Biznet Gio Gandeng AMD EPYC untuk Akselerasi AI dan Efisiensi Energi - Di tengah pesatnya adopsi Kecerdasan Buatan (AI) di Indonesia, kebutuhan akan infrastruktur cloud yang tangguh namun efisien menjadi harga mati. Biznet Gio Cloud, penyedia layanan cloud lokal nomor satu di Indonesia, mengumumkan langkah strategisnya dalam memperkuat performa layanan melalui penggunaan prosesor AMD EPYC.
Langkah ini bukan sekadar upgrade perangkat keras biasa. Dengan beralih ke CPU Server AMD EPYC (termasuk generasi ke-4 dan ke-5 terbaru), Biznet Gio berhasil menjawab tantangan skalabilitas, menekan biaya operasional, hingga berkontribusi signifikan pada penghematan energi data center.
Siap Hadapi Era "Physical AI" dan Machine Learning
Kebutuhan beban kerja AI di pasar Indonesia sering kali tidak konsisten dan sulit diprediksi. Menjawab tantangan ini, Biznet Gio menghadirkan solusi fleksibel melalui produk NEO GPU dan NEO Metal.
Baca juga:Harga dan Spesifikasi Realme 16 Pro 5G Bertenaga Dimensity 7300 Max dan Kamera 200MP
- NEO GPU: Layanan Virtual Machine yang dilengkapi dengan akselerasi GPU.
- NEO Metal: Server bare metal dengan GPU yang memungkinkan pelanggan menguasai sumber daya perangkat secara penuh.
“Tantangan utama kami adalah skalabilitas dan elastisitas. Dengan adopsi AI yang masif, terjadi kelangkaan RAM dan SSD secara global. Namun, efisiensi yang ditawarkan AMD EPYC membantu kami tetap kompetitif,” ujar Saputro Aryulianto, VP of Technology Operations Biznet Gio Cloud.
Mengapa AMD EPYC Menjadi "Standard" Baru di Biznet Gio?
Hingga saat ini, Biznet Gio telah mengoperasikan lebih dari 350 server bare metal yang ditenagai oleh AMD EPYC. Sekitar 90% dari seluruh armada server terbaru mereka kini menggunakan prosesor AMD.
Ada beberapa alasan kuat mengapa raksasa cloud lokal ini memberikan nilai 10/10 untuk AMD:
- Performa per Watt Terbaik: Mengurangi penggunaan daya hingga 8% dan menekan emisi karbon hingga 2.100 kg per server.
- Densitas Core Tinggi: Mampu mengurangi biaya lisensi perangkat lunak hingga 20% karena jumlah core yang lebih padat per socket.
- Kecepatan Clock & Cache Unggul: Menawarkan kecepatan lebih dari 3GHz dan L3 Cache di atas 128MB.
- Rantai Pasok Lebih Cepat: Waktu pengiriman hardware yang lebih singkat dibandingkan kompetitor.
“Data tidak bisa berbohong. Jika Anda membandingkan AMD EPYC secara langsung dengan kompetitor, AMD EPYC tetap memegang posisi teratas,” tegas Aryulianto.
Ekspansi ke Bali hingga Asia Pasifik
Tak puas hanya mendominasi pasar domestik, Biznet Gio berencana melakukan ekspansi besar-besaran di tahun 2026 ini.
- Region Keempat: Setelah sukses di tiga region, Biznet Gio akan segera meluncurkan data center region keempat di Bali dengan standar AMD EPYC.
- Go International: Rencana ekspansi ke wilayah APAC (Asia Pasifik) mulai dimatangkan.
- Lawan Dominasi Global: Biznet Gio bersiap meluncurkan NEO DNS dan NEO CDN berbasis AMD EPYC untuk menantang dominasi pemain global seperti Cloudflare di Indonesia.
Melirik AMD Instinct dan Ekosistem Terbuka (ROCm)
Melihat harga akselerator GPU yang kian melambung, Biznet Gio kini mulai mengeksplorasi penggunaan GPU AMD Instinct sebagai alternatif. Dukungan ekosistem terbuka melalui ROCm (open-source) menjadi daya tarik utama bagi tim IT Biznet Gio agar tidak terjebak pada satu vendor tertentu (vendor lock-in).
Langkah Biznet Gio membuktikan bahwa penyedia layanan lokal mampu bersaing di level internasional dengan pemilihan teknologi yang tepat. Dengan AMD EPYC sebagai standar operasional, konsumen di Indonesia kini bisa menikmati layanan cloud kelas dunia yang lebih terjangkau, stabil, dan ramah lingkungan.
Anda mungkin suka:Review Realme Buds Air 8: TWS ANC Terbaik dengan Dual Driver Bersuara Mengesankan




1 komentar