eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB
Bookmark

Lewat 'Inside LLV', Sinar Mas Land Jadikan BSD City Laboratorium Raksasa Buat Startup Dunia

Lewat 'Inside LLV', Sinar Mas Land Jadikan BSD City Laboratorium Raksasa Buat Startup Dunia - Menjamurnya startup di Indonesia seringkali terbentur tembok besar: inovasi yang bagus di atas kertas, tapi sulit diterapkan di dunia nyata. Menjawab tantangan tersebut, Living Lab Ventures (LLV), lengan corporate venture capital milik Sinar Mas Land, menggelar perhelatan Inside LLV di Digital Experience Center (DXC), BSD City.

Acara ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul biasa, melainkan pengukuhan BSD City sebagai living lab—sebuah laboratorium hidup di mana solusi teknologi startup bisa langsung diuji coba dalam skala kota yang sesungguhnya.

Lewat 'Inside LLV', Sinar Mas Land Jadikan BSD City Laboratorium Raksasa Buat Startup Dunia


Jembatan Inovasi ke Implementasi Nyata

Mulyawan Gani, Chief Transformation and Data Officer Sinar Mas Land, menekankan bahwa kolaborasi di LLV tidak boleh berhenti pada investasi dana saja. 

"Kami ingin memastikan kolaborasi berlanjut hingga tahap pengujian dan implementasi. BSD City kami posisikan sebagai tempat solusi dapat diuji langsung di lingkungan operasional yang sebenarnya," ujarnya.

  • Artinya, startup yang bergabung dalam ekosistem LLV mendapatkan akses ke:
  • Infrastruktur Kota: Pengujian solusi smart city, transportasi, hingga manajemen energi.
  • Akses Pasar: Jaringan lini bisnis Sinar Mas Land yang sangat luas.
  • Mentorship Strategis: Pendampingan dari pakar untuk memvalidasi model bisnis sebelum dilempar ke pasar global.
Baca juga:Cara Update OriginOS 6 Berbasis Android 16 di iQOO Z10 5G Melalui OTA

Kolaborasi Lintas Negara: Jaringan Jepang hingga Asia Tenggara

Inside LLV juga menghadirkan diskusi panel strategis yang menyoroti Global Partnership. Hendry Sunaryo dari Bank Danamon (bagian dari MUFG Group) menjelaskan peran Japan Thematic Fund (JTF). Melalui JTF, startup lokal tidak hanya mendapatkan modal, tapi juga "tiket emas" untuk mengakses pasar Jepang dan jaringan regional yang kuat.

Bayu Seto, Partner di Living Lab Ventures, menambahkan bahwa misi besar LLV adalah menjadi titik temu. "Kami mendukung startup melalui akses pasar dan integrasi operasional. Ini mempercepat proses validasi solusi sekaligus skala usaha mereka," ungkapnya.

Langkah Konkrit di Tengah "Tech Winter" yang Belum Usai?

Laptophia menilai inisiatif Inside LLV adalah angin segar yang sangat dibutuhkan ekosistem teknologi Indonesia saat ini. Di era di mana investor semakin selektif dan fenomena "bakar uang" mulai ditinggalkan, pendekatan LLV yang berfokus pada use cases (penerapan nyata) dan profitability adalah langkah yang sangat cerdas. Menjadikan kawasan mandiri seperti BSD City sebagai tempat uji coba (sandbox) memberikan keuntungan yang tidak dimiliki oleh perusahaan modal ventura murni: validasi data riil.

Namun, secara kritis Laptophia mencatat bahwa tantangan terbesar dalam kolaborasi korporasi-startup adalah masalah birokrasi dan perbedaan ritme kerja. Korporasi besar cenderung bergerak lambat dengan banyak lapisan regulasi internal, sementara startup dituntut untuk bergerak secepat kilat.

Laptophia berharap LLV bisa benar-benar menjadi "pelumas" yang efektif agar proses integrasi teknologi startup ke dalam ekosistem Sinar Mas Land tidak tertahan oleh sekat-sekat birokrasi yang kaku. 

Selain itu, keterbukaan ekosistem ini terhadap startup di luar bidang properti (seperti fintech, edutech, atau greentech) akan menjadi ujian sejauh mana BSD City bisa benar-benar menjadi miniatur sebuah negara digital yang inklusif. Jika berhasil, model LLV ini bisa menjadi blueprint bagi pengembang kawasan lain di Indonesia untuk tidak hanya membangun gedung, tapi juga membangun ekosistem inovasi.

Anda mungkin suka:Dell Pro 14 Essential PV14255, Laptop Bisnis AI Kencang Bertenaga AMD Ryzen 5 220 Hexa Core
Posting Komentar

Posting Komentar