eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB
Bookmark

DANA Guncang Davos! Bawa Misi AI dan Ekonomi Hijau Indonesia ke Panggung World Economic Forum 2026

DANA Guncang Davos! Bawa Misi AI dan Ekonomi Hijau Indonesia ke Panggung World Economic Forum 2026 - Perhatian dunia saat ini tertuju pada sebuah kota kecil bersalju di Swiss. World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 resmi digelar, mempertemukan para pemimpin global untuk membahas masa depan ekonomi dan teknologi. Di tengah deretan raksasa bisnis dunia, dompet digital tanah air, DANA, kembali hadir untuk ketiga kalinya guna membawa suara ekonomi digital Indonesia ke kancah internasional.

Mengusung tema besar “A Spirit of Dialogue”, forum ke-56 ini menyoroti lima isu krusial: kerja sama global, sumber pertumbuhan baru, investasi pada manusia, inovasi bertanggung jawab, hingga pembangunan berkelanjutan.

DANA Guncang Davos! Bawa Misi AI dan Ekonomi Hijau Indonesia ke Panggung World Economic Forum 2026


AI dan Nasib Talenta Digital Indonesia

Salah satu topik terpanas di Davos tahun ini adalah bagaimana menyebarkan inovasi teknologi secara masif namun tetap bertanggung jawab. Bagi Indonesia, isu ini bukan sekadar tren.

Baca juga:Asus Expertbook P1403CVA S67152WS, Laptop Bisnis Kencang Bertenaga Prosesor Gaming Intel Core 7 240H

Data APJII mencatat adopsi AI di Indonesia baru menyentuh angka 27,34 persen. Padahal, Komdigi memperkirakan kita butuh 600.000 talenta digital per tahun demi mengejar target 9 juta talenta pada 2030. Di WEF Davos 2026, DANA ikut serta mendiskusikan bagaimana teknologi seperti AI bisa dikembangkan secara aman, inklusif, dan berorientasi pada manusia untuk mendukung Visi Indonesia Digital 2045.

Ekonomi Hijau: Potensi Bisnis US$400 Miliar

Bukan hanya soal "cuan", Davos 2026 juga menekankan pentingnya menjaga bumi. Forum ini mendorong ekonomi regeneratif dan sirkular. Menariknya, studi OECD mengungkap bahwa 65 persen konsumen global kini mulai mengubah gaya hidup demi lingkungan.

Di Indonesia, peluang ini sangat nyata. Laporan AC Ventures–BCG memetakan potensi green growth di tanah air bisa mencapai US$400 miliar! Ini mencakup peluang di bidang pengurangan emisi hingga jasa strategi profesional yang ramah lingkungan.

DANA: Komitmen Transparan Lewat Sustainability Report

Kehadiran DANA di Davos bukan sekadar undangan formalitas. CEO & Co-Founder DANA Indonesia, Vince Iswara, menegaskan bahwa keterlibatan mereka adalah upaya untuk belajar sekaligus berkontribusi.

“WEF Davos adalah forum strategis untuk memahami bagaimana dunia bergerak. Bagi DANA, ini sejalan dengan komitmen kami mendukung kebiasaan finansial sehat lewat layanan digital yang aman dan selaras dengan keberlanjutan bumi,” ujar Vince. 

Sebagai bukti nyata, DANA juga telah mempublikasikan Sustainability Report 2024 pada Desember lalu sebagai bentuk transparansi aksi sosial dan lingkungan mereka.

DANA Buktikan Startup Lokal Bisa Bicara di Level Dunia?

Laptophia menilai langkah DANA untuk konsisten hadir di World Economic Forum selama tiga tahun berturut-turut adalah sebuah prestasi yang patut diapresiasi. Di saat banyak perusahaan hanya fokus pada pertumbuhan angka, DANA berani mengambil peran lebih besar dalam diskusi global mengenai etika AI dan keberlanjutan lingkungan.

Kehadiran DANA di Davos menjadi sinyal positif bagi ekosistem tekfin (fintech) Indonesia. Ini membuktikan bahwa solusi digital lokal kita sudah memenuhi standar global, baik dari sisi keamanan maupun inklusivitas. Laptophia sangat mendukung fokus DANA pada pengembangan talenta digital dan ekonomi hijau, karena itulah kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain utama dalam revolusi industri masa depan. 

Anda mungkin suka:Review Vivo V50 5G: Stylish dengan Kamera ZEISS, Baterai Bisa Diandalkan
Posting Komentar

Posting Komentar