eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB

Decentralised Autonomous Organisation (DAO) Atur Cara Organisasi Beroperasi di Web3, Menurut Matrixport

Decentralised Autonomous Organisation (DAO) Atur Cara Organisasi Beroperasi di Web3, Menurut Matrixport - Dengan hadirnya pemberitaan beberapa minggu terakhir ini ini yang dibanjiri dengan investasi stablecoin senilai $500 juta dari MakerDAO ke Treasury dan obligasi korporasi Amerika Serikat, serta munculnya perspektif World Economic Forum tentang Decentralised Autonomous Organisation (DAO) sebagai struktur bisnis masa depan, kami melihat dua pertanyaan muncul di hadapan kami: “Apa DAO berpotensi menjadi kekuatan baru yang harus diperhitungkan?

“Bayangkan bergabung dengan organisasi yang tidak memiliki pemimpin, tanpa mengetahui identitas siapa pun dalam kelompok yang sama, dan bahkan memercayakan organisasi tersebut untuk keputusan penting dalam berbisnis. Sebelum era blockchain dan DeFi, hal ini tidak terpikirkan. Namun, DAO membuat ini menjadi kenyataan sekarang, dengan lebih dari 4.800 DAO di seluruh dunia, memiliki total US$8,1 miliar dana yang dikelola,” ucap Mitra Pendiri dan COO Matrixport, Cynthia Wu.

Decentralised Autonomous Organisation (DAO) Atur Cara Organisasi Beroperasi di Web3, Menurut Matrixport


Secara inheren sebagai organisasi dengan konstruksi tata kelola yang unik, dimiliki dan dikelola secara kolektif oleh para anggotanya, DAO menata ulang cara organisasi diatur dan didanai. Dengan sistem operasi yang didukung oleh kontrak pintar, DAO mematahkan cengkeraman organisasi hierarkis tradisional yang sering didominasi oleh segelintir orang, dan menggantikannya dengan struktur yang lebih demokratis.

Baca juga:Review Divoom Espresso, Speaker Retro Unik dengan Fitur FM Radio

Semua keputusan dan transaksi internal dicatat di blockchain, aktivitas DAO tentunya transparan untuk diakses semua orang, sehingga membentuk dasar yang kuat untuk kepercayaan di antara para anggotanya. Di satu sisi, DAO mengadvokasi proses tata kelola yang adil, transparan, dan hampir seperti utopia yang memungkinkan semua pemangku kepentingan memiliki suara dalam semua keputusan.

Utilitas DAO di Kehidupan Nyata

Mereka yang akrab dengan ekosistem blockchain pasti pernah mendengar tentang Uniswap DAO, yang merupakan salah satu DAO terbesar dan terpopuler dengan dana kelolaan lebih dari US$2 miliar. Dibangun di atas blockchain Ethereum, siapa pun yang memegang token UNI dapat memilih cara Uniswap dioperasikan, memungkinkan pemegang tokennya untuk mengatur arah ekosistem. Namun, struktur tata kelola baru ini tidak lagi hanya berada dalam ranah perusahaan dan organisasi blockchain. 

“Untuk memulainya, DAO telah menunjukkan potensinya dalam dunia jurnalisme. Misalnya, DirtDAO memungkinkan pemegang tokennya untuk memberikan suara dalam bentuk cerita dan editorial buletin hiburan. Hal ini memungkinkan proses pembuatan konten yang lebih partisipatif — di mana penulis dan audiens dihargai karena membuat konten berkualitas tinggi di Web3. Itu salah satu contohnya,” jelas Cynthia.

Organisasi amal adalah utilitas nyata lainnya, termasuk seperti UkraineDAO, yang menetapkan untuk mengumpulkan dan mendistribusikan sumbangan kepada tentara Ukraina dan mereka yang terkena dampak perang. Karena semakin banyak organisasi yang mengotomatisasikan tugas administratif dan proses pengambilan keputusan, DAO dapat membantu organisasi nirlaba mengurangi biaya overhead secara signifikan, mendistribusikan dana, dan menciptakan dampak dengan cara yang jauh lebih efisien.

Perjalanan Masih Panjang

Ketika DAO hadir dalam kehidupan kita sehari-hari, peran inovasi dan infrastruktur yang kuat tetap penting untuk benar-benar membuka potensinya. Industri saat ini telah melihat potensinya saat ini, yang memungkinkan siapa saja untuk mengembangkan DAO otomatis mereka sendiri, seperti yang dilakukan DAOHaus dan Aragon.

"Tidak ada keraguan bahwa Web3 akan menjadi pusat masyarakat masa depan. Khususnya, ketika ranah fisik dan digital bergabung, aspek-aspek tertentu dari DAO dan prinsip-prinsip tata kelolanya diperkirakan akan membantu cara organisasi beroperasi dan merampingkan pengambilan keputusan,” tambah Cynthia.

Secara keseluruhan, inovasi infrastruktur yang lebih baik bisa menawarkan implementasi yang lebih mudah untuk fungsi paling penting dari DAO, yaitu arsitektur tata kelola organisasi, perbendaharaan, dan eksekusi. Sekarang banyak pengembang dapat membangun dan mendesain DAO secara modular sehingga memungkinkan lebih banyak fleksibilitas dalam pembuatan dan perluasan utilitasnya. 

“Semakin banyak pemain dalam lapisan infrastruktur ini muncul, semakin banyak variasi DAO yang akan dibentuk, menghasilkan ekosistem tata kelola yang dinamis dan inovatif di masa depan. Kami bersama pengembang akan terus berinovasi terhadap potensi DAO untuk mendorong batas-batas dan membuka jalan bagi ekonomi Web3 yang lebih luas untuk semua lapisan masyarakat,” tutup Cynthia.

Anda mungkin suka:Review Asus ROG Strix G15 Advantage Edition G513QY, Laptop Gaming Super Kencang Berkat Duet CPU dan GPU AMD
Related Posts
Laptophia Blog
Suka review laptop dan gadget.

Related Posts

Posting Komentar