eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB
Bookmark

Raja Cloud Asia Pasifik! Alibaba Cloud Makin Dominan, Indonesia Jadi Kunci Pertumbuhan Berbasis AI

Raja Cloud Asia Pasifik! Alibaba Cloud Makin Dominan, Indonesia Jadi Kunci Pertumbuhan Berbasis AI - Dominasi Alibaba Cloud di kawasan Asia Pasifik tampaknya masih sulit tergoyahkan. Berdasarkan laporan terbaru dari Gartner bertajuk “Market Share: IaaS, Worldwide, 2025”, Alibaba Cloud kembali mengukuhkan posisinya sebagai penyedia Infrastructure-as-a-Service (IaaS) terbesar di Asia Pasifik berdasarkan pendapatan.

Tidak sekadar bertahan, raksasa teknologi ini justru mencatatkan kenaikan pangsa pasar yang signifikan di tengah gempuran kompetitor global. Hal ini membuktikan bahwa strategi berbasis AI yang mereka usung mulai membuahkan hasil manis di kawasan ini, termasuk di pasar strategis seperti Indonesia.

Raja Cloud Asia Pasifik! Alibaba Cloud Makin Dominan, Indonesia Jadi Kunci Pertumbuhan Berbasis AI


Angka yang Berbicara: Dominasi di Asia Pasifik & Global

Data Gartner yang dirilis pada April 2026 menunjukkan tren positif bagi tulang punggung teknologi Alibaba Group ini:

Baca juga:AMD Ryzen 9 9950X3D2 Dual Edition Dirilis, Prosesor Pertama dengan Dual 3D V-Cache

  • Pangsa Pasar Asia Pasifik: Meningkat menjadi 22,5% pada tahun 2025 (naik dari 20,8% di tahun sebelumnya).
  • Pangsa Pasar Global: Naik ke angka 7,7%, menempatkan Alibaba Cloud di peringkat keempat sebagai penyedia IaaS terbesar di dunia.
  • Pertumbuhan IaaS Global: Secara keseluruhan, pasar IaaS dunia tumbuh sebesar 24,3% dengan tambahan pendapatan mencapai US$45 miliar, di mana beban kerja berbasis AI (AI-native workloads) menjadi pendorong utamanya.

Strategi "AI-Native" dan Kepercayaan Pelanggan

Kenaikan pangsa pasar ini bukan tanpa alasan. Alibaba Cloud secara agresif menerapkan strategi cloud berbasis AI-native dan agent-native untuk memenuhi kebutuhan perusahaan yang ingin mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam operasional mereka.

“Banyak perusahaan membahas infrastruktur AI dan layanan model. Data menunjukkan bahwa pelanggan di kawasan ini benar-benar menentukan pilihan mereka, dan mereka memilih Alibaba Cloud. Kepercayaan ini dibangun melalui investasi jangka panjang dalam menyiapkan kapasitas sebelum permintaan tumbuh,” jelas Dr. Li Feifei, Chief Technology Officer Alibaba Cloud.

Posisi di Indonesia dan Rekor di Singapura

Alibaba Cloud menunjukkan performa yang sangat kuat di beberapa pasar kunci Asia Tenggara:

  • Indonesia & Malaysia: Alibaba Cloud kokoh menempati posisi kedua sebagai penyedia layanan cloud terbesar.
  • Singapura: Berhasil naik ke posisi ketiga dan menjadi satu-satunya pemain global utama yang mencatat pertumbuhan tahunan hingga tiga digit (YoY).
  • Tiongkok Daratan & Hong Kong: Tetap mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar nomor satu.

Infrastruktur Masif: 78 Pusat Data di Asia

Untuk mendukung penggunaan AI dalam skala besar, Alibaba Cloud telah mengoperasikan total 78 pusat data di seluruh Asia. Infrastruktur ini mencakup kapabilitas komputasi, penyimpanan, jaringan, hingga keamanan yang dioptimalkan khusus untuk lingkungan produksi AI.

Di era di mana kedaulatan data (data sovereignty) dan regulasi semakin ketat, peran IaaS seperti Alibaba Cloud menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk menyatukan berbagai kebutuhan orkestrasi data mereka tanpa melanggar aturan lokal.

Kinerja kuat Alibaba Cloud menegaskan bahwa mereka siap memimpin era AI di Asia Pasifik. Bagi pelaku industri di Indonesia, kehadiran layanan cloud yang stabil dan dioptimalkan untuk AI menjadi modal penting untuk mempercepat transformasi digital menuju visi Indonesia Emas!

Apakah perusahaan pembaca Laptophia sudah mulai beralih ke infrastruktur berbasis AI tahun ini? Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar!

Anda mungkin suka:Spesifikasi Vivo V70 FE Terbaru Bertenaga Dimensity 7360 dan Kamera 200MP OIS
Posting Komentar

Posting Komentar