Wajib Baca! Ini 5 Kekurangan Asus ROG Flow X13 GV301RA untuk Produktivitas dan Gaming di 2026 - Asus ROG Flow X13 GV301RA merupakan salah satu laptop gaming inovatif yang hadir dengan form factor hybrid. Saat diluncurkan di 2022 atau empat tahun yang lalu, belum ada laptop gaming dengan form factor hybrid dan ukuran yang tipis dan ringan yang beredar di pasaran Asus Republic of Gamers saat itu menggebrak dengan terobosan laptop gaming yang tipis, ringan, dan menawarkan 4 mode penggunaan melalui Asus ROG Flow X13 series.
Saat ini laptop gaming Asus ROG Flow X13 GV301RA sudah sulit ditemukan di toko offline maupun e-commerce. Bagi pembaca Laptophia yang telah lama mengincar laptop gaming convertible ini bisan mempertimbangkan unit bekas yang banyak ditawarkan di e-commerce dengan harga yang masuk akal. Namun kecanggihan laptop ini menyimpan sejumlah kekurangan, penasaran? Berikut kekurangan Asus ROG Flow X13 GV301RA bertenaga Ryzen 7 6800HS yang wajib pembaca Laptophia ketahui!
5 Kekurangan Asus ROG Flow X13 GV301RA
Asus ROG Flow X13 GV301RA hadir mendobrak stigma laptop gaming berat dan tebal dengan menawarkan form factor hybrid ( layar bisa diputar 360 derajat), bobot super ringan hanya 1,3 kg, dan ketebalan tak sampai 1,6 cm. Jelas, laptop gaming yang tidak bikin encok saat pembaca laptophia bawa bepergian.
Namun, tidak ada gading yang tak retak. Ada beberapa kompromi yang dilakukan Asus untuk mendapatkan desain tipis dan ringan. Memasuki tahun 2026, berikut adalah 5 kekurangan Asus ROG Flow X13 GV301RA yang wajib pembaca Laptophia pertimbangkan sebelum meminangnya!
Baca juga:Ini 5 Hal yang Perlu Diperhatikan dari Asus ROG Zephyrus G14 GA403UV, Wajib Baca Sebelum Beli!
1. Posisi Exhaust yang Bikin Layar "Kepanasan"
Laptop gaming yang tipis dan ringan membutuhkan solusi pendinginan yang ampuh untuk mengusir panas. Asus membenamkan dua buah kipas Arc Flow dan liquid metal Thermal Grizzly untuk meredam panas yang dihasilkan ROG Flow X13 GV301RA.
Berdasarkan pengalaman Laptophia saat uji pakai, sistem pendinginannya memang efektif mendinginkan area palmrest, namun ada satu desain yang cukup mengganjal: lubang pembuangan udara panas (exhaust) diposisikan tepat menghadap ke arah bawah layar ROG Flow X13 GV301RA, terlebih saat digunakan mode laptop.
Saat laptop dipacu maksimal untuk bermain game atau rendering berat, udara panas akan menyembur langsung ke area panel layar. Selain itu, posisi ventilasi udara utama ada di bagian bawah bodi. Artinya, Pembaca Laptophia sebaiknya tidak menggunakan laptop ini di atas kasur atau sofa karena akan menyumbat aliran udara panas yang keluar dan memicu overheat. Siapkan alas permukaan datar atau dudukan laptop (stand) agar pendinginannya tetap optimal.
2. RAM dan SSD Bersifat Tidak Bisa Di-upgrade
Desain super ringkas rupanya memakan korban di sektor fleksibilitas hardware di ROG Flow X13 GV301RA ini. Laptop gaming Asus ROG Flow X13 GV301RA dibekali RAM 16GB LPDDR5-6400MHz yang berstatus onboard (disolder mati). Tidak ada slot SODIMM tambahan yang artinya pengguna tidak dapat menambah RAM jika dirasa 16GB bawaannya kurang.
Nasib serupa juga menimpa sektor storage atau media penyimpanan. Meski dibekali SSD NVMe sebesar 512GB, kapasitas ini tidak bisa pembaca Laptophia upgrade atau tambah secara internal. Di tahun 2026 di mana ukuran file video 4K dan ukuran instalasi game semakin membengkak, ruang 512GB akan terasa sangat sempit.
Solusi paling mudah adalah pembaca Laptophia harus menyiapkan dana ekstra untuk membeli SSD eksternal berkecepatan tinggi. Namun di tengah kenaikan harga RAM dan SSD yang signifikan, harga SSD eksternal sangat mahal.
3. Kecepatan SSD PCIe 4.0 Belum Mencapai Titik Maksimal
Masih membahas soal penyimpanan, laptop Asus ROG Flow X13 GV301RA menggunakan SSD PCIe 4.0 x4 NVMe dari Micron 2450. Secara teori, standar PCIe Gen 4 kelas atas mampu menyentuh transfer rate menembus 7000 MB/s untuk varian kelas atasu atau flagship.
