eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB
Bookmark

Apa Pentingnya Pemilihan Data Center dalam Bisnis?

Apa Pentingnya Pemilihan Data Center dalam Bisnis? - Penting bagi setiap bisnis memiliki data center atau pusat data, terlepas dari ukurannya. Bahkan bisnis terkecil pun memilikinya. Pusat data merupakan bagian bisnis yang terus berkembang di dunia modern dan menjadi parameter bisnis yang utama. Itu karena pusat data mempengaruhi fungsi operasional bisnis. 

Bisakah Anda bayangkan apa yang terjadi pada operasi bisnis ketika pusat data terganggu? Tentunya akan terjadi berbagai macam gangguan yang dapat menyebabkan permasalahan serius. Itulah mengapa pemilihan pusat data dalam bisnis menjadi sangat penting. 

Apa pentingnya Pemilihan Data center dalam Bisnis!


Maka dari itu, simak artikel berikut yang akan membahas informasi seputar pusat data yang sayang untuk Anda lewatkan. Mulai dari apa itu data center beserta fungsi dan jenisnya!

Apa Itu Data Center?

Data center adalah fasilitas yang memusatkan operasi dan peralatan TI yang bertujuan untuk menyimpan, memproses, serta mendistribusikan data. Karena pusat data menampung aset bisnis yang bersifat sangat penting, keberadaannya menjadi sangat penting untuk kelangsungan operasi bisnis sehari-hari. 

Maka dari itu, keamanan pusat data beserta informasi didalamnya menjadi salah satu prioritas utama dalam bisnis mana pun. Pasalnya, pusat data menghubungkan jaringan komunikasi sehingga pengguna dapat mengakses informasi dari jarak jauh.

Secara sederhana, data center adalah fasilitas yang menyediakan lokasi fisik untuk menempatkan sistem komputasi dan komponen digital lainnya seperti data. Pusat data menyediakan jaringan dan ruang penyimpanan data untuk mengatur, memproses, menyimpan, dan menyebarkan data dalam skala besar.

Apa Saja Fungsi Data Center?

Di masa pandemi, perusahaan semakin sadar akan pentingnya data center bagi keberlangsungan bisnis. Dengan memiliki pusat data yang andal, aktivitas bisnis seperti mengirim email dan file sharing, mengoperasikan aplikasi bisnis seperti CRM, ERP, dan AI dapat dioperasikan dengan baik kapan saja dan di mana saja. 

Begitu juga dengan pengoperasian machine learning, virtual desktop, dan aplikasi komunikasi jarak jauh lainnya jadi lebih terstruktur dan terkomputasi. Apalagi kini sebagian besar perusahaan telah beralih ke sistem digital. Di sinilah fungsi data center yakni, menopang peningkatan jumlah data digital yang dihasilkan oleh bisnis setiap hari.

Jenis-Jenis Data Center

Jenis data center yang akan dibahas dalam artikel ini adalah berdasarkan level kualitasnya. Berikut ini penjelasan singkatnya:

Tier 1 (Kapasitas Basic) 

Pusat data tier I adalah tingkat dengan peringkat terendah. Ini karena pusat data yang mengikuti standar tier I hanya dapat menjamin uptime 99,671% dan tidak memiliki peralatan TI yang mendukung redundansi.

Pusat data tier I tidak memerlukan redundansi, yang berarti pusat data tidak mempunyai pencadangan dasar, seperti pengaturan daya, sistem pendinginan, UPS, dan tidak memenuhi standar tingkat lainnya. Tier ini biasanya paling cocok untuk bisnis berskala sangat kecil yang mencari opsi paling terjangkau. 

Tier 2 (Kapasitas Redundansi) 

Tier 2 menawarkan semua kemampuan yang ada di tier 1, tetapi dengan opsi redundansi tambahan. Seperti tier 1, sistem tier 2 memiliki input daya tunggal, tetapi dengan tambahan fail-safe untuk cadangan. Walau hampir sama dengan tier 1, tetapi tier 2 ini lebih andal dan aman.

Meskipun tidak memiliki kemampuan kinerja seperti tier 3 dan 4, namun tier 2 tetap menawarkan keseimbangan kinerja dan keterjangkauan yang baik. Pusat data tier 2 biasanya digunakan oleh bisnis kecil yang menginginkan opsi hemat biaya untuk kebutuhan penyimpanan data. 

Tier 3 (Redundansi Komprehensif)

Bisnis berskala kecil-menengah seperti UKM umumnya lebih suka menggunakan setidaknya sistem peringkat tier 3 untuk perlindungan redundansi yang jauh lebih unggul daripada tier 1 dan 2. Tier 3 menawarkan waktu aktif tahunan sebesar 99,982%. Artinya, jaringan Anda akan mengalami downtime maksimal 95 menit per tahun.

Tidak seperti tier 1 dan 2 yang membutuhkan satu jalur untuk daya dan pendinginan, tier 3 membutuhkan jalur redundan tambahan untuk cadangan jika terjadi error.

Tier 4 (Fault-Tolerant)

Jenis pusat data ini memungkinkan Anda mendapatkan perlindungan tingkat tinggi dari kapasitas produksi dari semua jenis error. Pusat data ini memastikan uptime tertinggi dengan hampir 0% kemungkinan terjadinya error, yaitu 99,995%.

Semua komponen didukung oleh dua generator, dua sistem UPS, dan dua sistem pendingin. Masing-masing jalur tidak tergantung satu sama lain, artinya jika terjadi error pada salah satu jalur, maka tidak akan menyebar ke komponen lainnya. 

Sudahkah Anda Memilih Data Center yang Tepat?

Nha, itulah tadi informasi tentang pentingnya pemilihan data center dalam bisnis yang perlu Anda ketahui. Pastikan untuk memilih data center yang tepat untuk membangun website bisnis Anda dengan menggunakan hosting di Niagahoster. 

Pasalnya, Niagahoster merupakan jasa web hosting Indonesia terbaik yang menggunakan data center tier 4 yang mampu melindungi pusat data bisnis Anda. Dengan begitu, data bisnis pun jadi lebih aman dan mudah untuk diakses.

Anda mungkin suka:Buat Website agar Usaha Jual HP Makin Laris!
Posting Komentar

Posting Komentar