eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB
Bookmark

Benchmark AnTuTu Xiaomi Redmi 10C, Paling Kencang di Kelasnya?

Benchmark AnTuTu Xiaomi Redmi 10C, Paling Kencang di Kelasnya? - Sejak awal kehadirannya di pasar Indonesia tiga bulan yang lalu, smartphone Xiaomi Redmi 10C diklaim menawarkan performa paling kencang di kelasnya. Hal ini tak lepas dari dukungan dapur pacu yang diotaki oleh SoC Qualcomm Snapdragon 680 octa-core. Perlu diketahui bahwa Snapdragon 680 yang digunakan oleh Xiaomi Redmi 10C ini biasa digunakan oleh smartphone kelas menengah yang harganya rata-rata di atas Rp 2,5 juta. Xiaomi berani menempatkannya di Redmi 10C yang harganya Rp 2 jutaan.

Selain performanya yang kencang, SoC Qualcomm Snapdragon 680 yang digunakan oleh Xiaomi Redmi 10C ini sudah menggunakan teknologi fabrikasi 6nm yang membuat konsumsi dayanya efisien. Tak heran, smartphone yang ditenagai oleh Qualcomm Snapdragon 680 biasanya baterainya tahan lama. Satu unit Xiaomi Redmi 10C Ocean Blue telah mendarat di markas Laptophia, penasaran? Simak benchmark Xiaomi Redmi 10C oleh tim Laptophia kali ini!

Benchmark AnTuTu Xiaomi Redmi 10C, Paling Kencang di Kelasnya?


Lebih Dekat dengan Qualcomm Snapdragon 680

Qualcomm Snapdragon 680 SM6225 yang digunakan Xiaomi Redmi 10C adalah penerus atau refreshment dari SoC Snapdragon 662/665 yang lebih dulu hadir dan membidik segmen smartpohone menengah atau mainstream. Keunggulan utama Snapdragon 680 SM6225 ini adalah diproduksi menggunakan teknologi 6nm. Snapdragon 680 SM6225 ini didukung modem Snapdragon X11 yang mendukung LTE Cat.13 (downlink) dan Cat.13 (uplink). Informasi yang Laptophia himpun, Snapdragon 680 SM6225 diklaim menawarkan peningkatan hingga 20% efisiensi konsumsi daya baterai dibandingkan pendahulunya dengan dukung refresh rate layar 90Hz.

Sektor performa, Qualcomm Snapdragon 680 SM6225 yang digunakan Xiaomi Redmi 10C ini menawarkan performa prosesor dan grafis jika dibandingkan dengan Snapdragon 662/665. Hal ini tak lepas dari dukungan prosesor octa-core yang terdiri dari quad-core Kryo 265 Gold dengan kecepatan 2,4GHz dan quad-core Kryo 265 Silver dengan kecepatan 1,8GHz. Kemampuan Snapdragon 680 SM6225 dalam memainkan game cukup mumpuni berkat dukungan GPU dari Adreno 610 dengan kecepatan 1,1Ghz.

Benchmark Xiaomi Redmi 10C

Benchmark Xiaomi Redmi 10C

Aplikasi Device Info HW menampilkan informasi yang cukup akurat mengenai spesifikasi dan chipset yang diusung oleh Xiaomi Redmi 10C, yakni Qualcomm Snapdragon 680 SM6225. Performa Redmi 10C didukung grafis Adreno 610 yang bisa dikatakan sangat kompetitif di kelas entry-level.


Pada benchmark Geekbench 5, SoC Qualcomm Snapdragon 680 SM6225 yang digunakan oleh smartphone Xiaomi Redmi 10C ini mampu menghasilkan skor 379 poin untuk Single-Core, 1623 poin untuk Multi-Core, 437 poin untuk OpenCL Compute benchmark, dan 533 poin untuk Vulkan Compute benchmark. Laptophia melihat skor yang dihasilkan Qualcomm Snapdragon 680 SM6225 ini paling powerful untuk smartphone dengan harga di bawah Rp 2 juta.

Benchmark AnTuTu Xiaomi Redmi 10C, Paling Kencang di Kelasnya?

SoC Qualcomm Snapdragon 680 SM6225 yang digunakan oleh Xiaomi Redmi 10C ini mampu membukukan skor 237.355 poin dari benchmark yang Laptophia lakukan menggunakan aplikasi AnTuTu v9.4.0 Angka yang dihasilkan oleh Xiaomi Redmi 10C ini terbilang tinggi dan tidak jauh berbeda dengan smartphone lain yang menggunakan Snapdragon 680 SM6225 yang harganya lebih mahal.

Baca juga:Perbedaan Xiaomi Redmi 10C vs Xiaomi Redmi 10A, Wajib Tahu Agar Tak Salah Pilih

Benchmark AnTuTu Xiaomi Redmi 10C, Paling Kencang di Kelasnya?

