Dataiku dan Palang Merah Singapura Manfaatkan AI untuk Prediksi Bencana dan Wabah Penyakit - Bicara soal Kecerdasan Buatan (AI), pembaca Laptophia pasti langsung teringat pada efisiensi bisnis, otomatisasi pabrik, atau sekadar fitur canggih di smartphone. Namun, bagaimana jika AI digunakan untuk misi yang jauh lebih mulia: menyelamatkan nyawa manusia?
Inilah yang sedang diwujudkan oleh Dataiku, platform pengembang AI global, melalui kolaborasinya dengan Palang Merah Singapura (Singapore Red Cross/SRC). Lewat inisiatif bertajuk AI-for-Good, Dataiku menyediakan akses platform canggihnya secara gratis, lengkap dengan dukungan pro bono dari para data scientist dan engineer andal mereka, untuk membantu tim Humanitarian Innovation and Technology (HIT) SRC.
Fokus utama kolaborasi ini sangat ambisius, yakni mendeteksi bencana sedini mungkin dan memprediksi wabah penyakit lebih cepat sebelum memakan banyak korban.
Selamat Tinggal Proses Manual: AI Pantau Bencana se-Asia Tenggara
Selama ini, Palang Merah Singapura sangat bergantung pada tenaga manusia untuk mengumpulkan, membersihkan, hingga menyortir ribuan data terkait bencana alam maupun krisis akibat ulah manusia. Proses manual ini tentu memakan waktu dan rawan ketidakkonsistenan format data.
Baca juga:Lenovo Yoga 7 2-in-1 Aura Edition 14IPH11, Laptop Hybrid dengan Baterai Tahan 16,5 Jam!
Dengan mengadopsi platform AI dari Dataiku, proses pemantauan bencana tersebut kini berjalan secara otomatis. SRC sukses meningkatkan kecepatan dan akurasi data secara signifikan. Lebih dari itu, AI memungkinkan SRC untuk menarik data kontekstual tambahan—seperti tren iklim dan pola cuaca cuaca real-time. Ini artinya keputusan pengerahan bantuan dapat diambil jauh lebih cepat dan berbasis fakta (data-driven).
Cegah Wabah Leptospirosis di Thailand Sebelum Terjadi
Dampak teknologi ini tidak hanya berhenti pada bencana alam. Kolaborasi Dataiku dan SRC juga melahirkan model pembelajaran mesin (machine learning) yang mampu memprediksi persebaran Leptospirosis, penyakit endemik mematikan yang ditularkan melalui air di Thailand.
Dengan menganalisis data cuaca dan lingkungan secara mendalam, Palang Merah Singapura kini dapat memprediksi potensi wabah lebih awal. Hal ini memungkinkan mereka menyiapkan intervensi dini, seperti mengalokasikan obat-obatan dan sumber daya ke komunitas yang paling rentan bahkan sebelum wabah tersebut meledak.
“Di seluruh kawasan Asia Pasifik, dampak bencana dan krisis kesehatan terus meningkat. Perbedaan antara sekadar bereaksi dan mengantisipasi bisa berdampak pada ribuan nyawa. Ketika AI berada di tangan tim di lapangan, AI menjadi kekuatan ganda—memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat, koordinasi yang lebih baik, dan pada akhirnya menciptakan komunitas yang lebih tangguh,” tegas Andrew Boyd, SVP Asia Pacific & Japan Dataiku.
Program AI-for-Good dari Dataiku sendiri sejatinya sudah berjalan sejak 2019, membantu berbagai LSM global dalam urusan distribusi pangan hingga inisiatif lingkungan.
Head of AI-for-Good Program Dataiku, Charlotte Lambert, menambahkan bahwa penerapan AI di Palang Merah Singapura adalah cetak biru masa depan kemanusiaan. Teknologi ini mengubah cara organisasi menjangkau masyarakat lebih awal dan merespons krisis dengan presisi tinggi.
Senada dengan hal tersebut, Assistant Head of International Affairs Singapore Red Cross, Nur Hafiza AB Mutalif, menyoroti nilai kemanusiaan di balik setiap angka statistik.
“Di balik setiap titik data, terdapat sebuah komunitas yang membutuhkan bantuan. Kolaborasi ini memungkinkan kami mengubah data menjadi tindakan yang tepat waktu dan terarah. Pada akhirnya, ini bukan hanya soal membuat bantuan lebih cepat tiba, tetapi juga memastikannya lebih bermakna, berkelanjutan, dan responsif terhadap kondisi di lapangan,” ungkap Nur Hafiza.
Langkah Dataiku merangkul Palang Merah Singapura adalah contoh menarik mengenai bagaimana AI seharusnya digunakan menurut tim Laptophia.
Di saat banyak perusahaan teknologi berlomba membuat AI pencetak gambar atau teks demi monetisasi, penggunaan machine learning untuk memprediksi wabah penyakit dan cuaca ekstrem adalah inovasi riil yang dampaknya langsung menyentuh akar rumput. Ini membuktikan bahwa di tangan yang tepat, algoritma bukan hanya sekadar kode, melainkan instrumen penjaga kehidupan.
Anda mungkin suka:Harga dan Spesifikasi HP HyperX OMEN Valorant 16 ap1888AX Terbaru Bertenaga GeForce RTX 5060




Posting Komentar