eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB
Bookmark

Inovasi Anak Bangsa Run Sight Masuk Jajaran 10 Besar Global Ambassador Samsung Solve for Tomorrow 2025 di Milan

Inovasi Anak Bangsa Run Sight Masuk Jajaran 10 Besar Global Ambassador Samsung Solve for Tomorrow 2025 di Milan — Indonesia kembali mengukir prestasi di kancah internasional! Tim asal Indonesia, Run Sight, resmi terpilih menjadi salah satu dari 10 tim Global Ambassador Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2025. Pengumuman bergengsi ini digelar bertepatan dengan momentum Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 di Milan, Italia.

Terpilihnya perwakilan Indonesia ini membuktikan bahwa talenta muda kita mampu menciptakan solusi berbasis teknologi STEM (Science, Technology, Engineering, and Math) yang diakui secara global oleh Samsung dan Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Inovasi Anak Bangsa Run Sight Masuk Jajaran 10 Besar Global Ambassador Samsung Solve for Tomorrow 2025 di Milan


Run Sight: Solusi Wearable AI untuk Pelari Tunanetra

Tim Indonesia yang digawangi oleh Anthony Edbert Feriyanto dan kawan-kawan membawa inovasi bernama Run Sight. Ini adalah perangkat wearable berbasis AI yang dirancang khusus untuk membantu penyandang tunanetra berolahraga lari dengan aman.

Baca juga:Asus Zenbook 14 OLED UM3406GA OLED7111M Bertenaga AMD Ryzen AI 7 445 Gorgon Point

Alat ini mampu mendeteksi jalur dan rintangan secara real-time, memberikan kemandirian bagi penyandang disabilitas untuk tetap aktif secara fisik. Inovasi ini masuk dalam kategori Sport & Tech, bersaing dengan karya hebat lainnya dari Amerika Serikat, Inggris, Turki, dan Australia.

Privilese Global: Pendanaan dan Dukungan Komersial

Menjadi Global Ambassador bukan sekadar gelar. Samsung memberikan dukungan serius bagi 10 tim terpilih, antara lain:

  • Pendanaan Proyek: Dukungan finansial untuk pengembangan prototipe.
  • Inkubasi 2 Tahun: Pendampingan dari pakar Samsung untuk mengubah ide menjadi produk yang layak dijual secara komersial.
  • Jejaring Olimpiade: Khusus kategori Sport & Tech, tim akan mendapatkan dukungan langsung dari kolaborasi Samsung dan IOC.

Seremoni Ikonik dengan Galaxy Z TriFold

Acara yang berlangsung di Samsung House, Milan, ini dihadiri oleh petinggi dunia, termasuk Presiden IOC Kirsty Coventry dan Won-Jin Lee (President Samsung Electronics).

Simbol komitmen pembinaan talenta muda ditunjukkan secara unik lewat pembukaan perangkat Galaxy Z TriFold, yang melambangkan perluasan ide dan potensi tanpa batas generasi muda dalam membentuk dunia yang lebih baik.

Daftar 10 Inovasi Global Ambassador SFT 2025

Kategori Sport & Tech (Olahraga & Teknologi)

  • Indonesia (Run Sight): Alat wearable AI yang membantu pelari tunanetra mendeteksi jalur dan rintangan secara mandiri.
  • Australia (TeamUp): Platform AI untuk menghubungkan individu dengan komunitas olahraga lokal.
  • Turki (Poseidon): Gelang pintar dengan sensor getar untuk memandu penyandang disabilitas visual saat berenang.
  • Inggris (Curastep): Sepatu pintar pendeteksi dini luka lecet untuk penderita diabetes agar tetap bisa aktif bergerak.
  • Amerika Serikat (Storm Shield): Ikat kepala pelindung khusus untuk menjaga alat bantu dengar dari benturan dan keringat saat berolahraga.

Kategori Accessibility & Environment (Aksesibilitas & Lingkungan)

  • Tiongkok (Furen Makers): Kursi roda inovatif yang dikendalikan melalui gelombang otak untuk penyandang disabilitas fisik berat.
  • Prancis (Liova): Perangkat portabel yang mendaur ulang baterai ponsel bekas menjadi power bank fungsional.
  • India (Paraspeak): Solusi AI cloud yang mampu mengubah ucapan tidak jelas menjadi suara jernih secara real-time.
  • Turki (OilSorb): Sistem penanggulangan tumpahan minyak di laut menggunakan bantalan wol dan teknologi drone.
  • Amerika Serikat (Aqua-Gel): Perban pintar berbasis AI yang memantau proses penyembuhan luka dan mendeteksi infeksi secara otomatis.

Saat Teknologi Benar-Benar "Memanusiakan" Manusia

Laptophia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim Run Sight dari Indonesia. Masuknya mereka dalam jajaran 10 besar dunia menunjukkan bahwa inovasi anak bangsa tidak kalah saing di level tertinggi. Fokus Samsung pada kategori ini sangatlah tepat; di era di mana AI seringkali hanya digunakan untuk chatbot atau hiburan, SFT 2025 membuktikan bahwa AI bisa menjadi "mata" bagi mereka yang tidak bisa melihat, dan menjadi "suara" bagi mereka yang sulit bicara.

Namun, Laptophia juga berharap dukungan Samsung selama dua tahun ini tidak hanya berhenti di level "produk layak komersial" di atas kertas. Tantangan terbesar inovasi wearable seperti Run Sight adalah biaya produksi dan distribusi agar terjangkau. 

Laptophia berharap Samsung Indonesia untuk membantu implementasi produk ini secara nyata di komunitas difabel tanah air, agar tidak hanya menjadi pajangan di museum inovasi global. Kolaborasi dengan pemerintah sangat diperlukan agar teknologi hebat ini bisa benar-benar dinikmati oleh masyarakat luas.

Anda mungkin suka:Asus Zenbook S16 OLED UM5606GA, Laptop Premium 16 Inci Bertenaga AMD Ryzen AI 9 465 10 Core
Posting Komentar

Posting Komentar