eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB
Bookmark

Fortinet Dukung Tim SOC untuk Cegah dan Lawan Serangan Siber dengan Perluas Layanan dan Pelatihan

Fortinet Dukung Tim SOC untuk Cegah dan Lawan Serangan Siber dengan Perluas Layanan dan Pelatihan - Fortinet, pemimpin global dalam solusi keamanan siber yang luas, terintegrasi, dan otomatis, hari ini mengumumkan layanan augmentasi pusat operasi keamanan (Security Operations Center/SOC) baru yang dirancang untuk membantu memperkuat resiliensi siber organisasi dan mendukung tim yang kekurangan anggota akibat kurangnya tenaga ahli. 

Selain itu, sebagai upaya pimpinan Fortinet untuk membantu menghapus kesenjangan keahlian siber, Fortinet Training Institute telah menambahkan prakarsa di seluruh program untuk meningkatkan akses ke pelatihan dan sertifikasi yang diakui industrinya.

Fortinet Dukung Tim SOC untuk Cegah dan Lawan Serangan Siber dengan Perluas Layanan dan Pelatihan


“Fortinet membangun otomatisasi berbasis Machine Learning (ML) di semua penawaran SOC (Security Operations Center) untuk mendukung tim yang kekurangan anggota karena dampak kurangnya tenaga ahli keamanan siber," kata John Maddison, EVP of Products and CMO, Fortinet.

"Tapi teknologi saja tidak cukup untuk memecahkan masalah ini, karena itu kami berdedikasi untuk juga memberi layanan augmentasi SOC berbasis manusia untuk memberi dukungan langsung, sambil tetap berinvestasi pada badan pelatihan yang memimpin industri untuk menghapus kesenjangan keahlian keamanan siber. Kombinasi teknologi, layanan, dan pelatihan ini memungkinkan tenaga profesional SOC untuk melindungi organisasi mereka dari tahap deteksi sampai pemulihan insiden dengan lebih baik.”

Kekurangan Keahlian Keamanan Siber Memicu Pendekatan Baru

Kekurangan tenaga yang terjadi saat ini masih menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi tim SOC secara global. Laporan Kesenjangan Keahlian Keamanan Siber 2022 Fortinet menunjukkan bahwa 50% pemimpin global menyatakan bahwa operasi keamanan adalah salah satu jabatan yang paling menantang untuk diisi, dan 42% dari mereka masih membutuhkan analis operasi keamanan. Selain itu, survei Fortinet yang sama menemukan bahwa 80% perusahaan di seluruh dunia mengalami satu kebocoran data atau lebih karena kurangnya keahlian dan kesadaran keamanan siber.

Baca juga:Review Anker Soundcore Life Q30, Headphone Wireless ANC dengan Suara Mantap

Kurangnya sumber daya dan personel, ditambah sedikitnya volume peringatan yang diterima tim SOC tiap hari, sering berujung pada deteksi yang terlewatkan dan respons lambat yang meningkatkan paparan pada risiko siber. Tim SOC membutuhkan pemecahan masalah langsung untuk memitigasi tantangan seperti ini dengan berinvestasi pada SOC otomatis dan terintegrasi, serta teknologi dan tenaga keamanan siber profesional berpengalaman untuk dapat lebih melindungi diri dari berbagai ancaman. 

Layanan Augmentasi SOC Baru dan Ditingkatkan Memberi Dukungan Langsung bagi Tim Operasi Keamanan yang Kekurangan Staf

Layanan baru dan ditingkatkan Fortinet berkomitmen membantu organisasi menangani hambatan, dengan membantu tim SOC mengurangi risiko siber dan menghemat waktu untuk memusatkan perhatian pada proyek berprioritas lebih tinggi. Pembaruan tersebut antara lain:

SOC-as-a-Service (SOCaaS)

Fortinet telah memperluas penawaran SOCaaS, yang menggabungkan pakar keamanan siber FortiGuard dan teknologi SOC terdepan dengan menambahkan kemampuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan pembelajaran mesin (Machine Learning/ML) untuk penggunaan di lebih banyak kasus. 

Pembaruan ini meningkatkan kemampuan penawaran untuk menambahkan peringatan keamanan di satu dasbor berbasis cloud bagi pelanggan untuk melihat kecerdasan yang dapat dilakukan dan mengakselerasi resolusi, sekaligus meningkatkan kemampuan tim operasi keamanan untuk menyerahkan proses pengawasan dan deteksi ke pakar keamanan Fortinet. Dengan pendekatan ini, Fortinet mempercepat triase peringatan, meningkatkan insiden keamanan dengan lebih cepat, dan mengurangi peringatan positif palsu bagi pelanggan.

Layanan Deteksi Outbreak

Layanan deteksi outbreak baru tersedia bagi pelanggan untuk memberi peringatan melalui email sekaligus secara otomatis dalam antarmuka produk utama pelanggan terhadap kejadian keamanan siber besar yang berpotensi memiliki dampak luas. Peringatan ini termasuk informasi kritis mengenai insiden keamanan, seperti linimasa kejadian serangan dan teknologi tertentu yang terdampak. 

