eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB
Bookmark

Ini 6 Kekurangan Vivo V50 5G yang Wajib Diketahui: Masih Layak Pilih di 2026?

Ini 6 Kekurangan Vivo V50 5G yang Wajib Diketahui: Masih Layak Pilih di 2026? - Vivo V50 5G saat ini masih merupakan pilihan yang solid bagi pembaca Laptophia yang membutuhkan smartphone menengah dengan kemampuan kamera mumpuni di segmennya. Berdasarkan pantauan tim Laptophia, saat ini unit Vivo V50 5G baru masih banyak dijumpai dan dapat dibeli di marketplace terkemuka. Ponsel ini mengandalkan kemampuan kamera 50MP lengkap dengan OIS yang dipadukan lensa dan optimasi dari ZEISS yang tak dimiliki kompetitornya.

Soal performa, Vivo V50 5G memang bukan yang paling kencang dengan sokongan chipset Qualcomm Snapdragon 7 Gen 3 dipadukan RAM 8GB atau 12GB. Beberapa waktu lalu tim Laptophia sempat melakukakn uji pakai dan menemukan sejumlah kelebihan Vivo V50 5G yang cukup menarik. Namun ponsel ini juga memiliki hal yang perlu diperhatikan atau kekurangan yang perlu diketahui, penasaran apa saja?

Ini 6 Kekurangan Vivo V50 5G yang Wajib Diketahui: Masih Layak Pilih di 2026?


6 Kekurangan Vivo V50 5G

Setelah tim Laptophia melakukan uji pakai secara intensif Vivo V50 5G selama tiga minggu pada akhir tahun lalu, ada beberapa catatan penting atau kekurangan yang perlu pembaca Laptophia pertimbangkan sebelum benar-benar meminang ponsel satu ini. Penasaran apa saja hal yang perlu diperhatikan? Yuk, simak ulasan mendalam ala Laptophia berikut ini!

1. Performa yang Standar

Harus diakui, penggunaan chipset Qualcomm Snapdragon 7 Gen 3 di Vivo V50 5G terasa seperti jalan di tempat. Mengapa? Karena chipset ini adalah mesin yang sama dengan pendahulunya, Vivo V40 5G. Sebenarnya performanya masih memadai untuk kebutuhan komunikasi, gaming kasual, dan kreasi konten menengah. Namun, Vivo V50 5G bukanlah yang terkencang di segmennya.

Baca juga:Simak 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Meminang Tecno Pova 7 5G

Berdasarkan hasil benchmark Vivo V50 5G yang Laptophia lakukan, skor AnTuTu v11-nya masih sanggup menembus angka 1 juta dan tetap nyaman untuk penggunaan harian. Skor benchmark lain pun masih menghasilkan angka yang cukup baik. Selama proses uji pakai, Laptophia juga tidak mengalami kendala signifikan masalah performa ini.

Namun di rentang harga yang sama dengan V50 5G, kompetitor sudah banyak yang "lari" menggunakan MediaTek Dimensity 8400 atau bahkan Snapdragon 8s Gen 4 yang jauh lebih kencang. Kalau pembaca Laptophia adalah tipe gamer yang mencari performa "rata kanan" atau "paling sat-set", Vivo V50 5G mungkin bukan pilihan yang tepat dibanding rival terdekatnya.

2. Tidak Dilengkapi Kamera Telefoto Dedicated

Ini 6 Kekurangan Vivo V50 5G yang Wajib Diketahui: Masih Layak Pilih di 2026?


Meski menyandang logo legendaris ZEISS, Vivo V50 5G hanya mengandalkan konfigurasi dua kamera belakang: 50MP Main dan 50MP Ultra-wide. Kedua kamera belakangnya ini bisa diandalkan untuk foto maupun video saat Laptophia lakukan pengujian. Sayangnya, tidak ada kamera telefoto khusus untuk zoom optik.

Memang, mode Portrait ZEISS-nya sangat luar biasa berkat optimasi software dan efek bokeh eksklusifnya. Namun, untuk urusan memotret objek jauh, pengguna harus puas dengan digital zoom yang kualitasnya tentu tidak sebaik lensa telefoto murni. Di kelas premium menengah tahun 2026, absennya lensa telefoto cukup disayangkan menurut Laptophia. Namun, Vivo memperbaikinya dengan menghadirkan kamera telefoto di V70 5G dan V60 5G.

3. Layar Downgrade Generasi Sebelumnya?

Ini adalah poin yang agak unik. Vivo V50 5G hadir dengan layar 6,77 inci beresolusi Full HD+. Jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya (Vivo V40 5G), ukuran layarnya sedikit lebih kecil dan resolusinya pun tidak setinggi pendahulunya yang mencapai 1.5K menawarkan kejernihan lebih ekstra.

Ini 6 Kekurangan Vivo V50 5G yang Wajib Diketahui: Masih Layak Pilih di 2026?


Walaupun panel Super AMOLED-nya masih sangat memanjakan mata dengan kecerahan 4500 nits, bagi pengguna yang sangat memperhatikan detail piksel, penurunan spek ini mungkin akan terasa. Laptophia sendiri sebenarnya tidak masalah dengan penurunan resolusi ini karena masih cukup nyaman di mata. 

