eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB
Bookmark

ESET Rilis Cloud Workload Protection untuk Perkuat Keamanan Hybrid Cloud di Indonesia

ESET Rilis Cloud Workload Protection untuk Perkuat Keamanan Hybrid Cloud di Indonesia - Di tengah masifnya migrasi perusahaan ke ekosistem awan, risiko serangan siber terhadap data sensitif kini semakin nyata. Menanggapi ancaman tersebut, ESET, pemimpin global dalam keamanan siber, resmi meluncurkan fitur ESET Cloud Workload Protection yang terintegrasi ke dalam platform ESET PROTECT tanpa biaya tambahan bagi pelanggan di Indonesia.

Langkah ini menjadi nilai tambah yang sangat krusial, mengingat angka kerugian rata-rata akibat pelanggaran data di public cloud secara global kini mencapai US$ 5,17 juta (sekitar Rp82 miliar) per insiden—angka tertinggi dibandingkan lingkungan IT lainnya.

ESET Rilis Cloud Workload Protection untuk Perkuat Keamanan Hybrid Cloud di Indonesia


Cloud: Antara Produktivitas dan Risiko Kebocoran

Baca juga:Review Tecno Pova 7 5G: Desain Futuristik, Performa Gaming Paling Gahar di Kelasnya?

Pasar cloud di Indonesia diprediksi akan terus meledak, mencapai US$ 2,81 miliar pada tahun 2026. Namun, pertumbuhan ini sering kali tidak dibarengi dengan kesiapan keamanan yang mumpuni, terutama di sektor UKM yang rentan terhadap ransomware, salah konfigurasi (misconfiguration), hingga keterbatasan visibilitas tim IT.

"Dengan ESET Cloud Workload Protection, kami mengurangi permukaan serangan yang dihadapi pengguna dengan memperluas proteksi ke cloud workload mereka di public cloud serta private cloud dan virtual machine di on-premise," ujar Yudhi Kukuh, CTO Prosperita Group.

Keunggulan ESET Cloud Workload Protection

Fitur ini dirancang untuk memberikan perlindungan menyeluruh melalui satu tampilan terpadu (single pane of glass), sehingga memudahkan pemantauan di seluruh endpoint dan berbagai lingkungan cloud.

Beberapa keunggulan utamanya meliputi:

  • Integrasi Multi-Cloud: Mendukung penuh lingkungan Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, dan Google Cloud Platform (GCP).
  • Teknologi Berbasis AI: Menggunakan kecerdasan buatan untuk deteksi anomali, analisis perilaku (behavior-based), serta otomatisasi respons sebelum dampak serangan meluas.
  • Performa Ringan: Modul ini dirancang agar tidak membebani performa server (resource-friendly), sehingga operasional bisnis tetap lancar.
  • Dukungan Kepatuhan (Compliance): Membantu tim IT menghasilkan bukti audit untuk memenuhi standar global (NIST, CIS, PCI DSS) hingga regulasi lokal seperti UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dan pedoman BSSN.

Siapa yang Bisa Mendapatkan Fitur Ini?

Kabar baiknya, seluruh pengguna ESET PROTECT (kecuali paket PROTECT ENTRY) sudah dapat menikmati keunggulan ini tanpa perlu mengeluarkan biaya ekstra. Admin cukup mengintegrasikan platform ESET PROTECT dengan lingkungan cloud yang digunakan, melakukan deployment agen, dan virtual machine (VM) akan otomatis terlindungi.

Langkah ESET memberikan fitur premium ini secara cuma-cuma adalah strategi cerdas untuk membantu organisasi di Indonesia yang masih dalam tahap transisi ke cloud menurut Laptophia. Dengan regulasi UU PDP yang semakin ketat, kemudahan dalam membuat laporan audit kepatuhan lewat platform ini tentu akan sangat membantu para Manajer IT agar tidak pusing saat menghadapi audit regulator.

Anda mungkin suka:Wajib Tahu! 5 Kekurangan Asus VivoBook 14 A416MAO, Masih Sanggup untuk Kerja Zaman Now?
Posting Komentar

Posting Komentar