eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB
Bookmark

CyberArk Luncurkan Tools Gratis, Masa Berlaku Sertifikat TLS Akan Dipangkas Drastis Jadi 47 Hari

CyberArk Luncurkan Tools Gratis, Masa Berlaku Sertifikat TLS Akan Dipangkas Drastis Jadi 47 Hari - Para pemimpin IT dan keamanan di Indonesia patut bersiap menghadapi tantangan operasional besar. CyberArk baru saja meluncurkan dua tools gratis: TLS Certificate Renewal Impact Calculator dan TLS Certificate Discovery Scan, untuk membantu organisasi mengatasi lonjakan biaya tenaga kerja dan risiko downtime sistem yang mengganggu.

Ancaman ini dipicu oleh mandat baru dari CA/Browser Forum yang secara bertahap akan memangkas masa berlaku sertifikat Transport Layer Security (TLS). Masa berlaku yang saat ini 398 hari akan dipangkas menjadi 200 hari pada Maret 2026, dan turun drastis menjadi hanya 47 hari pada tahun 2029!

CyberArk Luncurkan Tools Gratis, Masa Berlaku Sertifikat TLS Akan Dipangkas Drastis Jadi 47 Hari


Lonjakan Biaya Gila-Gilaan: Dari 2 Staf Menjadi 24 Staf

Pemotongan masa berlaku ini berarti organisasi harus melakukan pembaruan sertifikat setidaknya delapan kali per tahun, dan mungkin akan menjadi bulanan. Bagi perusahaan yang masih mengandalkan proses manual, dampaknya sangat besar.

Baca juga:Pilih Mana iQOO Z10R 5G vs iQOO Z9x 5G? Simak Perbedaan Spesifikasinya!

  • Kenaikan Beban Kerja: Sebuah perusahaan yang mengelola 500 sertifikat saat ini menghabiskan sekitar 2.000 jam kerja per tahun. Pada tahun 2029, angka itu bisa melonjak menjadi lebih dari 24.000 jam!
  • Kebutuhan Staf: Lonjakan beban kerja tersebut setara dengan kebutuhan untuk memperbesar tim dari dua orang menjadi 24 orang hanya untuk menangani pembaruan sertifikat.

“Masa berlaku sertifikat yang lebih pendek bukanlah sekadar perubahan kepatuhan — ini adalah risiko bisnis,” ujar Kurt Sand, General Manager of Machine Identity Security, CyberArk. “Organisasi akan menghadapi lonjakan pembaruan sertifikat yang tidak mungkin ditangani dengan proses manual. Dampaknya adalah biaya lebih tinggi, tekanan operasional, dan potensi pemadaman sistem.”

Risiko Downtime yang Merugikan: Terjadi Setiap Minggu!

Lonjakan frekuensi pembaruan juga secara langsung meningkatkan risiko pemadaman (outage) sistem. Riset CyberArk menunjukkan:

  • 72% dari pimpinan keamanan mengalami setidaknya satu pemadaman sistem terkait sertifikat dalam setahun terakhir.
  • 45% bahkan mengalaminya setiap minggu.

Seiring meningkatnya frekuensi pembaruan hingga 47 hari, biaya dan kerugian reputasi akibat pemadaman sistem juga akan melonjak secara eksponensial.

Solusi CyberArk: Otomatisasi adalah Kunci

Tools baru CyberArk hadir untuk membantu pimpinan keamanan memvisualisasikan dampak ancaman ini dan membuat justifikasi yang kuat untuk otomatisasi:

  • TLS Certificate Renewal Impact Calculator: Membantu memvisualisasikan bagaimana peralihan ke masa berlaku 47 hari akan memengaruhi volume pembaruan dan kebutuhan tenaga kerja. Tools ini mengukur biaya operasional dan ROI (Return on Investment) dari otomatisasi.
  • TLS Certificate Discovery Scan: Membantu organisasi memahami eksposur sertifikat mereka saat ini dalam hitungan detik.

Dengan beralih secara proaktif ke manajemen siklus hidup sertifikat berbasis otomatisasi, organisasi dapat mengurangi pemadaman sistem, menghemat waktu tenaga kerja secara drastis, dan meningkatkan ketahanan siber sebelum tenggat waktu 2029 tiba.

Anda mungkin suka:Ini 7 Tips Mengoptimalkan Layar OLED ASUS Biar Makin Mantap untuk Maraton Drama Korea
0

Posting Komentar