Alibaba Sulap Kastil Bersejarah Milan Jadi Gerai Ritel Virtual Berbasis AI untuk Olimpiade 2026 - Apa jadinya jika teknologi AI masa depan bertemu dengan arsitektur bersejarah abad pertengahan? Alibaba Group baru saja menjawabnya dengan meluncurkan “Alibaba Wonder on Ice” (AWI), sebuah instalasi interaktif raksasa yang berbasis AI dan cloud di Piazza del Castello Sforzesco, Milan.
Bukan sekadar pameran teknologi, instalasi ini menjadi bukti nyata bagaimana Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 bertransformasi dari "Cloud Olympics" menjadi "Intelligent Olympics". Alibaba mendemonstrasikan bagaimana belanja di masa depan tidak lagi membosankan, melainkan sebuah pengalaman imersif yang dipersonalisasi sepenuhnya oleh kecerdasan buatan.
Belanja Rasa Sci-Fi: Virtual Stylist hingga Avatar Digital
Saat memasuki area Alibaba Wonder on Ice, pengunjung tidak akan menemukan pelayan toko biasa. Sebaliknya, mereka akan disambut oleh Agen AI canggih. Berikut adalah kecanggihan yang ditawarkan:
Baca juga:Asus Zenbook 14 OLED UM3406GA OLED7111M Bertenaga AMD Ryzen AI 7 445 Gorgon Point
- Personalisasi Instan: Pengunjung cukup menyebutkan cabang olahraga favoritnya, dan sistem AI akan langsung merancang alur pengalaman yang unik bagi tiap individu.
- Virtual Stylist: Berbasis LLM Qwen3 terbaru, AI akan berperan sebagai penasihat gaya pribadi yang memberikan rekomendasi pakaian, parfum, hingga riasan secara interaktif.
- Avatar Jadi Karakter Utama: Dengan model image-to-video Wan 2.2, pengunjung bisa mengambil foto dan seketika berubah menjadi avatar digital yang membintangi video gala digital di lingkungan Olimpiade.
- Taobao Vision: Teknologi ini memungkinkan pengalaman belanja yang adaptif, di mana produk digital terasa nyata dan bisa berinteraksi dengan keinginan konsumen.
Arsitektur Es yang Ikonik di Kastil Sforza
Instalasi sepanjang 40 meter ini berdiri megah dengan dua struktur utama yang ramah lingkungan:
- Snow Globe: Paviliun berbentuk bola transparan yang menjadi layar proyeksi visual AI raksasa saat malam tiba.
- Crystalized Skirt Building: Struktur unik yang terinspirasi dari kepingan salju, tempat utama di mana pengunjung merasakan sensasi ritel virtual masa depan.
Struktur ini dirancang menggunakan material daur ulang, sehingga tidak meninggalkan jejak atau kerusakan pada situs bersejarah Kastil Sforza setelah acara berakhir.
Fan Art AI Pertama di Olympic Museum
Alibaba juga memamerkan 100 karya terbaik dari kompetisi AIGC Championship. Video-video pendek hasil kreasi penggemar menggunakan model AI Alibaba ini menjadi koleksi seni AI pertama yang secara resmi akan dipamerkan di Olympic Museum, Lausanne, Swiss.
Lompatan Besar Ritel Digital, Tapi Siapkah Kita?
Laptophia menilai inovasi "Alibaba Wonder on Ice" adalah sebuah standar baru (benchmark) yang sangat tinggi dalam dunia pemasaran digital. Alibaba berhasil menunjukkan bahwa AI bukan hanya soal chatbot teks, tapi soal menciptakan pengalaman emosional. Mengintegrasikan teknologi belanja virtual Taobao ke dalam fisik sebuah kastil bersejarah adalah cara yang sangat cerdas untuk memanusiakan teknologi tingkat tinggi agar lebih mudah diterima masyarakat luas.
Namun, Laptophia memandang bahwa teknologi virtual stylist dan belanja imersif ini masih memerlukan "jembatan" yang kuat untuk diterapkan secara massal di pasar seperti Indonesia. Masalah utama biasanya terletak pada perangkat pengguna; untuk menjalankan teknologi sekelas Qwen3 dan Taobao Vision secara lancar, dibutuhkan bandwidth internet yang sangat stabil dan perangkat dengan spesifikasi layar yang mumpuni.
Selain itu, privasi data tetap menjadi poin krusial. Ketika pengunjung menyerahkan preferensi dan foto wajah untuk dijadikan avatar, jaminan keamanan data di balik cloud harus benar-benar transparan. Terlepas dari itu, Alibaba telah sukses membuktikan bahwa di masa depan, garis antara dunia nyata dan dunia digital akan semakin kabur, dan Olimpiade 2026 adalah panggung pembuktiannya.
Anda mungkin suka:Asus Zenbook S16 OLED UM5606GA, Laptop Premium 16 Inci Bertenaga AMD Ryzen AI 9 465 10 Core




Posting Komentar