Makin Buas! AMD Tenagai 4 dari 10 Superkomputer Tercepat dan Hemat Listrik di Dunia - Jika di pasar PC konsumer pembaca Laptophia mengenal prosesor Ryzen sebagai "kuda hitam" yang sukses memberikan perlawanan dan menjadi pesaing utama Intel, di level komputasi super berat (High-Performance Computing/HPC), AMD juga terus berumbuh menjadi pemain yang disegani.
Berdasarkan informasi yang Laptophia terima, dalam daftar peringkat global TOP500 dan Green500 edisi terbaru, teknologi AMD secara resmi tercatat mentenagai 4 dari 10 superkomputer paling kencang di planet bumi, sekaligus menguasai 4 dari 10 superkomputer dengan efisiensi daya paling tinggi.
Pencapaian masif yang diotaki oleh kombinasi CPU AMD EPYC dan GPU AMD Instinct ini semakin mengukuhkan posisi Si Tim Merah sebagai tulang punggung riset sains modern dan era kecerdasan buatan (AI) global.
Sorotan Angka Kunci Superkomputer AMD:
- Menggurita di 191 Sistem: Secara total, arsitektur AMD kini mentenagai 191 superkomputer dalam daftar TOP500 (meningkat 11% secara Year-on-Year).
- Primadona Sistem Baru: Dari seluruh superkomputer baru yang masuk ke dalam daftar tahun ini, 41% di antaranya memilih menggunakan teknologi AMD.
- Dominasi Papan Atas: Mempertahankan posisinya di urutan ke-2 dunia lewat superkomputer El Capitan, urutan ke-3 lewat Frontier, dan menyambut pendatang baru HPC7 di urutan ke-6.
- Penguasa Green500: Menguasai 56% dari 50 besar superkomputer paling hemat listrik di dunia.
Baca juga:Review Singkat Asus Marshmallow KW100, Keyboard yang Ringkas dan Nyaman
Bukan Cuma Adu Kencang, tapi Adu Irit Listrik
Membangun superkomputer yang kencang adalah satu hal, tetapi menjaganya agar tidak membuat tagihan listrik membengkak dan merusak lingkungan adalah tantangan yang jauh lebih gila. Di sinilah daftar Green500 berperan sebagai tolok ukur efisiensi energi.
Dalam 10 besar Green500 terbaru, AMD sukses menempatkan empat jagoannya, yakni Otus (Peringkat 5), Capella (Peringkat 6), AMD Ouranos (Peringkat 9), dan Portage (Peringkat 10). Hal ini membuktikan bahwa arsitektur cip AMD sanggup memeras setiap watt listrik menjadi komputasi mentah yang padat tanpa membuang banyak energi menjadi panas yang sia-sia.
Satu fenomena menarik yang disorot dalam laporan ini adalah manuver negara-negara Eropa. Di tengah ketakutan akan ketergantungan teknologi AI pada Amerika Serikat dan Asia, Eropa tengah menggalakkan misi Sovereign AI (Kedaulatan AI)—membangun infrastruktur AI mandiri yang tunduk pada regulasi lokal.
Untuk mewujudkan ambisi besar tersebut, mayoritas institusi sains Eropa menjatuhkan pilihannya pada ekosistem AMD:
- HPC7 (Eni) — Italia: Mengombinasikan tenaga CPU EPYC dan GPU Instinct, superkomputer milik perusahaan energi raksasa ini difokuskan untuk melakukan akselerasi pemodelan serta riset transisi energi baru.
- Cambridge Cluster — Inggris: Menjadi panggung debut perdana bagi akselerator GPU AMD Instinct MI355X. Dua sistem baru di Universitas Cambridge ini langsung melesat menduduki peringkat ke-67 dan 68 dunia untuk urusan komputasi ilmiah mutakhir.
- LUMI — Finlandia: Mengandalkan arsitektur gabungan EPYC dan Instinct, LUMI didapuk menjadi pilar paling krusial bagi seluruh komputasi riset kecerdasan buatan (AI) di daratan Eropa.
- Alice Recoque — Prancis: Superkomputer exascale pertama milik Prancis ini mengombinasikan CPU EPYC Generasi ke-6 dengan GPU AMD Instinct MI430X, yang kelak akan difungsikan sebagai fasilitas AI Factory nasional.
Mengintip "Monster" Baru: AMD Instinct MI430X Tembus 200 TFLOPS!
Menutup pengumuman prestisiusnya, AMD memberikan preview (pratinjau) teknologi masa depan mereka di ajang HPC User Forum: GPU AMD Instinct MI430X.
Mengapa GPU ini sangat dinantikan? Di dunia sains, presisi komputasi adalah segalanya. Menghasilkan gambar kucing lucu menggunakan AI generatif cukup memakai presisi rendah (FP8/FP16). Namun, jika Anda mensimulasikan ledakan reaktor fusi nuklir, memodelkan perubahan iklim ekstrem, atau menghitung presisi aerodinamika sayap jet tempur, meleset 0,0001% saja bisa berakibat fatal. Tugas kritis ini wajib menggunakan komputasi presisi ganda atau FP64 (Double Precision).
AMD memproyeksikan bahwa GPU Instinct MI430X kelak sanggup menyemburkan performa native FP64 di atas 200 Teraflops (TFLOPS). Angka monster ini berpotensi merombak standar industri, memungkinkan satu rak server yang sama mengeksekusi pelatihan Large Language Model (LLM) sekaligus menjalankan simulasi fisika murni secara bersamaan.
Melihat data TOP500 dan Green500 ini, publik seolah disadarkan bahwa peta persaingan silikon dunia tidak sesederhana "Nvidia merajai AI, Intel merajai PC" menurut opini Laptophia. Di balik layar komputasi paling fundamental yang memecahkan misteri alam semesta, strategi desain chiplet yang dirintis AMD bertahun-tahun sejak memperkenalkan arsitektur Zen dipadukan strategi yang brilian mulai menunjukkan hasilnya.
Kemampuan AMD mengunci 56% daftar 50 besar sistem paling hemat energi (Green500) adalah kartu as yang sangat mematikan; di masa depan, pemenang perang teknologi bukanlah mereka yang punya superkomputer paling kencang, melainkan mereka yang sanggup beroperasi tanpa mengonsumsi daya yang berlebihan.
Anda mungkin suka:Review iQOO Z11x 5G: Performa Kencang, Baterai Badak, Ini Kekurangan Tersembunyinya!




Posting Komentar