eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB
Bookmark

Gak Cuma Canggih, Tapi Ngerti Kamu! Samsung Rilis Your Companion to AI Living: Revolusi Hidup Praktis di 2026

Gak Cuma Canggih, Tapi Ngerti Kamu! Samsung Rilis Your Companion to AI Living: Revolusi Hidup Praktis di 2026 - Samsung Electronics kembali menggebrak dunia teknologi di ajang CES 2026, Las Vegas. Mengusung visi besar bertajuk “Your Companion to AI Living”, Samsung menegaskan bahwa di tahun 2026, Artificial Intelligence (AI) bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan "sahabat" yang memahami cara kita hidup.

Presiden Samsung Electronics Indonesia, Harry Lee, menekankan bahwa pengembangan AI di Samsung bertujuan untuk memahami kebiasaan dan mendukung kebutuhan pengguna secara intuitif, bukan menggantikan peran manusia.

Gak Cuma Canggih, Tapi Ngerti Kamu! Samsung Rilis Your Companion to AI Living: Revolusi Hidup Praktis di 2026


Vision AI: Saat Televisi Menjadi "Teman" Curhat dan Hiburan

Sebagai raja pasar TV selama dua dekade, Samsung memperkenalkan Vision AI. Teknologi ini mengubah layar televisi dari sekadar alat menonton menjadi Entertainment Companion.

Baca juga:Review Kamera Realme 13 Pro+ 5G: Kamera Periscope Kelas Flagship Termurah Saat Ini!

  • Personalisasi Total: TV kini mampu memahami preferensi tontonan dan beradaptasi dengan kebiasaan penghuni rumah.
  • Efisiensi Cerdas: Vision AI secara otomatis menyesuaikan kecerahan, kontras, dan pemrosesan gambar berdasarkan kondisi cahaya ruangan. Hasilnya? Kualitas gambar premium yang tetap hemat energi dan ramah lingkungan.

Bespoke AI: Perangkat Rumah Tangga yang Punya "Empati"

Melalui konsep Home Companion, perangkat rumah tangga Samsung Bespoke AI tidak lagi bersifat pasif. Mereka kini proaktif membantu meringankan beban pekerjaan rumah tangga.

  • Memahami Konteks: Kulkas atau mesin cuci Anda kini belajar dari rutinitas harian untuk memberikan solusi yang paling efisien waktu dan energi.
  • Fokus pada Prioritas: Dengan bantuan AI yang mengerjakan tugas-tugas rutin, pengguna diharapkan bisa memiliki waktu lebih berkualitas untuk keluarga atau hobi.

“Bagi kami, AI memungkinkan perangkat untuk menyesuaikan dengan ritme harian pengguna, membantu meringankan beban tugas rutin agar mereka bisa lebih fokus pada prioritas hidup,” ujar Harry Lee.

SmartThings & Samsung Knox: Ekosistem Terbuka yang Aman

Potensi AI Samsung disatukan melalui SmartThings, ekosistem rumah terbuka yang telah menghubungkan lebih dari 400 juta pengguna dengan 1,8 miliar perangkat lintas merek di seluruh dunia.

  • Context-Aware: Rumah menjadi lebih peka terhadap kebutuhan penghuninya (suhu udara, pencahayaan, keamanan).
  • Responsible AI: Seluruh data pribadi dilindungi oleh Samsung Knox, memastikan transparansi dan keamanan data sesuai prinsip AI yang bertanggung jawab.
  • Inklusivitas: SmartThings mendukung perangkat dari berbagai merek, sehingga pengguna tidak terbatas pada satu ekosistem tertutup.

AI yang Akhirnya Terasa "Manusiawi"

Laptophia menilai visi Samsung di tahun 2026 ini adalah langkah berani yang sangat relevan bagi masyarakat Indonesia. Seringkali, teknologi AI dianggap rumit atau menakutkan, namun Samsung berhasil mengemasnya menjadi sesuatu yang sangat praktis dan "membumi".

Kami sangat menyukai fokus Samsung pada empati dan relevansi. Menjadikan TV atau mesin cuci sebagai "pendamping" hidup berarti teknologi tersebut bekerja di latar belakang tanpa mengganggu kenyamanan. Selain itu, komitmen terhadap Samsung Knox memberikan ketenangan pikiran di tengah isu privasi data yang makin marak. Bagi Laptophia, Samsung bukan sekadar menjual alat, tapi sedang menjual "waktu" dan "kenyamanan" bagi para penggunanya di masa depan.

Anda mungkin suka:Review Kamera Realme GT 7T dengan Sensor Sony IMX896: Tajam di Siang Hari, Andal Saat Malam
Posting Komentar

Posting Komentar