WhizHack Technologies Resmi Masuk Indonesia, Siap Amankan Infrastruktur Kritikal dari Hacker - Ancaman siber yang kian agresif di tanah air mendapat lawan tanding baru. WhizHack Technologies, penyedia solusi keamanan siber global, secara resmi mengumumkan ekspansinya ke pasar Indonesia. Peluncuran ini dilakukan dalam acara eksklusif bersama CIO Association Indonesia, yang dihadiri oleh para petinggi teknologi (CIO dan CISO) dari berbagai sektor industri.
Kehadiran WhizHack bukan sekadar menambah daftar vendor keamanan, melainkan membawa misi besar untuk memperkuat ketahanan siber nasional melalui strategi yang lebih terintegrasi dan praktis.
Fokus pada Konvergensi IT dan OT: Mengamankan Pabrik hingga Infrastruktur
Salah satu poin krusial yang dibawa WhizHack adalah perlindungan pada titik temu antara Information Technology (IT) dan Operational Technology (OT). Di era manufaktur pintar dan infrastruktur terkoneksi, celah antara sistem kantor (IT) dan sistem operasional lapangan (OT) seringkali menjadi pintu masuk favorit bagi para peretas.
Baca juga:Review Asus ExpertBook PM3 PM3406CKA: Laptop Bisnis Tangguh Paling Worth It?
Untuk mengatasi hal ini, WhizHack memperkenalkan ZeroHack XDR Suite. Ini adalah platform keamanan terintegrasi yang dirancang untuk:
- Menyatukan Keamanan: Menghentikan penggunaan alat keamanan yang terfragmentasi (terpisah-pisah).
- Melindungi Sektor Industri: Memastikan operasional pabrik, sistem energi, dan layanan publik tetap berjalan tanpa gangguan siber.
- Deteksi Cepat: Menggunakan teknologi XDR untuk mendeteksi ancaman secara real-time di seluruh ekosistem digital.
Bukan Cuma Alat, Tapi Juga Skill: Konsep Cyber Range
WhizHack menegaskan bahwa teknologi secanggih apa pun tidak akan berguna tanpa sumber daya manusia yang kompeten.
"Teknologi memang kritis, tapi manusia adalah tulang punggung ketahanan siber yang sesungguhnya," ujar Abhijit Das, Co-Founder dan Managing Director WhizHack Technologies.
Oleh karena itu, WhizHack menawarkan konsep Cyber Range, sebuah lingkungan simulasi di mana tim IT perusahaan dapat berlatih menghadapi serangan nyata (baik menyerang maupun bertahan) dalam kondisi yang aman dan terkendali.
Solusi Tepat di Tengah "Darurat" Keamanan Siber Nasional?
Laptophia menilai masuknya WhizHack ke Indonesia sangat tepat waktu, mengingat seringnya terjadi kebocoran data dan serangan ransomware yang melumpuhkan berbagai sektor dalam beberapa tahun terakhir. Pendekatan mereka yang tidak hanya menjual software, tapi juga fokus pada pelatihan simulasi (Cyber Range), adalah pembeda yang sangat signifikan. Perusahaan di Indonesia butuh "latihan perang", bukan sekadar memasang antivirus.
Namun, secara Laptophia perlu mengingatkan bahwa pasar Indonesia memiliki karakteristik yang unik dan tantangan regulasi yang dinamis, seperti implementasi UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). WhizHack harus mampu membuktikan bahwa solusi mereka tidak hanya canggih di tingkat global, tetapi juga relevan dan "patuh" terhadap aturan lokal.
Selain itu, tantangan terbesar bagi penyedia solusi XDR adalah masalah biaya dan integrasi dengan sistem warisan (legacy system) yang masih banyak digunakan oleh instansi pemerintah dan BUMN. Laptophia berharap WhizHack tidak hanya menyasar korporasi besar, tetapi juga mampu memberikan solusi strategis bagi sektor-sektor kritikal yang selama ini masih rentan tersentuh serangan siber. Keberhasilan WhizHack di Indonesia akan sangat bergantung pada seberapa cepat mereka bisa beradaptasi dengan ekosistem lokal yang kompleks ini.
Anda mungkin suka:Review Asus Vivobook S 15 OLED S5507QA, Sekencang Apa Snapdragon X Elite?




Posting Komentar