IBM dan Dicoding Sukses Cetak Ribuan Talenta Digital Unggulan Lewat Pijak 2026 - Era Kecerdasan Buatan (AI) bukan lagi sekadar tren masa depan, melainkan realitas dunia kerja saat ini. Menjawab tingginya kebutuhan industri akan sumber daya manusia (SDM) yang melek teknologi, IBM Indonesia dan Dicoding Indonesia sukses merayakan kelulusan para peserta program Pijak 2026 pada akhir Juli lalu.
Pijak merupakan inisiatif kolaborasi strategis antara IBM Indonesia (melalui platform IBM SkillsBuild) dan Dicoding Indonesia. Program intensif ini dirancang khusus untuk memperluas akses pendidikan AI berkualitas tinggi dan mencetak talenta digital Indonesia yang kebal terhadap disrupsi teknologi di dunia kerja.
Antusiasme Meroket: Diikuti Lebih dari 20.000 Peserta!
Sejak diluncurkan, program Pijak 2026 mendapat sambutan yang luar biasa. Tercatat lebih dari 20.000 peserta dari seluruh penjuru Indonesia berkesempatan mengakses modul pembelajaran premium melalui platform IBM SkillsBuild.
Baca juga:Tecno Megabook K14SFA, Laptop 10 Jutaan Paling Kencang Bertenaga AMD Ryzen 7 7735HS
Di tahap ini, para peserta dibekali dengan fondasi teknologi masa depan, mulai dari pengantar Kecerdasan Buatan (Introduction to AI), pemanfaatan Generative AI, Etika AI (AI Ethics), hingga Career Management Essentials untuk mempersiapkan mental profesional mereka.
Tingginya angka partisipasi ini tidak lepas dari dukungan masif ekosistem pendidikan nasional. Tercatat lebih dari 1.200 institusi pendidikan turut mempercayakan para siswa dan mahasiswanya untuk terjun langsung ke dalam program Pijak.
Dari puluhan ribu peserta, lebih dari 600 talenta terbaik berhasil melaju ke tahap pembelajaran berbasis proyek (project-based learning). Di tahap ini, mereka digembleng secara intensif selama lebih dari 900 jam pembelajaran dengan bimbingan langsung dari para praktisi industri top.
Berdasarkan informasi yang Laptophia terima melalui siaran pers, para peserta sukses menelurkan lebih dari 100 capstone project (proyek akhir) yang dirancang untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat.
Salah satu inovasi yang paling mencuri perhatian adalah Sigap AI. Ini adalah sebuah platform pintar berbasis AI yang dirancang khusus untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Lewat aplikasi ini, UMKM dapat memantau ulasan pelanggan secara otomatis, menganalisis sentimen pasar, mengidentifikasi isu utama, hingga merumuskan rekomendasi bisnis yang siap dieksekusi.
"Inovasi AI terus menghadirkan tantangan sekaligus menginspirasi berbagai organisasi lintas industri. Masa depan akan ditentukan oleh profesional yang tidak hanya mampu menggunakan AI, tetapi juga dibekali kemampuan untuk berkolaborasi dengan agen AI, mengelolanya secara bertanggung jawab, serta membangun solusi generasi selanjutnya," tegas Catherine Lian, General Manager IBM ASEAN.
Lulus Langsung Disalurkan Lewat Pijak Career Fair
IBM dan Dicoding memastikan bahwa kelulusan ini bukanlah garis akhir, melainkan gerbang awal menuju karier profesional. Chief Executive Officer Dicoding Indonesia, Narenda Wicaksono, menegaskan komitmennya untuk menjembatani para lulusan dengan kebutuhan industri.
"Selain menghadirkan pengalaman pembelajaran terbaik, kami juga ingin memastikan peserta memiliki peluang lebih luas untuk memasuki dunia kerja. Pada bulan Agustus ini, kami akan menggelar Pijak Career Fair. Ini adalah langkah nyata Dicoding untuk menghubungkan peserta dengan perusahaan yang haus akan talenta digital berkualitas," ungkap Narenda.
Kesuksesan program kolaboratif ini juga mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. med. Setiawan, dr., bahkan mendorong agar program ini terus berlanjut.
"Keterampilan AI yang diperoleh melalui Pijak sangat memberdayakan peserta untuk menjawab tantangan nyata di berbagai sektor. Melihat dampak positif ini, saya mendorong IBM untuk melanjutkan Pijak hingga tahun 2027, agar semakin banyak talenta Indonesia berkontribusi terhadap transformasi digital dan pertumbuhan ekonomi nasional," harap Prof. Setiawan.
Dengan perpaduan kurikulum berstandar global dari IBM, ekosistem pembelajaran Dicoding, dan dukungan penuh dari pemerintah, Indonesia selangkah lebih maju dalam mendominasi panggung talenta digital dunia di era AI!
Anda mungkin suka:Lenovo Yoga Slim 7 14AKP10 AHID, Laptop AI Premium Ringan Bertenaga AMD Ryzen AI 7 345




Posting Komentar