Selain itu, peringatan juga dapat melakukan pelacakan ancaman terkustomisasi bagi perusahaan untuk dijalankan pada log dan mengidentifikasi dampak potensial suatu serangan, sekaligus memberikan rekomendasi untuk memperbaiki postur keamanan agar dapat melindungi lebih baik di masa mendatang.

Layanan Respons dan Kesiapan Insiden (IR&R)

Fortinet belum lama ini menambahkan layanan kesiapan keamanan siber sebagai bagian dari penawaran Respons Insiden dan menggeser model pembelian untuk memprioritaskan langkah pencegahan. Dengan menyediakan serangkaian layanan berorientasi pendekatan proaktif, seperti penilaian risiko, pengembangan playbook, dan latihan tabletop sebagai bagian dari biaya Layanan Respons dan Kesiapan Insiden, perusahaan dapat memperkuat kesiapan siber, efektivitas SOC, dan mengurangi risiko siber mereka, dengan tetap memiliki akses ke tim pakar FortiGuard yang dapat membantu penahanan dan remediasi cepat jika serangan siber terjadi. 

Untuk merespons peningkatan permintaan layanan ini di seluruh dunia, Fortinet juga menambah tenaga yang didedikasikan untuk kemampuan IR&R dan otomatisasi SOC agar lebih banyak perusahaan yang dapat mengakses penawaran ini.

Memperluas Keahlian Siber Melalui Fortinet Training Institute

Walaupun layanan augmentasi SOC yang baru dan ditingkatkan sudah membantu meringankan beban tim secara langsung, investasi jangka panjang dalam pembelajaran berkelanjutan dan meningkatkan      keahlian siber juga sama kritisnya untuk terus mengejar lanskap ancaman yang terus berubah. 

Sebagai bagian dari komitmen lama Fortinet untuk menghapuskan kesenjangan keahlian ini, Fortinet Training Institute menawarkan pelatihan dan sertifikasi multitingkat yang telah meraih berbagai penghargaan bagi para tenaga keamanan profesional yang ingin meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan mereka di bidang keamanan siber penting. 

Program ini juga membantu mengenali kelompok tenaga ahli baru untuk membantu membangun tenaga kerja masa depan, yang terfokus pada menyediakan peluang pelatihan bagi perempuan, veteran, siswa, dan populasi yang kurang mendapatkan peluang. Beberapa kabar terkini dari program ini antara lain:

Meningkatkan Akses pada Pelatihan Teknis Tingkat Tinggi

Fortinet telah membuat ujian praktis untuk NSE tingkat 8 agar lebih mudah diakses bagi tenaga TI dan tenaga keamanan profesional di mana saja. Baik bagian tertulis dan praktis dari ujian ini tersedia dalam format proktor daring, yang membuat program Pakar Keamanan Jaringan (NSE) Certification lebih mudah diakses tenaga keamanan profesional di seluruh dunia.

Mendukung Peningkatan Mutu Perempuan Profesional di Keamanan Siber 

Kelompok perempuan pertama di bootcamp Fortinet dan Women in Cybersecurity (WiCyS) telah menyelesaikan program, yang memberikan akses kepada pelatihan NSE tingkat 4 Fortinet dan laboratorium gratis, mentor teknis, voucer ujian, dan lebih banyak lagi. 

Fortinet juga telah memberikan beasiswa kepada lima orang peserta program untuk menghadiri konferensi WiCyS pada tanggal 16–18 Maret, yang membuka akses mereka untuk berjumpa para pimpinan dan pemilik perusahaan siber.

Mengembangkan Keahlian Keamanan Siber pada Generasi Muda

Fortinet mengembangkan kelompok tenaga kerja masa depan dengan mensponsori berbagai lomba berbasis keamanan siber bagi siswa di berbagai tingkat akademis, dari sekolah menengah sampai universitas. Ini termasuk menjadi sponsor platinum di lomba 12 minggu MITRE Engenuity’s Embedded Capture the Flag (eCTF) dan sponsor kategori untuk lomba Carnegie Mellon Capture the Flag.

Melalui beberapa prakarsa ini, Fortinet berkembang menuju pemenuhan ikrar perusahaan untuk melatih sejuta orang dalam bidang keamanan siber pada tahun 2026. Selain itu, layanan augmentasi SOC Fortinet yang baru dan dikembangkan dibangun berdasarkan portofolio layanan luas yang didukung FortiGuard Labs. 

Dengan pengumuman hari ini, Fortinet terus berkomitmen menghapus tantangan yang berhubungan dengan kekurangan tenaga keamanan siber dengan membantu organisasi mengelola risiko lebih baik dengan automasi berbasis ML, layanan, dan peningkatan akses terhadap pelatihan.

Anda mungkin suka:Review Xiaomi Redmi Pad: Tablet Kencang untuk Kerja dan Hiburan
0

Posting Komentar