Fortinet Tunjuk Veteran Luca Simonelli Pimpin Bisnis Keamanan Siber Asia Pasifik - Fortinet baru saja mengambil langkah strategis untuk memperkuat cengkeramannya di pasar Asia Pasifik (APAC). Pada Selasa (7/7/2026), perusahaan yang memimpin konvergensi jaringan dan keamanan ini resmi mengumumkan penunjukan Luca Simonelli sebagai Senior Vice President (SVP) untuk kawasan Asia Pasifik.
Berbasis di markas Singapura, Luca akan memegang kendali penuh atas organisasi penjualan Fortinet di seluruh penjuru Asia Pasifik. Wilayah kekuasaannya mencakup pasar strategis seperti Jepang, Asia Utara, serta Asia Selatan (termasuk Asia Tenggara, India & SAARC, hingga Australia dan Selandia Baru).
Fokus utamanya? Memperkuat strategi regional, merapatkan barisan dengan pelanggan dan mitra korporat, serta menginjak pedal gas untuk mempercepat pertumbuhan bisnis Fortinet secara berkelanjutan.
Baca juga:Resmi Meluncur! ASUS ExpertBook PM5 G2, Laptop Bisnis Copilot+ PC Bertenaga AMD Ryzen AI dan Dual SSD
"Pulang Kampung" Sang Ahli Teknologi
Penunjukan ini ibarat momen "pulang kampung" bagi Luca. Ia bukanlah nama baru di industri ini, apalagi di lingkungan Fortinet. Mengantongi pengalaman lebih dari 30 tahun di level kepemimpinan teknologi internasional, rekam jejaknya sangat mentereng di berbagai sektor krusial, mulai dari keamanan siber, infrastruktur jaringan, Secure Access Service Edge (SASE), keamanan cloud, hingga layanan terkelola (managed services).
Sebelum kembali ke pelukan Fortinet, peraih gelar Magister Ilmu Komputer dari University of Milan ini sempat menjabat sebagai eksekutif senior di GCX Managed Services. Ia juga punya sejarah panjang dan manis bersama Fortinet; Luca pernah mengabdi selama hampir delapan tahun dan sukses besar saat memimpin bisnis perusahaan untuk kawasan EMEA (Eropa, Timur Tengah, dan Afrika).
Joe Sarno, Executive Vice President International Sales Fortinet, menyoroti betapa krusialnya pasar Asia Pasifik saat ini yang menuntut figur pemimpin berpengalaman.
“Asia Pasifik terus menjadi salah satu pasar keamanan siber paling dinamis di dunia seiring percepatan organisasi dalam melakukan transformasi digital, adopsi AI, dan modernisasi infrastruktur kritis. Pengalaman luas Luca, fokusnya pada pelanggan, dan rekam jejaknya dalam membangun tim berkinerja tinggi akan semakin memperkuat kepemimpinan kami di Asia Pasifik,” ungkap Joe.
Di sisi lain, Luca Simonelli menyambut antusias peran barunya. Menurutnya, adopsi Artificial Intelligence (AI) di berbagai perusahaan menuntut fondasi keamanan siber yang tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi.
"Fortinet telah membangun salah satu platform keamanan siber paling komprehensif di industri, yang menggabungkan kapabilitas jaringan, keamanan, dan AI untuk membantu organisasi mengurangi kompleksitas sekaligus memperkuat ketahanan siber," ujar Luca.
"Saya sangat antusias dapat kembali bergabung dengan Fortinet dan bekerja sama dengan seluruh tim di Asia Pasifik untuk melanjutkan momentum kuat ini, serta membantu semakin banyak organisasi mengadopsi tahap berikutnya dalam transformasi digital secara aman," pungkasnya.
Membawa kembali figur veteran yang sudah paham betul DNA perusahaan adalah langkah taktis yang jitu dari Fortinet menurut Laptophia. Pasar Asia Pasifik, khususnya kawasan Asia Tenggara dan Indonesia, sedang gencar-gencarnya melakukan transformasi digital.
Seiring dengan naiknya ancaman peretasan dan eksploitasi berbasis AI, kehadiran pemimpin berpengalaman seperti Luca Simonelli diharapkan mampu mempercepat penetrasi solusi keamanan siber Fortinet di kelas Enterprise regional.
Anda mungkin suka:Spesifikasi dan Harga Lenovo Yoga 7 2-in-1 14AGP11 4AID Bertenaga Ryzen AI 5 430




Posting Komentar