertenaga Helio G99, Ternyata Cuma Segini...
Posting Komentar

Posting Komentar