Sayangnya, kecepatan SSD yang tertanam di laptop Asus ROG Flow X13 GV301RA "hanya" mentok di angka 3220 MB/s untuk write dan 3113 MB/s untuk read berdasarkan pengujian CrystalDiskMark yang tim Laptophia lakukan. Kecepatan ini memang tergolong stabil dan sudah sangat cepat, tapi rasanya agak "nanggung" karena belum memaksimalkan potensi seutuhnya dari teknologi PCIe Gen 4 yang diusungnya.
4. Bodi Elegan, Tapi Magnet Sidik Jari
Lini Asus ROG biasanya tampil gahar dan mencolok, tapi Flow X13 GV301RA justru cenderung tampil kalem dan profesional dengan balutan tekstur duo tone diagonal di bagian LID cover. Material perpaduan metal dan plastiknya memang kokoh dan solid saat Laptophia lakukan uji pakai beberapa waktu lalu.
Kelemahan yang cukup terlihat menurut Laptophia ada pada finishing matte berwarna gray yang menutupi cangkang luarnya. Permukaan ini ternyata sangat mudah kusam dan gampang meninggalkan jejak minyak serta sidik jari. Jika tangan pengguna mudah berkeringat, kamu harus rajin-rajin mengelap laptop ini dengan kain mikrofiber agar tidak terlihat kusam.
5. Tidak Dilengkapi RGB Backlight
Membeli laptop seri ROG identik dengan kebanggaan gamer yang lekat dengan lampu RGB warna-warni. Namun, pembaca Laptophia harus mengubur angan-angan tersebut karena keyboard chiclet berengsel Ergolift di laptop Asus ROG Flow X13 GV301RA hanya dilengkapi dengan backlight LED berwarna putih tunggal.
Bagi pembaca Laptophia yang lebih mengutamakan produktivitas dan menyukai desain low-profile, ini mungkin bukan masalah besar karena feel mengetiknya sendiri sangat empuk dan jempolan. Tapi bagi gamer tulen, absennya lampu RGB membuat "aroma ROG"-nya terasa kurang nendang di tahun 2026.
Kesimpulan
Asus ROG Flow X13 GV301RA sejatinya adalah mahakarya engineering yang menakjubkan dan mendobrak stigma laptop gaming harus tebal dan berat menurut Laptophia. Asus mampu memampatkan performa buas Ryzen 6000 Series berarsitektur Zen 3+ ke dalam bodi seberat 1,3 kg dengan baterai yang tahan lebih dari 8 jam adalah prestasi luar biasa.
Apalagi jika pembaca punya budget lebih untuk membeli GPU Eksternal ROG XG Mobile. Kekurangan lain laptop ROG Flow X13 GV301RA adalah jika tidak dipasangkan dengan GPU eksternal ROG XG Mobile, maka status gamingnya bisa dikatakan luntur dan performanya tak jauh berbeda dengan ultrabook biasa.
Namun, untuk menjadi perangkat harian atau kerja sehari-hari yang portabil di tahun 2026, keterbatasan di sektor upgrade komponen, arah semburan panas, dan casing yang gampang kotor wajib menjadi bahan pertimbangan. Jika fleksibilitas layar sentuh 360 derajat dan mobilitas ringan adalah harga mati buatmu, kekurangan ROG Flow X13 GV301RA tentu bisa diterima.
Spesifikasi Asus ROG Flow X13 GV301RA
- Layar sentuh IPS Level LCD dengan LED backlight 13,4 inci resolusi WUXGA 1920 x 1200 piksel, aspek rasio 16:10, refresh rate 120Hz, 3ms, Adaptive Sync, Glossy Display dengan 100% sRGB color gamut, 500 nits, PANTONE Validated, dapat diputar 360 derajat, Corning Gorilla Glass
- Prosesor AMD Ryzen 7 6800HS octa-core (16 thread) 3,2GHz TurboBoost hingga 4,7GHz
- Chipset AMD
- Grafis AMD Radeon 680M iGPU
- Memori RAM 16GB LPDDR5 6400MHz, onboard
- Storage SSD 512GB M.2 2230 NVMe PCIe 4.0 x4
- Konektivitas WiFi 6E (802.11ax) 2x2, Bluetooth 5.2 Combo, Port USB 3.2 Gen1, Port USB 3.2 Gen2, Port ROG XG Mobile Interface, Port USB 3.2 Gen2 Type-C (support DisplayPort dan Power Delivery), Port HDMI, port audio 3,5mm
- Fingerprint sensor dengan Windows Hello
- White backlight keyboard
- Webcam HD 720p
- 2x 1W stereo speaker with Smart Amp Technology, Hi Res Audio, Dolby Atmos, AI noise-canceling
- Baterai 4 Cells 4S1P 62 Whrs Polymer Battery, fast charge 50% dalam 30 menit
- Sistem Operasi Microsoft Windows 11 Home + Microsoft Office Home and Student 2021 asli pre-installed
- Dimensi 29.9 x 22.2 x 1.58 ~ 1.58 cm berat 1,3Kg
- Warna Off Black
Baca review Asus ROG Flow X13 GV301RA selengkapnya di sini: Review Asus ROG Flow X13 GV301RA, Laptop Gaming Hybrid Tipis dan Ringkas




Posting Komentar