Siap Ubah Eksperimen AI Jadi Cuan! Dataiku Tunjuk Andrew Boyd Pimpin Ekspansi di Asia Pasifik dan Jepang - Di tengah hiruk-pikuk tren kecerdasan buatan, tantangan terbesar bagi perusahaan besar saat ini bukan lagi sekadar "mencoba" AI, melainkan bagaimana mengubah teknologi tersebut menjadi dampak bisnis yang nyata dan terukur.
Menjawab tantangan ini, Dataiku, platform pionir untuk kesuksesan AI (Platform for AI Success), resmi menunjuk Andrew Boyd sebagai Senior Vice President (SVP) dan General Manager untuk wilayah Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Langkah strategis ini diambil untuk memacu pertumbuhan Dataiku di pasar-pasar kunci, termasuk ASEAN (Indonesia dkk), Korea Selatan, Jepang, hingga Australia.
Misi Utama: Membawa AI Keluar dari Laboratorium
Andrew Boyd bukan orang baru di industri teknologi enterprise. Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, ia memiliki rekam jejak kuat dalam menavigasi pasar yang kompleks dan teregulasi ketat di kawasan APJ.
Baca juga:Flagship Killer Paling Dingin! Ini 7 Kelebihan Realme GT 7T yang Bikin Masih Layak Beli di 2026
Tugas utamanya di Dataiku meliputi:
- Strategi Go-to-Market: Memimpin operasional regional untuk mempercepat adopsi platform Dataiku.
- Operasionalisasi AI: Membantu perusahaan skala besar beralih dari tahap eksperimen AI yang terfragmentasi menuju penerapan yang skalabel dan terkelola.
- Kemitraan Strategis: Memperkuat ekosistem mitra untuk memastikan pelanggan mendapatkan nilai maksimal dari investasi AI mereka.
Dari "Ambisi AI" Menuju "Akuntabilitas AI"
Phil Coady, Chief Revenue Officer Dataiku, menegaskan bahwa wilayah Asia Pasifik kini tengah bergeser dari sekadar ambisi menjadi akuntabilitas. Perusahaan kini dituntut untuk menunjukkan hasil nyata dari setiap rupiah atau dolar yang mereka investasikan pada teknologi AI.
"Andrew memiliki kemampuan membangun bisnis berkinerja tinggi di pasar yang beragam. Kepemimpinannya akan menjadi kunci bagi pelanggan kami untuk menjadikan AI sebagai inti dari operasional mereka," jelas Phil.
Mengapa Penunjukan Ini Penting bagi Industri?
Banyak organisasi seringkali terjebak dalam "pilot purgatory" atau tahap eksperimen yang tidak berujung. Andrew Boyd percaya bahwa kunci keberhasilan AI di wilayah APJ terletak pada tiga hal: Tata kelola yang kuat, keahlian lokal, dan keterkaitan yang jelas dengan hasil bisnis.
"Organisasi menghadapi tekanan untuk melampaui tahap eksperimen. Dataiku berada pada posisi unik untuk memberikan kontrol dan fleksibilitas yang dibutuhkan perusahaan agar bisa mengoperasionalkan AI dalam skala besar dengan penuh kepercayaan," ungkap Boyd.
Momentum Global Dataiku
Hingga saat ini, Dataiku telah bekerja sama dengan lebih dari 750 organisasi di seluruh dunia, termasuk banyak raksasa global. Kehadiran Andrew Boyd diharapkan mampu memperkuat dominasi Dataiku di Asia Pasifik, membantu perusahaan lokal di Indonesia dan sekitarnya untuk tidak hanya sekadar mengikuti tren, tetapi benar-benar memetik hasil dari revolusi kecerdasan buatan.
Menurut pembaca Laptophia, apakah perusahaan-perusahaan di Indonesia sudah siap sepenuhnya mengintegrasikan AI ke dalam bisnis harian, atau masih sekadar ikut-ikutan tren? Tulis pendapat Anda di kolom komentar!
Anda mungkin suka:Raja Gaming 2 Jutaan? Ini 5 Kelebihan Tecno Pova 7 5G yang Bikin Kompetitor Ketar-ketir!




Posting Komentar