4. Teknologi Storage yang Mulai Ketinggalan Zaman (UFS 2.2)

Sobat Laptophia perlu memperhatikan bahwa Vivo V50 5G masih menggunakan memori internal dengan teknologi UFS 2.2. Di saat ponsel pesaing sudah mulai beralih ke UFS 3.1 yang lebih kencang, penggunaan UFS 2.2 membuat proses instalasi aplikasi atau transfer data besar terasa sedikit lebih lama. 

Secara teoritis, UFS 3.1 menawarkan lonjakan performa sekitar 200% hingga 300% dibandingkan UFS 2.2 yang digunakan oleh Vivo V50 5G dalam hal tulis-baca data mentah. Jika pembaca Laptophia sering berurusan dengan file besar atau bermain game kompetitif, perbedaan ini akan sangat terasa.

Baca juga:Ini 5 Kekurangan atau Hal yang Perlu Diperhatikan dari Realme GT 7T, Wajib Baca Sebelum Beli!

5. Tanpa Slot microSD dan Port Audio 3.5mm

Seperti kebanyakan ponsel modern yang mengejar desain tipis, Vivo V50 5G juga harus mengorbankan dua fitur klasik: slot microSD dan audio jack 3.5mm.

  • Penyimpanan: Pengguna tidak bisa menambah kapasitas memori lewat kartu SD. Jadi, pastikan varian yang dibeli (misal 256GB) sudah cukup untuk menampung koleksi fotoi, video, dan file pribadi lainnya.
  • Audio: Siapkan adapter USB-C to audio 3,5mm atau TWS berkualitas, karena pengguna tidak bisa langsung colok kabel headset ke ponsel ini.

6. Fitur AI yang Belum "Full"

Meski sudah dibekali segudang fitur cerdas seperti AI Erase 2.0 dan AI Live Call Translation, Vivo V50 5G belum memiliki fitur AI Four Season Portrait seperti yang ada pada kakaknya, seri V60 5G. Hal ini membuat pengalaman AI-nya terasa seperti versi "Lite" atau belum mencapai potensi maksimal dari ekosistem AI Vivo di tahun 2026.

Kesimpulan

Ini 6 Kekurangan Vivo V50 5G yang Wajib Diketahui: Masih Layak Pilih di 2026?


Vivo V50 5G tetaplah smartphone yang sangat layak bagi kamu yang mengutamakan estetika, ketahanan baterai BlueVolt 6000mAh, dan kualitas foto potret ZEISS. Namun, jika prioritasmu adalah performa murni untuk gaming berat atau fitur multimedia yang lengkap (telefoto & slot SD), kamu mungkin perlu melirik opsi lain.

Gimana pembaca Laptophia, apakah kekurangan di atas jadi deal-breaker buat kamu, atau tertutup oleh desain cantiknya? Tulis pendapatmu di kolom komentar ya!

Spesifikasi Vivo V50 5G

  • Sistem Operasi Android 15 dengan antarmuka FunTouch OS 15
  • Chipset Qualcomm Snapdragon Snapdragon 7 Gen 3 (4 nm) dengan prosesor octa-core 64-bit yang terdiri dari single-core ARM Cortex-A715 2,63GHz, triple-core ARM Cortex-A715 2,4GHz, dan quad-core ARM Cortex-A510 1,8GHz
  • Grafis Adreno 720
  • Dua kamera belakang dengan dengan Zeiss optics dan Zeiss T* lens coating. Kamera utama 50 megapiksel dengan sensor OmniVision OV50E 1/1.55 inci 1um piksel, enam elemen lensa 23mm aperture f/1.9, phase-detection autofokus, OIS, Aura Ring-LED flash + 50 megapiksel sensor Samsung ISOCELL JN1 1/2.76 inci 0.64um piksel lensa 15mm ultra wide-angle, autofokus
  • Kamera depan depan Zeiss optics dan Zeiss T* lens coating 50 megapiksel dengan sensor Samsung ISOCELL S5KJN1 1/2.76 inci 0.64um piksel, autofokus, lensa 21mm aperture f/2.0
  • Layar sentuh berukuran 6,77 inci, dengan resolusi Full HD+ 2392 x 1080 piksel, kerapatan 388 ppi (pixel per inch), HDR10+, refresh rate 120Hz, 1 milyar warna, panel Super AMOLED, 4500 nits (peak), Diamond Shield Glass
  • Memori RAM 8GB atau 12GB LPDDR4x, ROM 256GB atau 512GB UFS 2.2, tidak dilengkapi slot microSD
  • WiFi, Bluetooth, port USB Type-C, USB OTG, GPS, dual SIM, NFC, Under display fingerprint sensor (Screen Touch ID)
  • Stereo speaker
  • Tahan air dan debu dengan sertifikat IP68/IP69
  • Dimensi 163.29 × 76.72 × 7.57 mm berat 199 gram
  • GSM / 3G HSDPA / 4G LTE / 5G
  • Baterai SiC 6000mAh BlueVolt Battery, non-removable, FlashCharge 90W
  • Warna Blissful Purple, Harmony Red, dan Solid Black
Baca review lengkap Vivo V50 5G di sini: Review Vivo V50 5G: Stylish dengan Kamera ZEISS, Baterai Bisa Diandalkan
1

1 komentar

  • Anonim
    Anonim
    28 April 2026 pukul 13.37
    Fitur AI sih nggak terlalu ngaruh, tapi masih pakai UFS 2.2 ini agak susah dimaafkan. Terlebih hape ini rilis pas belum ada kenaikan harga RAM dan ssd
    Reply