Saring 14 Ribu Pendaftar, 6.000 Generasi Muda Terpilih Resmi Gembleng Skill Coding di Samsung Innovation Campus Batch 8 - Sebelum sanggup meracik teknologi canggih berbasis Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) maupun Internet of Things (IoT), generasi muda dituntut untuk menguasai satu fondasi krusial: cara berpikir yang terstruktur (computational thinking). Fondasi mendasar inilah yang kini tengah diasah oleh 6.000 peserta terpilih dari total 14.806 pendaftar pada program Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 8.
Para talenta digital muda pilihan ini baru saja menuntaskan Stage 1: Code Kick-Start – Python Programming yang berlangsung marathon dari 27 Agustus hingga 28 September 2026. Tahap awal ini menjadi kawah candradimuka untuk memperkuat programming logic sebelum mereka diterjunkan ke level teknologi yang jauh lebih kompleks.
Mengubah Masalah Menjadi Logic dan Code
Pada Stage 1, peserta dibekali materi dasar pemrograman Python secara komprehensif, mencakup variables, data types, operators, conditional statements, looping, hingga functions dan manipulasi data (lists & dictionaries). Pembelajaran dikemas interaktif melalui project-based learning dan pendampingan technical mentoring untuk memecahkan kendala teknis seperti syntax error.
Baca juga:Review Samsung Galaxy A26 5G: Performa Bisa Diandalkan dan Dukungan Update Panjang, Tapi...
AI Engineer sekaligus Trainer SIC, Rahmat Fajri, menegaskan bahwa esensi utama dari belajar coding bukanlah menghafal syntax.
"Yang paling penting adalah memahami kapan dan mengapa sebuah konsep digunakan. Peserta diajak untuk memahami bagaimana sebuah masalah dapat diterjemahkan menjadi logic, kemudian diwujudkan dalam bentuk code," terangnya.
Melalui pendekatan berbasis proyek, para peserta dilatih memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah diselesaikan, mengenali pola, serta mengeksplorasi Python sebagai alat bantu pemecah masalah sehari-hari.
Cetak Pengajar Digital dan Roadmap Pembelajaran
Program CSR unggulan dari Samsung Electronics Indonesia ini tidak hanya menyasar para siswa dan mahasiswa, tetapi juga merangkul ekosistem pendidik. Lebih dari 500 guru dan dosen turut dibekali pelatihan coding, computational thinking, AI, dan IoT agar mampu menghadirkan metode pengajaran yang relevan dengan kebutuhan industri digital saat ini.
Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, Anggi Paramita, berharap 6.000 peserta Stage 1 dapat memanfaatkan momentum ini untuk menempa kapasitas diri.
"Belajar coding bukan hanya tentang menulis kode, tetapi tentang belajar berpikir secara terstruktur sebagai bekal untuk memahami dan mengembangkan teknologi yang lebih kompleks ke depannya, mulai dari IoT hingga pemahaman AI," tutur Anggi.
Perjalanan 6.000 peserta ini masih panjang dan akan tersaring secara ketat melalui beberapa tahapan lanjutan:
- Stage 1 (Code Kick-Start): 6.000 Peserta (Fondasi Python & Computational Thinking).
- Stage 2 (IoT – Device Hardware Discovery): Tersaring menjadi 1.500 Peserta.
- Stage 3 (AI Crafting): Tersaring menjadi 700 Peserta.
- Stage 4 (Final Integration & Judging): Unjuk kebolehan merancang solusi AI & IoT terintegrasi di tahap puncak.
Anda mungkin suka:Review Samsung Galaxy A17 4G: Layar Ciamik dengan Update Hingga 6 Tahun, Tapi...




Posting Komentar