Olimpiade Musim Dingin 2026 Jadi Panggung AI Terbesar, Alibaba Cloud Bawa Teknologi Qwen ke Milano Cortina! - Masih ingat dengan efek Bullet Time ala film Matrix di Olimpiade sebelumnya? Siap-siap, karena Alibaba Cloud baru saja mengumumkan gebrakan teknologi yang jauh lebih gila untuk Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026.
Bekerja sama dengan Olympic Broadcasting Services (OBS) dan Komite Olimpiade Internasional (IOC), Alibaba Cloud bakal menyulap ajang olahraga salju ini menjadi festival teknologi AI dan Cloud paling canggih dalam sejarah.
Nonton Live Serasa Main Game: Replay 360º & Spacetime Slices
Salah satu fitur paling ditunggu adalah sistem Real-Time 360º Replay. Berbeda dengan tayangan ulang biasa, algoritma AI Alibaba kini mampu memisahkan sosok atlet dari latar belakang salju dan es yang kompleks.
Baca juga:Spesifikasi Xiaomi Redmi Note 15 5G Terbaru Bertenaga Snapdragon 6 Gen 3 dengan Kamera 108MP OIS
Hanya dalam waktu 15-20 detik, sistem ini bisa merender rekonstruksi 3D momen krusial. Bahkan ada fitur baru bernama Spacetime Slices, yang bisa menampilkan beberapa fase gerakan atlet (seperti lompatan ski) dalam satu gambar komposit. Penonton pun bisa melihat detail teknik sang atlet secara presisi dan dramatis!
Qwen AI: "Otak" di Balik Pencarian Konten Super Cepat
Alibaba juga memperkenalkan Qwen, Large Language Model (LLM) pertama yang digunakan secara resmi di Olimpiade. Manfaatnya?
- Automatic Media Description (AMD): AI akan otomatis menandai (tagging) atlet dan momen penting dalam hitungan detik.
- Pencarian Pintar: Tim penyiar tinggal mengetik "cari kemenangan medali emas figure skating", dan sistem akan menyajikannya secara instan.
- AI Assistant: Penggemar bisa mengobrol langsung dengan asisten AI multibahasa di situs resmi untuk menanyakan info pertandingan.
Cloud Broadcasting: Selamat Tinggal Satelit Tradisional
Milano Cortina 2026 akan menjadi standar baru di mana Live Cloud menjadi platform distribusi utama, menggantikan koneksi satelit yang mahal dan lambat. Sebanyak 39 broadcaster global akan menyalurkan 428 konten live video melalui infrastruktur Alibaba Cloud. Hal ini memungkinkan stasiun TV kecil tetap bisa menyiarkan kualitas profesional tanpa modal besar di awal.
Inovasi yang Mengagumkan, Namun Ada "Harga" yang Harus Dibayar
Laptophia menilai langkah Alibaba Cloud ini adalah sebuah lonjakan besar bagi industri penyiaran. Penggunaan LLM Qwen bukan sekadar gimmick, melainkan solusi nyata untuk mengelola data raksasa sebesar 8 Petabyte (arsip sejarah Olimpiade).
Dengan AI, momen legendaris yang terkubur puluhan tahun kini bisa dicari semudah mengetik di Google. Efek visual seperti Spacetime Slices juga membuat olahraga musim dingin yang sangat cepat menjadi lebih mudah dipahami oleh penonton awam.
Namun, Laptophia menyoroti sisi lain dari digitalisasi total ini. Ketergantungan penuh pada satu ekosistem Cloud (vendor lock-in) membawa risiko teknis yang besar; jika terjadi gangguan jaringan pada skala global, seluruh siaran dunia bisa lumpuh seketika.
Selain itu, dominasi AI dalam melakukan tagging dan narasi otomatis berisiko mengurangi "sentuhan manusia" dalam penceritaan (storytelling) olahraga yang biasanya sarat akan emosi. Meskipun efisien, kita harus memastikan bahwa AI tetap menjadi asisten, bukan pengganti narasi otentik para komentator manusia. Namun secara keseluruhan, Milano Cortina 2026 akan menjadi bukti nyata bahwa masa depan penyiaran bukan lagi soal kabel dan antena, melainkan soal algoritma dan awan.
Anda mungkin suka:Xiaomi Redmi Note 15 Pro 5G Andalkan Bodi Tangguh Bertenaga Dimensity 7400 Ultra dan Kamera 200MP OIS




Posting Komentar