Fortinet Bawa AI FortiNDR Cloud Lebih Dekat ke Indonesia via Singapura - Lanskap ancaman siber kini semakin mengerikan. Para peretas tidak lagi sekadar merusak sistem dari luar, tetapi semakin pintar menyusup dan bersembunyi menggunakan perangkat atau alat resmi yang ada di dalam jaringan perusahaan itu sendiri.
Merespons ancaman diam-diam yang mematikan ini, Fortinet, raksasa global di bidang keamanan siber dan jaringan, resmi mengumumkan peluncuran fasilitas FortiNDR Cloud Point-of-Presence (PoP) terbaru di Singapura pada Rabu (17/6/2026).
Langkah strategis ini ibarat mendekatkan "radar" pendeteksi ancaman ke wilayah ASEAN dan Asia-Pasifik (termasuk Indonesia), sehingga proses visibilitas, deteksi, dan respons terhadap serangan siber bisa dilakukan dengan jauh lebih cepat.
Mengapa Pendekatan Keamanan Tradisional Tak Lagi Cukup?
Seiring dengan pesatnya tren transformasi digital, penerapan model kerja hibrida (hybrid work), dan adopsi komputasi awan (cloud), infrastruktur jaringan perusahaan menjadi sangat luas dan kompleks.
Baca juga:Hands-on iQOO Z11x 5G: Ekspektasi Awal Biasa Saja, Ternyata Malah Begini...
Di saat yang sama, evolusi peretas berjalan sangat cepat. Mereka kini lebih sering memanfaatkan platform tepercaya dan alat internal resmi untuk bergerak menyamping (lateral movement) di dalam jaringan. Modus ini membuat mereka bisa menetap di dalam sistem perusahaan selama berbulan-bulan tanpa terdeteksi oleh sistem keamanan tradisional.
Menjawab titik buta (blind spot) tersebut, Fortinet menghadirkan FortiNDR Cloud. Solusi berbasis awan ini menggunakan analitik mutakhir berbasis Artificial Intelligence (AI) dan intelijen ancaman langsung dari FortiGuard Labs.
Senjata Utama FortiNDR Cloud: Tangkap Anomali dengan AI
Dengan menempatkan PoP di Singapura, lalu lintas data dan analisis jaringan untuk pelanggan di ASEAN akan diproses dengan latensi yang jauh lebih rendah. Platform ini bertindak sebagai detektif digital cerdas dengan kemampuan unggulan berikut:
- Analisis Perilaku AI: Mampu membedakan mana aktivitas bisnis yang normal dan mana perilaku mencurigakan yang tersamar dengan sangat rapi di dalam jaringan (lingkungan on-premises, cloud, hybrid, hingga teknologi operasional / OT).
- Penyederhanaan SOC (Security Operations Center): Memberikan visibilitas penuh, bahkan untuk perangkat yang tidak dikelola seperti Internet of Things (IoT).
- AI Bahasa Alami (Natural Language): Memudahkan tim keamanan untuk berinteraksi dan memerintahkan sistem hanya dengan menggunakan bahasa sehari-hari.
- Retrospective Hunting 365 Hari: Memungkinkan tim keamanan melacak mundur jejak aktivitas jaringan hingga satu tahun ke belakang untuk investigasi mendalam, secara drastis memangkas waktu singgah peretas (attacker dwell time).
"Organisasi di seluruh ASEAN dan Asia-Pasifik beroperasi dalam lingkungan digital yang semakin kompleks. Investasi berkelanjutan Fortinet di Singapura mencerminkan komitmen jangka panjang kami untuk membantu pelanggan membangun ketahanan siber yang lebih kuat melalui kemampuan keamanan terintegrasi berbasis AI yang tersedia lebih dekat dengan lokasi operasional mereka," jelas Jack Chan, VP, Product Management and Field CTO APAC, Fortinet.
Sementara itu, Jess Ng, Country Head Fortinet untuk Singapura dan Brunei, menambahkan bahwa fasilitas baru ini sangat relevan dengan kebutuhan perusahaan modern saat ini.
"Dengan ancaman siber yang semakin canggih, FortiNDR Cloud PoP di Singapura menghadirkan kemampuan deteksi dan respons mutakhir yang lebih dekat dengan pelanggan, membantu mereka memperkuat ketahanan operasional dan mendukung eksekusi keamanan yang jauh lebih cepat," pungkas Jess Ng.
Kehadiran infrastruktur FortiNDR Cloud PoP di negara tetangga Singapura adalah berita baik bagi ekosistem bisnis enterprise di Indonesia menurut Laptophia. Selama ini, latensi dan masalah kepatuhan data (data compliance) sering kali menjadi kendala saat perusahaan lokal ingin menggunakan layanan keamanan siber berbasis cloud yang servernya berada di Amerika atau Eropa.
Dengan pelacakan berbasis AI yang kini hadir di "halaman depan" ASEAN, tim IT perusahaan kini punya "senjata" yang lebih gesit untuk menendang hacker sebelum mereka sempat mencuri data penting.
Anda mungkin suka:iQOO 15R Named Official Gaming Phone for 2026 Asian Games Esports Qualifiers: Honor of Kings




Posting Komentar