eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB
Bookmark

Musik Bertemu AI! IBM Luncurkan GRAMMY IQ, Cara Baru Tes Wawasan Musik Jelang Grammy Awards 2026

Musik Bertemu AI! IBM Luncurkan GRAMMY IQ, Cara Baru Tes Wawasan Musik Jelang Grammy Awards 2026 - Menjelang perhelatan Music’s Biggest Night®, IBM dan The Recording Academy kembali memperkuat kolaborasi mereka yang telah terjalin selama hampir satu dekade. Kali ini, mereka memperkenalkan GRAMMY IQ, sebuah platform interaktif berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dibangun menggunakan teknologi IBM watsonx.

Inovasi ini bertujuan untuk mengubah ribuan data sejarah industri musik milik The Recording Academy menjadi pengalaman digital yang seru dan informatif bagi jutaan penggemar musik di seluruh dunia.

Musik Bertemu AI! IBM Luncurkan GRAMMY IQ, Cara Baru Tes Wawasan Musik Jelang Grammy Awards 2026


Uji Nyali Wawasan Musik dengan AI Agentik

GRAMMY IQ bukan sekadar kuis biasa. Dengan memanfaatkan teknologi AI Agentic dan Large Language Model (LLM) IBM Granite 3.0, platform ini mampu menghasilkan pertanyaan, petunjuk, hingga penjelasan jawaban yang sangat detail berdasarkan data historis Grammy dari berbagai genre dan generasi.

Baca juga:Advan 360 GO, Laptop Hybrid Murah Bertenaga AMD Ryzen 3 3200U Dual Core

Beberapa fitur unggulan yang bisa dinikmati penggemar antara lain:

  • Interaksi Mulus: Terintegrasi di berbagai kanal digital resmi Grammys®.
  • Papan Peringkat (Leaderboard): Penggemar bisa memamerkan skor tertinggi mereka di Grammy.com.
  • Undian Berhadiah: Mendorong keterlibatan harian pengguna menjelang malam penghargaan.
  • Musical Crossroads: Kolaborasi dengan GRAMMY Museum® untuk menghidupkan kembali perjalanan artis dari hampir 200 genre musik melalui pengalaman interaktif watsonx di lantai empat museum.

Digitalisasi untuk 30.000 Anggota Recording Academy

Selain memanjakan penggemar, IBM juga berfokus pada efisiensi internal. Mereka memperbarui portal keanggotaan bagi lebih dari 30.000 member Recording Academy—mulai dari penulis lagu hingga sound engineer. Portal ini kini dilengkapi dengan dukungan terjemahan dalam empat bahasa tambahan, memastikan kolaborasi global tetap lancar tanpa terkendala bahasa.

Adam Roth, Executive Vice President di The Recording Academy, menyatakan bahwa kolaborasi ini mencerminkan komitmen mereka terhadap inovasi dan penghargaan terhadap para artis yang membentuk budaya lintas generasi.

Saat AI Tak Lagi Sekadar Angka, Tapi Penjaga Sejarah

Laptophia menilai langkah IBM membawa teknologi watsonx dan model Granite 3.0 ke ajang Grammy Awards 2026 adalah pembuktian bahwa AI generatif memiliki sisi "humanis". Seringkali, data sejarah musik yang sangat besar hanya berakhir menjadi arsip yang membosankan. 

Namun, dengan GRAMMY IQ, IBM berhasil mengubah "tumpukan data" tersebut menjadi konten edukatif yang menghibur. Ini adalah strategi cerdas untuk menarik minat generasi muda (Gen Z dan Alpha) agar tetap terhubung dengan sejarah musik melalui cara yang mereka sukai: interaksi digital.

Namun, Laptophia juga menyoroti tantangan akurasi dan orisinalitas. Dalam dunia AI, risiko hallucination (AI memberikan jawaban yang terdengar meyakinkan tapi salah) tetap ada. Mengingat industri musik sangat sensitif terhadap detail sejarah dan kredit artis, IBM harus memastikan bahwa database yang digunakan benar-benar terverifikasi agar tidak menimbulkan kontroversi di kalangan komunitas musik yang fanatik.

Selain itu, tantangan bagi Recording Academy adalah bagaimana teknologi ini tidak hanya berhenti sebagai "gimmick" jelang acara, tetapi benar-benar menjadi alat bantu permanen bagi para profesional musik (member) dalam mengelola hak karya atau riset distribusi. 

Anda mungkin suka:Spesifikasi Laptop Infinix XBook B14 Terbaru dengan Ryzen 5 5500U Hexa Core
0

Posting Komentar