eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB
Bookmark

Lawan Serangan AI dengan AI! Fortinet Luncurkan Agentic AI dan Cloud SOC Terpadu di Accelerate 2026

Lawan Serangan AI dengan AI! Fortinet Luncurkan Agentic AI dan Cloud SOC Terpadu di Accelerate 2026 - Di tahun 2026 ini, ancaman siber bukan lagi sekadar malware biasa. Para peretas kini mulai menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat serangan, mulai dari pengintaian hingga rekayasa sosial yang sangat rapi. Menjawab tantangan tersebut, Fortinet resmi memperkenalkan inovasi besar pada platform Security Operations (SecOps) mereka dalam ajang Fortinet Accelerate 2026.

Langkah revolusioner ini menyatukan kekuatan Cloud SOC, Agentic AI, serta perlindungan endpoint dalam satu arsitektur terpadu yang disebut Security Fabric. Tujuannya satu: membuat pertahanan siber bergerak secepat serangan lawan.

Lawan Serangan AI dengan AI! Fortinet Luncurkan Agentic AI dan Cloud SOC Terpadu di Accelerate 2026


Agentic AI: Bukan Sekadar Chatbot Biasa

Salah satu primadona dalam pengumuman kali ini adalah pengembangan Agentic AI. Jika selama ini AI hanya berfungsi sebagai "asisten" atau copilot yang menjawab pertanyaan, Agentic AI milik Fortinet melangkah lebih jauh.

Baca juga:Harga dan Spesifikasi Asus E1404TA VIPS1822M, Rekomendasi Laptop Terjangkau untuk Pelajar 2026

Teknologi ini mampu mengeksekusi alur kerja secara mandiri. Agentic AI dapat menghubungkan data dari berbagai perangkat keamanan, melakukan triase (pemilahan) peringatan secara otomatis, hingga melakukan investigasi insiden tanpa harus menunggu instruksi manual dari tim IT. Ini adalah solusi jitu bagi perusahaan yang kekurangan talenta ahli keamanan siber namun harus menghadapi ribuan alert setiap harinya.

FortiSOC: Satukan "Pintu" Keamanan di Awan

Seringkali, tim keamanan dipusingkan dengan terlalu banyak aplikasi (tool) yang terpisah-pisah. Fortinet menjawab keluhan ini dengan menghadirkan FortiSOC, sebuah layanan berbasis cloud yang menyatukan fungsi-fungsi inti:

  • FortiAnalyzer: Untuk analisis data mendalam.
  • FortiSIEM & FortiSOAR: Untuk manajemen informasi dan otomatisasi respons keamanan.
  • FortiTIP: Untuk intelijen ancaman.

Semua ini kini bisa diakses melalui satu konsol tunggal. Hasilnya? Proses investigasi jadi jauh lebih cepat, skalabilitas lebih fleksibel, dan yang terpenting: tidak ada lagi data yang terlewat karena sistem yang terfragmentasi.

Solusi "Satu Agen untuk Semua" di FortiEndpoint

Salah satu masalah klasik di dunia IT adalah "Agent Sprawl"—kondisi di mana sebuah komputer harus menginstal terlalu banyak aplikasi keamanan yang membuat performa PC jadi lemot.

Melalui FortiEndpoint, Fortinet menyederhanakan segalanya. Mereka menyatukan ZTNA, SASE, EPP, EDR, hingga DLP dalam satu agen tunggal. Tidak hanya membuat perangkat lebih ringan, integrasi ini juga memudahkan perusahaan dalam mengelola lisensi dan memantau penggunaan aplikasi AI yang tidak resmi (shadow AI) di lingkungan kantor.

Visi Ken Xie: Koordinasi adalah Kunci

Ken Xie, Founder, Chairman, dan CEO Fortinet, menegaskan bahwa di era serangan berbasis AI, operasi keamanan harus memiliki koordinasi yang sama kuatnya dengan si penyerang.

"Kami mengembangkan platform operasi keamanan terpadu berbasis AI yang menyediakan arsitektur operasional berskala besar. Organisasi kini dapat mengoptimalkan SOC mereka melalui satu arsitektur yang mencakup penerapan mandiri maupun layanan terkelola," jelas Ken Xie.

Apakah perusahaan tempat pembaca Laptophia bekerja masih menggunakan banyak aplikasi keamanan yang terpisah, atau sudah mulai beralih ke sistem terpadu seperti ini? Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar!

Anda mungkin suka:Benchmark AnTuTu Tecno Pova 7 5G Bertenaga MediaTek Dimensity 7300, Sekencang Apa?
0

Posting Komentar