ITSEC Asia Rilis Bronyx AI, Platform Penetration Testing Canggih Buatan RI yang Tuntas dalam Belasan Menit - Kemajuan Artificial Intelligence (AI) layaknya pisau bermata dua. Di satu sisi ia mempercepat inovasi, namun di sisi lain teknologi ini kerap disalahgunakan oleh peretas (hacker) untuk mengotomatisasi serangan siber.
Menjawab tantangan di mana serangan siber kini melaju secepat kilat, ITSEC Asia membuat gebrakan besar. Pada Rabu (15/7/2026) di Jakarta, ITSEC Asia resmi meluncurkan Bronyx AI seperti informasi siaran pers yang tim Laptophia terima.
Platform AI-assisted automated penetration testing yang 100% dikembangkan dari Indonesia ini diklaim mampu melakukan pengujian keamanan jaringan dalam hitungan jam—bahkan menit!—namun tetap mempertahankan akurasi analisis tajam khas tenaga ahli keamanan siber (manusia).
Bukan Vulnerability Scanner Biasa
Berbeda dengan vulnerability scanner tradisional yang hanya kaku berfokus pada identifikasi kerentanan massal, Bronyx AI menggunakan agen AI cerdas.
Baca juga:
Agen AI ini secara aktif menganalisis hasil pengujian jaringan, mulai dari tahapan network reconnaissance, vulnerability assessment, configuration review, hingga pengujian web application dan API. Setelah itu, AI akan memberikan masukan untuk menentukan manuver pengujian selanjutnya, persis seperti pola pikir seorang hacker profesional.
Berdasarkan hasil pengujian di lingkungan laboratorium ITSEC Asia, kecepatan Bronyx AI terbukti luar biasa. Untuk melakukan satu siklus Full Scan, platform ini hanya membutuhkan waktu mulai dari 14 menit hingga 4 jam saja, bergantung pada kompleksitas sistem yang diuji.
"Kecepatan perkembangan teknologi dan ancaman siber saat ini menghadirkan tantangan baru. Melalui Bronyx AI, kami ingin membantu organisasi melakukan pengujian keamanan dalam hitungan jam dengan tetap mempertahankan keterlibatan dan validasi tenaga ahli keamanan siber,” ungkap Patrick Dannacher, President Director ITSEC Asia.
Kolaborasi Kecepatan Mesin dan Intuisi Manusia (HITL)
Kecepatan yang ditawarkan AI tidak akan berarti tanpa akuntabilitas. Oleh karena itu, Bronyx AI mengadopsi pendekatan Human in the Loop (HITL).
Artinya, agen AI memang ditugaskan untuk melakukan penyisiran masif dengan cepat, namun temuan kerentanan dengan tingkat risiko tinggi dan kritis tetap wajib divalidasi langsung oleh konsultan ahli ITSEC Asia sebelum laporan Security Assessment Report (berstandar CVSS) diserahkan kepada klien. Pendekatan ini memastikan tidak ada hasil false-positive yang merugikan pelanggan.
Dapat Apresiasi Tinggi dari Komdigi
Peluncuran Bronyx AI ini turut disaksikan oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Edwin Hidayat Abdullah, dan Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana.
Edwin Hidayat Abdullah memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi karya anak bangsa ini.
“Perkembangan AI membawa tantangan baru di aspek keamanan siber. Kami mengapresiasi upaya ITSEC Asia dalam mengembangkan teknologi berbasis AI dari Indonesia untuk menjawab kebutuhan nyata industri. Ini menunjukkan kapasitas talenta teknologi Indonesia sanggup meningkatkan daya saing di tingkat global,” tegas Edwin.
Privasi Data Sangat Ketat
Meski ditenagai AI, ITSEC Asia menjamin keamanan data klien secara absolut:
- Pengujian hanya dilakukan pada aset yang telah mendapatkan otorisasi tertulis.
- Data pengujian pelanggan disimpan secara terisolasi.
- Seluruh kunci (keys) dan kredensial dienkripsi tingkat tinggi.
- Data hasil pengujian pelanggan tidak akan digunakan untuk melatih model AI tanpa persetujuan tertulis.
- Fleksibilitas implementasi: bisa digunakan melalui layanan cloud publik maupun on-premise (di dalam server internal pelanggan) untuk keamanan maksimal.
Hadirnya Bronyx AI membuktikan bahwa talenta cyber security Indonesia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga siap menyerang balik ancaman digital dengan senjata teknologi paling mutakhir.
Anda mungkin suka:Benchmark AnTuTu Samsung Galaxy A26 5G Bertenaga Samsung Exynos 1380 5G, Hanya Segini?




Posting Komentar