eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB
Bookmark

AMD dan Meta Jalin Kemitraan Raksasa 6 Gigawatt untuk GPU Instinct MI450

AMD dan Meta Jalin Kemitraan Raksasa 6 Gigawatt untuk GPU Instinct MI450 - Peta kekuatan industri kecerdasan buatan (AI) dunia baru saja mengalami pergeseran besar. AMD dan Meta (induk perusahaan Facebook, Instagram, dan WhatsApp) resmi mengumumkan perluasan kemitraan strategis yang sangat ambisius: penggelaran infrastruktur AI berkekuatan total 6 Gigawatt (GW) menggunakan GPU AMD Instinct™.

Langkah ini bukan sekadar pembelian perangkat keras biasa, melainkan kolaborasi multi-tahun dan multi-generasi yang memposisikan AMD sebagai tulang punggung utama bagi visi "Superintelligence" milik Mark Zuckerberg.

AMD dan Meta Jalin Kemitraan Raksasa 6 Gigawatt untuk GPU Instinct MI450


Ambisi 6 Gigawatt: Skala yang Tak Terbayangkan

Alih-alih menghitung jumlah unit chip, AMD dan Meta menggunakan satuan daya listrik (Gigawatt) untuk menggambarkan betapa masifnya proyek ini. Berikut adalah poin-poin penting dari kesepakatan tersebut:

Baca juga:Review Kamera Tecno Spark 30 Pro Optimus Prime Edition 108MP di 2026, Apakah Masih Sakti?

  • Custom Silicon MI450: Meta akan menggunakan GPU AMD Instinct khusus berbasis arsitektur MI450 yang dioptimalkan secara spesifik untuk beban kerja (workload) Meta.
  • Target Pengiriman: Fase pertama sebesar 1 Gigawatt dijadwalkan mulai dikirim pada semester kedua (2H) 2026.
  • Arsitektur Helios: Infrastruktur ini akan dibangun di atas arsitektur rak AMD Helios, yang dikembangkan bersama melalui Open Compute Project untuk efisiensi skala besar.
  • Tenaga EPYC "Venice": Selain GPU, proyek ini akan ditenagai oleh prosesor AMD EPYC Generasi ke-6 (kode nama "Venice") yang menjanjikan efisiensi performa-per-dolar-per-watt terbaik.

Strategi "Saham" untuk Kesetiaan Meta

Ada hal menarik dalam kesepakatan finansial ini. AMD menerbitkan waran berbasis kinerja kepada Meta untuk membeli hingga 160 juta lembar saham umum AMD.

Artinya, Meta diberikan insentif berupa kepemilikan saham yang akan cair secara bertahap seiring tercapainya target pengiriman GPU. Strategi ini memastikan kedua raksasa ini "senasib sepenanggungan" dalam mengeksekusi peta jalan teknologi mereka.

"Kemitraan ini menempatkan AMD tepat di pusat pembangunan AI global," ujar Dr. Lisa Su, Chair dan CEO AMD. Senada dengan itu, Mark Zuckerberg menyatakan bahwa ini adalah langkah penting Meta untuk mendiversifikasi komputasi mereka demi menghadirkan AI personal bagi miliaran pengguna.

Sinyal Bahaya bagi NVIDIA, Tapi Tantangan Masih Nyata?

Laptophia melihat langkah ini sebagai kemenangan besar bagi AMD. Selama ini, NVIDIA hampir memonopoli pasar GPU AI lewat seri H100 dan Blackwell mereka. Dengan menggandeng Meta—salah satu pembeli chip terbesar di dunia—AMD membuktikan bahwa lini AMD Instinct MI450 mereka sudah siap bertarung di kasta tertinggi, baik dari segi performa maupun ekosistem perangkat lunak ROCm.

Namun, Laptophia juga harus tetap kritis. Penggunaan satuan "Gigawatt" adalah cara pemasaran yang cerdik untuk menunjukkan skala, namun sekaligus menjadi pengingat mengerikan tentang betapa haus energinya industri AI saat ini. 6 Gigawatt adalah daya yang setara dengan output beberapa pembangkit listrik tenaga nuklir besar hanya untuk menjalankan server.

Tantangan bagi AMD ke depan adalah eksekusi. Membuat custom silicon (MI450) untuk Meta membutuhkan ketepatan waktu yang luar biasa. Jika AMD terlambat sedikit saja di tahun 2026 nanti, NVIDIA atau bahkan chip AI buatan Meta sendiri (in-house) siap menyalip di tikungan. Namun, jika ini berhasil, dominasi hijau (NVIDIA) mungkin akan mulai memerah (AMD) dalam waktu dekat.

Anda mungkin suka:Perbedaan Samsung Galaxy A07 5G vs Samsung Galaxy A06 5G, Ternyata Cuma di Bagian ini...
0

Posting Komentar