Standar Esports Dunia Berubah! ASUS ROG Pasok Monitor 610Hz dan PC RTX 5080 untuk PGL Season 2026 - Gebrakan besar terjadi di kancah esports global. ASUS Republic of Gamers (ROG) secara resmi mengumumkan kerja sama ekstensif dengan PGL sebagai mitra penyedia monitor, PC, dan periferal resmi untuk seluruh musim 2026.
Langkah ini bukan sekadar kemitraan biasa, melainkan sebuah lompatan teknologi. Mulai dari babak penyisihan grup hingga grand final di Rumania, setiap player station akan dipersenjatai dengan perangkat kasta tertinggi yang menjamin latensi mendekati nol. Standar baru "rata kanan" kini resmi menjadi wajah baru turnamen PGL.
Monitor ROG Strix XG248QSG Ace: Kecepatan "Gila" 610Hz!
Bintang utama dalam turnamen ini adalah ROG Strix XG248QSG Ace. Saat monitor 360Hz atau 540Hz masih dianggap mewah, ASUS ROG melompat ke angka 610Hz (overclock).
Baca juga:Review Asus ROG Flow X16 GV601, Laptop Gaming Hybrid 16 Inci Powerful dan Paling Fleksibel
- Panel: 24,1 inci FHD Super-TN.
- Teknologi: Dibekali Extreme Low Motion Blur 2 (ELMB 2) untuk memastikan tidak ada bayangan (ghosting) pada gerakan super cepat para atlet CS2 atau Dota 2.
- Tujuan: Menghilangkan setiap milidetik hambatan visual antara mata pemain dan aksi di layar.
Monster Gaming "Powered by ASUS": Duet RTX 5080 & Ryzen 7 9800X3D
Untuk mengimbangi monitor 610Hz, PGL menggunakan PC Powered by ASUS dengan spesifikasi yang bikin iri setiap gamer:
- GPU: ASUS Prime GeForce RTX 5080 (arsitektur NVIDIA terbaru untuk FPS maksimal).
- CPU: AMD Ryzen 7 9800X3D (prosesor yang saat ini memegang takhta sebagai CPU gaming tercepat dunia).
- Motherboard: ASUS TUF Gaming X870E-Plus WiFi 7 untuk stabilitas koneksi nirkabel masa depan.
- PSU: ASUS TUF Gaming 1000W Gold dengan komponen kelas militer demi keandalan selama turnamen berlangsung berhari-hari.
Periferal ROG Ace: Akurasi Tanpa Delay
Setiap klik dan gerakan tangan atlet akan diterjemahkan secara instan melalui:
- ROG Harpe II Ace: Mouse ultra-ringan 48 gram dengan sensor 42.000 dpi dan polling rate 8.000Hz
- ROG Falchion Ace 75 HE: Keyboard switch magnetik dengan fitur Rapid Trigger untuk respon tombol yang super sensitif.
- ROG Delta II: Headset nirkabel dengan driver titanium 50mm yang punya daya tahan baterai hingga 110 jam.
Antara Ambisi Latensi Nol dan Realitas Visual
Laptophia menilai langkah ASUS ROG dan PGL ini adalah sebuah statement keras kepada dunia esports. Dengan menghadirkan monitor 610Hz dan RTX 5080, mereka sedang membangun standar "PC Dewa" yang sebenarnya. Penggunaan prosesor AMD Ryzen 7 9800X3D adalah pilihan paling cerdas karena L3 Cache-nya yang besar sangat krusial untuk menjaga stabilitas minimum FPS di angka setinggi itu.
Namun secara kritis, Laptophia menyoroti penggunaan panel Super-TN pada monitor 610Hz tersebut. Meskipun TN adalah raja dalam urusan kecepatan dan response time, kita tahu bahwa panel ini seringkali mengorbankan akurasi warna dan viewing angle jika dibandingkan dengan IPS atau OLED. Bagi penonton di arena, mungkin ini tidak masalah, tapi bagi atlet, mereka benar-benar hanya membeli "kecepatan" murni di sini.
Selain itu, apakah mata manusia secara signifikan bisa membedakan 540Hz ke 610Hz? Ini masih menjadi perdebatan. Tapi dalam dunia kompetitif tingkat tinggi, keunggulan 0,1 milidetik sekalipun bisa menentukan pemenang hadiah jutaan dolar.
Anda mungkin suka:Review dan Benchmark AMD Ryzen 9 8945HS, Setara Intel Core Berapa?




Posting Komentar