eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB
Bookmark

Bahaya! Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Fortinet Sebut Kesiapan Perusahaan di Indonesia Masih Kurang

Bahaya! Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Fortinet Sebut Kesiapan Perusahaan di Indonesia Masih Kurang - Tahun 2026 menjadi titik balik yang krusial bagi dunia keamanan siber. Di saat perusahaan berlomba-lomba mengadopsi Kecerdasan Buatan (AI), para pelaku kejahatan siber ternyata selangkah lebih maju. Laporan terbaru dari Fortinet bersama Forrester Consulting mengungkapkan fakta mengkhawatirkan: kompleksitas ancaman berbasis AI kini telah melampaui tingkat kesiapan organisasi di Indonesia dan Asia Pasifik.

Studi ini menyoroti bahwa investasi besar-besaran di bidang TI ternyata tidak berbanding lurus dengan keamanan. Masalah utamanya? Fragmentasi sistem yang membuat tim keamanan "tenggelam" dalam ribuan peringatan (alert) setiap harinya.

Bahaya! Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Fortinet Sebut Kesiapan Perusahaan di Indonesia Masih Kurang


Ancaman AI: Musuh Tak Terlihat yang Menghantui Perusahaan

Berdasarkan temuan Fortinet, risiko siber saat ini dipicu oleh perpaduan antara kecanggihan eksternal dan kerumitan internal. Berikut adalah beberapa poin kunci dari studi tersebut:

Baca juga:Review Ugreen Nexode Pro 55W 10.000mAh: Power Bank Mungil Bertenaga Besar!

  • Ketakutan terhadap AI: Sebanyak 69% organisasi mengaku bahwa ancaman berbasis AI adalah kekhawatiran utama mereka tahun ini.
  • Alert Overload: Sekitar 46% perusahaan melaporkan bahwa volume peringatan keamanan yang masuk terlalu banyak, sehingga sulit membedakan mana ancaman nyata dan mana yang sekadar "gangguan".
  • Kesiapan yang Rendah: Hanya 16% organisasi yang sudah mencapai tingkat kematangan keamanan siber tahap lanjut. Mayoritas masih terjebak di tingkat menengah.

Kondisi ini diperparah dengan fakta bahwa 43% organisasi masih mengandalkan alur kerja manual untuk merespons serangan. Di dunia di mana AI bisa menyerang dalam hitungan milidetik, respon manual tentu sudah tidak lagi relevan.

Pergeseran ke Keamanan Berbasis Platform

Menghadapi kenyataan pahit ini, mulai terjadi pergeseran tren besar-besaran. Perusahaan kini mulai meninggalkan pendekatan "beli banyak alat terpisah" dan beralih ke arsitektur keamanan terpadu (platform-based).

Saat ini, baru sekitar 29% organisasi yang menggunakan platform terpadu. Namun, angka ini diprediksi akan melonjak hingga 60% dalam dua tahun ke depan. Tujuannya jelas: mengurangi keragaman alat yang tidak saling bicara satu sama lain dan meningkatkan integrasi di lingkungan hybrid cloud.

Menariknya, hampir semua organisasi (95%) berencana menaikkan anggaran untuk AI keamanan mereka. Mereka berharap AI dapat meningkatkan akurasi deteksi dan mempercepat respon insiden. Namun, ada lubang besar yang menganga: kesiapan data.

Rashish Pandey, VP of Marketing and Communications APAC Fortinet, memperingatkan bahwa AI tidak akan efektif jika dibangun di atas data yang terfragmentasi. Tanpa visibilitas yang terhubung lintas lingkungan, AI justru berisiko menambah kompleksitas, bukan menguranginya.

Apa Kata Fortinet Indonesia?

Edwin Lim, Country Director Fortinet Indonesia, menegaskan bahwa tantangan di tanah air sangat nyata. Fragmentasi alat dan visibilitas yang terbatas membuat tim keamanan sulit bergerak cepat.

"Di Fortinet, kami membantu organisasi menyederhanakan arsitektur keamanan mereka. Kuncinya adalah pendekatan terpadu yang menggabungkan visibilitas, otomatisasi, dan intelijen berbasis AI agar perusahaan tidak hanya sekadar bertahan, tapi mampu melawan balik," ujar Edwin.

Laporan Fortinet ini menjadi pengingat keras bagi para pelaku bisnis di Indonesia menurut Laptophia. Membeli teknologi AI tercanggih sekalipun tidak akan berguna jika sistem internal masih terkotak-kotak (siloisasi). Di era 2026 ini, keamanan siber bukan lagi soal seberapa banyak "pagar" yang pengguna pasang, melainkan seberapa cerdas dan terintegrasi sistem radar Anda dalam mendeteksi penyusup sebelum kerusakan terjadi.

Anda mungkin suka:Ini 5 Kekurangan Advan Tab Sketsa 3 yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Beli!
0

Posting Komentar