eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB
Bookmark

Rombak Infrastruktur Private Cloud, CMTG Buktikan Server Lenovo dan AMD EPYC Sukses Tingkatkan Performa VDI

Rombak Infrastruktur Private Cloud, CMTG Buktikan Server Lenovo dan AMD EPYC Sukses Tingkatkan Performa VDI - Persaingan penyedia layanan komputasi awan kian memanas, terutama dengan dominasi raksasa teknologi seperti Microsoft Azure. Menghadapi tantangan ini, CMTG, penyedia solusi infrastruktur TI terkemuka asal Perth, Australia, mengambil langkah agresif untuk merombak total arsitektur private cloud mereka. 

Berdasarkan informasi dari siaran pers yang Laptophia terima, perusahaan ini mempercayakan pembaruan infrastrukturnya pada server Lenovo ThinkSystem SR675 V3 yang ditenagai oleh prosesor AMD EPYC 9475F (Turin). Hasilnya, CMTG tidak hanya berhasil menghadirkan pengalaman komputasi virtual yang jauh lebih superior dengan biaya efisien, tetapi juga meletakkan fondasi infrastruktur yang siap melibas beban kerja Artificial Intelligence (AI) di masa depan.

Rombak Infrastruktur Private Cloud, CMTG Buktikan Server Lenovo dan AMD EPYC Sukses Tingkatkan Performa VDI


Didirikan pada tahun 1998, CMTG telah lama menjadi tulang punggung bagi sektor usaha kecil dan menengah (UKM) di Australia. Fokus layanan mereka mencakup penyimpanan data, hosting aplikasi berkinerja tinggi, sistem awan privat (private cloud), hingga penyediaan Virtual Desktop Infrastructure (VDI). 

Namun, infrastruktur lawas mereka yang dibangun di atas lapisan virtualisasi VMware dan Citrix mulai mendekati masa akhir pakainya. Demi mempertahankan retensi pelanggan dan membuka peluang baru di sektor AI, pembaruan perangkat keras menjadi langkah mutlak.

Baca juga:Si Kecil Cabe Rawit! AMD Ryzen AI Halo Resmi Meluncur: Mini-PC Workstation dengan RAM 128GB untuk Developer AI

Migrasi Semalam Tanpa Gangguan Berkat Lenovo XClarity Pro

Setelah melalui tinjauan pasar yang komprehensif, CMTG menjatuhkan pilihan pada ekosistem Lenovo dan AMD. Server Lenovo ThinkSystem SR675 V3 menawarkan rasio harga terhadap performa yang sangat luar biasa, khususnya untuk menangani beban kerja komputasi yang intensif secara grafis.

Proses migrasi yang biasanya menjadi momok menakutkan bagi perusahaan TI berhasil diselesaikan CMTG hanya dalam waktu satu malam tanpa sedikit pun mengganggu layanan pelanggan. Keberhasilan ini tidak lepas dari pemanfaatan perangkat lunak manajemen infrastruktur Lenovo XClarity Pro yang mengotomatisasi seluruh alur kerja penerapan.

"Lenovo sangat membantu kami dalam proses panjang ini. Mereka adalah vendor paling responsif yang pernah bekerja sama dengan kami. Perangkat manajemen XClarity sangat mudah diterapkan dan efektif memberikan wawasan krusial mengenai infrastruktur kami," ungkap Stephen Doney, Client & Vendor Relationship Manager CMTG.

Untuk menjaga keseimbangan neraca keuangan, CMTG juga memanfaatkan model pembiayaan fleksibel dari Lenovo Global Financial Services (LGFS). Solusi ini memungkinkan perusahaan untuk menyelaraskan investasi teknologi besar-besaran mereka dengan nilai bisnis jangka panjang secara efisien.

Performa "Bumi dan Langit" untuk Aplikasi Klien

Transisi menuju server bertenaga AMD EPYC 9475F langsung membuahkan hasil instan yang dirasakan langsung oleh pengguna akhir (end-user). Sistem yang baru ini secara khusus dioptimalkan untuk pengoperasian virtual desktop, memberikan stabilitas performa yang tidak pernah dicapai sebelumnya.

Bagi pelanggan yang menjalankan aplikasi desain berat seperti Computer-Aided Design (CAD) pada platform VDI, kecepatan clock prosesor yang lebih tinggi memastikan operasional berjalan sangat mulus. Dalam pengujian benchmark menggunakan platform Citrix Windows 11 VDI, sistem CMTG berhasil mengunci frame rate stabil di angka 60 FPS—sebuah batas atas maksimal yang diizinkan oleh platform Citrix itu sendiri.

"Beralih ke server Lenovo ThinkSystem SR675 V3 bertenaga AMD EPYC memberikan perbedaan performa yang sangat drastis, bagaikan bumi dan langit. Tepat sehari setelah migrasi selesai, pelanggan kami langsung menelepon dan takjub karena aplikasi mereka berjalan sangat cepat. Bahkan, waktu pembuatan laporan tertentu (SQL server) terpangkas dari yang awalnya memakan waktu beberapa menit menjadi hanya hitungan detik," papar Carl Filpo, Managing Director CMTG.

Keandalan arsitektur baru ini juga membebaskan CMTG dari isu tumpang tindih sumber daya pada core CPU. Technical Sales Manager CMTG, Nick Hughes, mencatat bahwa bahkan ketika sistem dikonfigurasi pada rasio penggunaan 2:1, performa server sama sekali tidak mengalami penurunan (bottleneck).

Alasan Utama Memilih Kombinasi Lenovo dan AMD

Sebagai Lenovo Gold Partner, rekam jejak panjang CMTG bersama Lenovo menjadi salah satu alasan kuat di balik investasi ini. Keandalan perangkat keras seri ThinkSystem yang minim kendala, ditambah dukungan premium dari Lenovo Premier Support for Data Centers yang menjamin respons penyediaan suku cadang di lokasi dengan cepat, memberikan ketenangan operasional bagi CMTG.

Sementara itu, keputusan untuk beralih ke prosesor AMD EPYC didorong oleh rekomendasi langsung dari pihak Citrix. "Citrix menggunakan AMD untuk menjalankan platform internal mereka sendiri. Mereka membuktikan kepada kami bahwa teknologi ini akan memberikan performa komputasi mumpuni yang kami butuhkan untuk tetap berada di garis terdepan sektor cloud," tambah Carl Filpo.

Berbekal infrastruktur komputasi anyar yang sangat bertenaga ini, CMTG kini bersiap menatap era baru. Mereka berencana mengekspansi layanan dengan menyediakan lingkungan cloud privat yang aman, berbasis lokal di Australia, dan memiliki daya komputasi kelas berat untuk mendukung adopsi AI bagi pelanggan generasi mendatang.

Anda mungkin suka:AMD Perkenalkan Ryzen AI 400 dan Ryzen AI Max+ Series di Yogyakarta, Perkuat AI Lokal
0

Posting Komentar