Pada benchmark PCMark besutan Futuremark, SoC Qualcomm Snapdragon 680 SM6225 yang digunakan smartphone Xiaomi Redmi 10C ini mampu mencetak skor 7210 poin untuk Work 3.0 dan 17.439 poin untuk Storage 3.0. Skor yang dihasilkan oleh Qualcomm Snapdragon 680 SM6225 yang digunakan Xiaomi Redmi 10C ini salah satu yang paling powerful di kelasnya.


Pada benchmark berbasis grafis seperti 3DMark, Qualcomm Snapdragon 680 SM6225 di Xiaomi Redmi 10C mampu mencetak skor 85 poin untuk Wild Life Extreme, 444 poin untuk Wild Life, 1353 poin untuk Sling Shot Extreme Open GL ES 3.1, dan 1296 poin untuk Sling Shot Extreme Vulkan.


Pada benchmark Basemark OS II, Qualcomm Snapdragon 680 SM6225 yang digunakan Xiaomi Redmi 10C ini mampu mencetak skor 2767 poin dengan rincian System 5632 poin, Memory 4042 poin, Graphics 2104 poin, dan Web 1225 poin. Skor yang dihasilkan oleh Qualcomm Snapdragon 680 SM6225 di Xiaomi Redmi 10C ini memang terbilang kencang di kelasnya.


Pada benchmark Androbench, Xiaomi Redmi 10C mampu membukukan skor 937,24 MB/s untuk sequential read dan 510,23 MB/s untuk sequential write. Angka ini cukup kencang untuk smartphone yang membidik kelas entry-level menurut Laptophia.


Layar smartphone menengah Xiaomi Redmi 10C ini mampu mengakomodasi 10 sentuhan sekaligus dalam waktu bersamaan. Hal ini sudah cukup untuk kebutuhan kasual sehari-hari, seperti sosial media, chatting, dan browsing. Respon touchscreen ponsel Redmi 10C yang Laptophia rasakan juga cukup responsif.

Baca juga:Pertarungan Xiaomi Redmi 10C vs Oppo A16K: Mana yang Lebih Unggul?

Sedangkan untuk sensor, Xiaomi Redmi 10C ini bisa dikatakan relatif minim di kelasnya karena hanya tersedia light sensor, accelerometer, proximity sensor, dan sound sensor. Sedangkan magnetic sensor, gyroscope sensor, orientation sensor, pressure sensor, dan temperature sensor absen di smartphone Xiaomi Redmi 10C ini.

Review Xiaomi Redmi 10C 

Harga Xiaomi Redmi 10C

Harga smartphone Xiaomi Redmi 10C RAM 4GB ROM 64GB terbaru di Indonesia berdasarkan informasi yang Laptophia terima dari rilis resmi Xiaomi adalah Rp 1.899.000. Adapun varian Xiaomi Redmi 10C dengan RAM 4GB ROM 128GB dengan harga Rp 2.099.000. Berdasarkan hasil benchmark Xiaomi Redmi 10C oleh tim Laptophia, smartphone ini memang salah satu yang paling kencang di kelasnya.

Anda dapat membeli Xiaomi Redmi 10C dengan harga lebih murah di Sini (Klik) atau di Shopee (Klik)

Spesifikasi Xiaomi Redmi 10C

  • Sistem Operasi Android 11 dengan antarmuka MIUI 13
  • Chipset Qualcomm Snapdragon 680 SM6225 dengan prosesor octa-core yang terdiri dari quad-core Kryo 265 Gold 2,4GHz dan quad-core Kryo 265 Silver 1,9GHz
  • Grafis Adreno 610
  • Dual kamera belakang dengan kamera utama 50 megapiksel, sensor Samsung ISOCELL JN1 1/2.76 inci 0.64um piksel, lensa aperture f/1.8, phase-detection autofokus dengan dilengkapi LED flash + 2 megapiksel dengan lensa f/2.4 (depth sensor)
  • Kamera depan 5 megapiksel, sensor BSI CMOS, lensa aperture f/2.2, fixed focus
  • Layar sentuh berponi Dot Drop Display 6,71 inci 2.5D, dengan resolusi HD+ 720 x 1650 pixels, kerapatan 268 ppi (pixel per inch), 16 juta warna, panel IPS, Corning Gorilla Glass
  • Memori RAM 4GB LPDDR4X, ROM UFS 2.2 64GB atau 128GB, dilengkapi slot microSD max 512GB (dedicated slot)
  • WiFi, Bluetooth, port USB Type-C, 3.5mm audio jack, GPS, Dual SIM, fingerprint sensor (back mounted), face unlock
  • GSM / 3G HSPA / 4G LTE
  • Dimensi 169,59 x 76,56 x 8,29 mm dengan berat 190 gram
  • Baterai 5000mAh non-removable, Fast Charging 18W
  • Warna Graphite Gray, Ocean Blue, dan Mint Green
Anda mungkin suka:Review Xiaomi Redmi Note 11: Layar Super AMOLED 90Hz Termurah dengan Fitur Lengkap
0

Posting Komentar