eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB
Bookmark

Indonesia Communications Outlook (ICO) 2023 Vol. 2 Segera Digelar, Fokus Bahas Pemasaran di Tahun Politik

Indonesia Communications Outlook (ICO) 2023 Vol. 2 Segera Digelar, Fokus Bahas Pemasaran di Tahun Politik - Kita tengah bersiap atas geliat tahun politik pada tahun 2023 ini, di mana para kandidat, dari calon legislator hingga calon presiden, akan berlomba memperkenalkan diri pada masyarakat demi merebut simpati dan dukungan pada pesta demokrasi 14 Februari 2024 mendatang. 

Momentum ini diyakini juga berpengaruh dan sarat akan dinamika bagi bisnis, serta para praktisi dan profesional di bidang komunikasi dan pemasaran. Dinamika ini bisa menjadi tantangan bahkan risiko bagi yang belum tanggap, namun juga bisa menjadi peluang bagi yang benar-benar memahami situasi yang ada.

Indonesia Communications Outlook (ICO) 2023 Vol. 2 Segera Digelar, Fokus Bahas Pemasaran di Tahun Politik


Indonesia Communications Outlook (ICO) 2023 Vol.2, merupakan panel discussion, gathering & networking event, yang membahas berbagai isu menarik dan penting terkait dunia komunikasi dan pemasaran di Indonesia. 

Acara ini diselenggarakan oleh Kalandara Group dengan menghadirkan pembicara yang menginspirasi, peluang berjejaring, serta diskusi panel informatif dan bermanfaat.  Acara komunikasi bisnis ini, diadakan oleh Kalandara Group, akan kembali hadir pada hari Rabu, 27 September 2023. Acara ini dihadiri oleh para profesional di bidang public relations, komunikasi, dan digital yang ingin mendapatkan wawasan terbaru dan peluang networking.

Adapun para pembicara yang hadir diantaranya:

  • Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
  • Usman Kansong, S.Sos,M.Si. - Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika.
  • Edoardo Irfan, S.IP, M.Si - Analis & Akademisi Universitas Al-Azhar Indonesia.
  • Andes Lukman - Analis Senior IMCS, LKBN ANTARA.
  • Lathifa Al Ansari - Ketua Bidang Pemilih Pemula dan Millennial DPP Partai NasDem.
  • Fanny Yulia Chaniago Head of Branding and Partnership Indonesia Indicator.
  • Shinta Kamdani - Ketua Umum APINDO.
  • Ovidia Nomia - Direktur Komunikasi P&G.
  • Arto Soebiantoro - Brand Activist Gambaranbrand & Indonesia Brand Activist Network.
  • Agrie Pratama Jakaria - VP - Head of Corporate Communication Danareksa.
  • Dr. N. Nurlaela Arief, MBA, MIPR - Akademisi SBM ITB dan Wakil Ketua Umum PERHUMAS Bidang Pelatihan Kehumasan.

Kalandara Group, yang dipimpin oleh CEO & Co-founders Farah Dilla Syofiana dan Dewi Irma Kusvianty, menginisiasi acara Indonesia Communication Outlook ini sebagai ajang untuk membahas masalah yang krusial dan topik yang sangat penting dalam industri komunikasi dan pemasaran di Indonesia. 

Selain sebagai penyelenggara acara, Kalandara Group juga dikenal sebagai perusahaan konsultan PR & pemasaran digital terintegrasi dengan fokus pada hubungan masyarakat, pemasaran, strategi produk, training dan event management. Unit-unit yang dikelola oleh Kalandara Group adalah Kandi Imaji, Katarsa, Kanaka, dan Kitareka merupakan entitas bisnis yang fokus pada berbagai aspek komunikasi dan pemasaran.

Pada ICO Vol. 2 akan membahas tema "Navigating a Political Year: Examining Risks and Opportunities from a Marketing and Communication Perspective." Dalam acara ini, para ahli dan peserta akan berdiskusi dan memberikan wawasan terbaru dalam menyikapi tantangan dan peluang yang muncul pada masa politik yang dinamis. 

Diskusi panel dan sesi interaktif akan hadir untuk memberikan strategi dan wawasan terbaru dalam menyikapi peristiwa politik yang dinamis dan memanfaatkan platform komunikasi untuk hasil yang lebih efektif.

Farah Dilla Syofiana selaku CEO & Co-founder Kalandara Group mengatakan bahwa tujuan ICO adalah memberikan wawasan berharga dan kesempatan berjejaring bagi semua peserta. 

"Dalam acara ICO Vol. 2, kami berharap acara ini dapat menjadi tempat bertemunya para profesional, praktisi dan individu yang terjun dan meminati dunia komunikasi dan pemasaran serta dapat memperoleh informasi terbaru dalam industri komunikasi." 

Dengan tema yang difokuskan pada tahun politik yang sangat penting, kami yakin acara ini akan memberikan peserta insight yang dibutuhkan untuk dapat dikembangkan serta diaplikasikan pada bidangnya masing-masing," kata Farah Dilla Syofiana CEO & Co-founders Kalandara Group.

ICO 2023 Vol. 2 juga akan membahas bagaimana tren, strategi, dan pengaruh pemanfaatan media sosial serta kampanye berbasis digital lainnya, untuk memperluas jangkauan dan pengaruh terhadap pemilih. Dalam konteks ini, para pembicara akan membahas strategi inovatif yang dapat mengubah peta komunikasi politik di era digital. 

Selain itu, ICO 2023 Vol. 2 juga akan membahas aktivitas bisnis dan brand dalam menghadapi sejumlah tantangan dan risiko yang mungkin muncul selama tahun politik ini. Panelis akan membagikan wawasan berharga tentang strategi untuk mempertahankan momentum positif, meminimalkan risiko, dan memastikan bahwa tujuan organisasi tetap tercapai dengan optimal.

Dampak Pemasaran Politik dalam Era Digital

Tahun politik selalu menjadi momen penting dalam sejarah sebuah negara. Indonesia, sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia, tidak terkecuali. Tahun 2024 telah menjadi topik utama pembicaraan di kalangan politisi, pakar komunikasi, dan pengusaha. Tahun politik adalah saat di mana masyarakat dan pemilih secara aktif terlibat dalam proses politik, membuat keputusan yang akan mempengaruhi masa depan negara.

"Dengan berkembangnya media digital, pemasaran politik telah menjadi alat yang kuat dalam membentuk opini publik. Melalui acara ini, kami berharap kita mendapatkan pandangan terkait strategi yang digunakan dalam pemasaran politik dan memberikan pemahaman tentang dampaknya pada masyarakat dan politik di Indonesia." ujarnya.

Dalam dunia yang semakin terhubung secara digital, pemasaran politik telah menjadi kekuatan yang kuat dalam membentuk opini publik. 

“Dengan pertumbuhan saluran media digital, sangat penting bagi merek untuk memahami cara menavigasi kompleksitas pemasaran politik agar dapat terlibat secara efektif dengan audiens target mereka. Ini adalah kesempatan untuk memahami konsekuensi potensial dari upaya pemasaran ini terhadap lanskap politik yang lebih luas,” imbuh Farah Dilla Syofiana.

Anda mungkin suka:Laptop Layar Full HD vs HD, Pilih Mana? Wajib Baca Sebelum Beli!
Posting Komentar

Posting Komentar