eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB
Bookmark

Update HandBrake 1.11.0 Bikin AMD Ryzen Threadripper 215% Lebih Kencang!

Update HandBrake 1.11.0 Bikin AMD Ryzen Threadripper 215% Lebih Kencang! - Bagi para kreator konten, editor video, dan profesional di industri kreatif, proses transcoding atau encoding video sering kali menjadi ujian kesabaran yang paling menyita waktu. Secara logika, memiliki prosesor "monster" dengan jumlah inti (core) yang sangat banyak seperti AMD Ryzen Threadripper seharusnya bisa melibas tugas tersebut dalam hitungan detik. Namun di dunia nyata, software yang tidak teroptimasi justru sering kali menyia-nyiakan potensi perangkat keras.

Merespons masalah klasik tersebut, AMD baru saja membagikan pencapaian teknis yang luar biasa. Melalui kolaborasi langsung dengan komunitas open-source, tim insinyur AMD berhasil membongkar dan memperbaiki bottleneck logika threading pada aplikasi HandBrake yang membuat performa Ryzen Threadripper jadi lebih kencang.

Update HandBrake 1.11.0 Bikin AMD Ryzen Threadripper 215% Lebih Kencang!


Berdasarkan informasi yang Laptophia himpun dari unggahan blog AMD, pembaruan HandBrake versi 1.11.0 (dan yang lebih baru), proses transcoding video menggunakan lini prosesor AMD Ryzen Threadripper mendadak melonjak hingga 215% lebih cepat!

Akar Masalah: Mengapa Banyak Core Justru Bikin Melambat?

Sebelum optimasi ini diterapkan, para penguji di AMD menemukan sebuah anomali yang membingungkan: pada beberapa skenario pengujian, performa HandBrake justru merosot hingga 60% ketika disuplai oleh sumber daya CPU yang lebih besar. 

Baca juga:Masih Kencang di 2026? Ini 5 Kelebihan HP 14s fq1036AU Bertenaga AMD Ryzen 7

Penurunan paling parah terjadi pada transcoding video beresolusi rendah (seperti 720p), di mana waktu pemrosesan habis terkuras hanya untuk beban sistem di latar belakang (overhead). Hal ini memang cukup aneh menurut Laptophia.

Setelah dibedah lebih dalam, tim AMD menemukan dua biang kerok utamanya:

  • Keterbatasan Skalabilitas di Atas 64 Core/Thread: Sistem bawaan HandBrake sebelumnya tidak dirancang untuk mengelola lebih dari 64 utas (thread) secara efisien. Pada CPU high-core-count (seperti Threadripper 96-core), aplikasi ini kebingungan membagi tugas, meninggalkan puluhan core berpotensi menganggur begitu saja.
  • Pembagian Tugas yang Terlalu Kecil (Overly Small Jobs): Aplikasi memotong beban kerja menjadi kepingan yang terlalu kecil. Hal ini menciptakan antrean penjadwalan yang sangat padat. Alhasil, prosesor menghabiskan lebih banyak waktu dan tenaga untuk "mengoordinasikan antrean" ketimbang mengeksekusi transcoding video itu sendiri.

Perombakan Logika Manajemen Thread

Menemukan celah tersebut, team insinyur AMD langsung merancang perbaikan hulu dan mengajukannya kepada proyek HandBrake. Solusi yang ditawarkan berfokus pada perbaikan manajemen utas dan penjadwalan kerja.

Aplikasi HandBrake 1.11.0 mampu mendistribusikan beban kerja secara merata ke seluruh inti prosesor yang tersedia. Alih-alih membuang waktu mengatur kepingan tugas kecil, sistem langsung memaksa seluruh core sibuk bekerja merender visual.

Untuk membuktikan efektivitas kode baru ini, AMD melakukan pengujian komparasi antara HandBrake CLI versi lawas (1.6.1) melawan versi terbaru yang sudah dioptimasi (1.11.1), disandingkan dengan kartu grafis AMD Radeon RX 9070 XT.

Lonjakan performa yang dihasilkan sangat mengesankan, terbagi dalam dua kelas pengujian:

Pada pengujian menggunakan prosesor kasta tertinggi AMD Ryzen Threadripper PRO 9995WX - 96 Cores, performa transcoding melonjak secara agregat hingga 181% (atau 2,81 kali lipat lebih cepat). Lonjakan tertinggi tercatat pada:

  • Perfume H.264 720p: Melonjak +181%
  • Perfume HEVC 10-bit 2160p (4K): Melonjak +151%
  • LG_8K HEVC 8-bit 4320p (8K): Melonjak +149%
  • LG 8K 60fps HEVC 10-bit 4320p: Melonjak +145%
  • 2. Kelas High-End Desktop / HEDT (Threadripper 7980X - 64 Cores)

Pada lini HEDT yang lebih populer di kalangan studio kreatif profesional, peningkatan performanya menyentuh angka puncak 215% (3,15 kali lipat lebih cepat). Rincian lonjakan tertingginya meliputi:

  • Perfume H.264 720p: Melonjak +215%
  • LG_8K HEVC 8-bit 4320p (8K): Melonjak +203%
  • LG 8K 60fps HEVC 10-bit 4320p: Melonjak +105%

Kabar paling menggembirakan dari pembaruan ini adalah kepraktisannya. Pengguna AMD Threadripper tidak perlu repot mempelajari alur kerja baru, mengetik baris perintah khusus, atau mengubah preset render di dalam aplikasi.

Anda hanya perlu memperbarui aplikasi HandBrake ke versi 1.11.0 (atau yang lebih baru), dan biarkan mesin komputasi Anda bekerja dengan kecepatan penuhnya.

"Proses encoding video tetap menjadi salah satu alur kerja dengan komputasi paling intensif. Proyek HandBrake sangat berterima kasih kepada AMD atas investasi dan kontribusi berkelanjutan mereka," apresiasi Bradley Sepos, Software Engineer sekaligus Co-Lead HandBrake Project.

Kasus HandBrake 1.11.0 ini adalah bukti nyata bahwa perang teknologi tidak melulu soal siapa yang bisa membuat silikon CPU paling padat, tetapi siapa yang mau turun tangan membereskan bottleneck atau optimasi di sisi perangkat lunaknya menurut Laptophia. 

Lonjakan performa 215% yang didapatkan secara cuma-cuma hanya lewat update software adalah kado terindah bagi rumah produksi visual. Langkah AMD berkontribusi di jalur open-source ini patut ditiru oleh raksasa teknologi lainnya; percuma menjual prosesor puluhan juta rupiah jika aplikasi sehari-hari yang dipakai konsumen masih terjebak di arsitektur logika dekade lalu.

Anda mungkin suka:Hands-on iQOO Z11x 5G: Ekspektasi Awal Biasa Saja, Ternyata Malah Begini...
Posting Komentar

Posting Komentar