eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB
Bookmark

Acer Tantang Anak Bangsa Bikin Game Sendiri di Global Game Jam 2026: Intip Senjata Rahasianya!

Acer Tantang Anak Bangsa Bikin Game Sendiri di Global Game Jam 2026: Intip Senjata Rahasianya! - Industri game Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pasar, tetapi mulai unjuk gigi sebagai produsen. Komitmen ini dipertegas oleh Acer Indonesia melalui lini Predator Gaming dalam ajang Global Game Jam (GGJ) 2026 yang baru saja usai digelar di Bandung, 30 Januari hingga 1 Februari 2026.

Bukan sekadar kumpul-kumpul, ajang ini menantang para talenta muda untuk meracik sebuah game utuh hanya dalam waktu 48 jam! Untuk mendukung kegilaan kreatif tersebut, Acer menerjunkan armada laptop gaming bertenaga AI terbaru mereka.

Acer Tantang Anak Bangsa Bikin Game Sendiri di Global Game Jam 2026: Intip Senjata Rahasianya!


Predator AI Series: "Booster" Kreativitas Developer Lokal

Mengembangkan sebuah game dalam waktu singkat membutuhkan perangkat yang tidak boleh "ngadat". Acer memahami hal ini dengan menghadirkan jajaran laptop berperforma tinggi:

  • Predator Helios Neo 16S AI: Ditenagai Intel Core Ultra Processors, laptop ini menjadi andalan untuk workflow berat seperti pengembangan berbasis AI dan pengolahan visual intensif.
  • Predator Triton 14 AI: Laptop gaming tipis yang memadukan mobilitas tinggi dengan tenaga "monster" di dalamnya.
  • Acer Nitro V 15 & Nitro Lite: Kini hadir dengan kartu grafis NVIDIA RTX 50 Series, memberikan akses teknologi grafis mutakhir yang lebih inklusif bagi developer pemula.
Baca juga:Ini 3 Alasan Laptop Acer Nitro Lite Jadi Paling Worth it di Kelasnya!

“Menjadi bagian dari rangkaian event pop culture lokal yakni LOKAPOPLAND Bandung & Global Game Jam yang menjadi ruang bagi talenta muda untuk berkembang menjadi game developer nasional." 

"Hadir bukan sebagai sekedar ajang kompetisi, Global Game Jam kini juga berperan sebagai ruang strategis untuk mendorong masa depan industri game nasional, sekaligus mempersiapkan game developer untuk siap bersaing di pasar global," kata Renaldy Felani, Marketing Communications Manager Acer Indonesia.

Bandung Jadi Saksi Lahirnya 40 Game Baru

Tahun ini, GGJ mencatat sejarah dengan 200 peserta yang terbagi dalam puluhan tim. Hasilnya? Sekitar 40 game baru berhasil diciptakan dalam waktu dua hari saja! Sinergi dengan acara pop culture LOKAPOPLAND juga membuat karya-karya ini bisa langsung dicicipi oleh lebih dari 1.200 pengunjung yang memadati lokasi.

Inisiatif Keren, Tapi Infrastruktur Tetap Jadi PR Besar?

Laptophia menilai langkah Acer Indonesia patut diacungi jempol. Dukungan perangkat keras melalui seri Predator dan Nitro AI menunjukkan bahwa Acer tidak hanya ingin dikenal sebagai penjual laptop gaming, tetapi juga sebagai pendukung ekosistem hulu industri game. Penggunaan GPU RTX 50 Series di lini Nitro V 15 adalah strategi yang sangat manis, karena memberikan kesempatan bagi developer dengan budget terbatas untuk mencicipi teknologi grafis terbaru.

Namun, tim Laptophia juga melihat bahwa tantangan industri game lokal bukan hanya soal hardware. Meskipun Acer sudah memberikan "pedang" yang sangat tajam bagi para pejuang ini, industri kita masih menghadapi tantangan besar dalam hal akses pendanaan berkelanjutan dan manajemen bisnis game pasca-rilis.

Global Game Jam adalah ajang sprint (lari cepat) 48 jam, sementara industri game sesungguhnya adalah maraton. Laptophia berharap dukungan Acer tidak berhenti di acara seremonial saja, tetapi berlanjut ke program inkubasi atau kemudahan akses bagi developer terpilih untuk mendapatkan unit workstation jangka panjang. Potensi talenta kita sudah luar biasa, sekarang tinggal bagaimana memastikan "game-game 48 jam" ini tidak berakhir di laci digital, melainkan bisa go international dan menghasilkan nilai ekonomi nyata.

Anda mungkin suka:Ini 5 Keunggulan Acer Predator Helios Neo 16 yang Bikin Gamer dan Konten Kreator Tergoda
0

Posting Komentar