eCWbXBoqKVlcyXUNIzJr7wbcnJRa7fysuT0ds4TB
Bookmark

Mengenal Aneka Jenis SSD agar Tak Salah Beli Saat Upgrade Laptop

Mengenal Aneka Jenis SSD agar Tak Salah Beli Saat Upgrade Laptop – Ketika sebuah laptop lawas mulai terasa lambat dan kinerjanya tak lagi setangkas dulu, ada dua opsi yang dapat ditempuh: ganti baru atau upgrade. Jika dana tidak tersedia atau tidak memadai, Laptophia menyarankan untuk melakukan upgrade beberapa komponen seperti storage dan RAM. Laptop lawas biasanya masih menggunakan media penyimpanan berupa hard disk, maka dapat di-upgrade ke SSD (Solid Dtate Drive) untuk mendapatkan lompatan performa yang signifikan.

Penggunaan SSD sendiri sudah mulai marak dan tak hanya didominasi oleh laptop kelas menengah dan atas, tetapi juga mulai diadopsi oleh laptop kelas entry-level. Saat ini Laptophia melihat banyak laptop murah yang ditenagai oleh prosesor Intel Atom, Pentium Silver, Pentium Gold maupun AMD A-series dan Athlon yang biasanya dijual dengan harga terjangkau sudah dibekali SSD sebagai media penyimpanannya. SSD sendiri ada beberapa jenis jika dilihat dari form factor dan konektornya.

Mengenal Aneka Jenis SSD agar Tak Salah Beli Saat Upgrade Laptop
credit: nytimes.com


Maraknya penggunaan SSD ini tak lepas dari pelbagai kelebihan yang ditawarkan, terutama performanya. SSD menawarkan latensi yang sangat rendah dan didukung transfer rate yang sangat tinggi. Bahkan, beberapa jenis SSD menawarkan performa transfer rate lebih dari 10 kali lipat lebih cepat daripada hard disk biasa. Selain itu, SSD tidak memiliki komponen mekanik sehingga senyap saat bekerja. Konsumsi daya SSD pun lebih hemat ketimbang hard disk.

Jika pengguna terbiasa menggunakan hard disk dan kemudian beralih ke SSD, pasti akan terkejut dengan lompatan kinerjanya. Biasanya ketika menggunakan hard disk, proses booting bisa mencapai hampir satu menit. Ketika menggunakan SSD, proses booting Windows selesai dalam hitungan detik. Proses transfer file dan instalasi perangkat lunak pun meningkat signifikan kecepatannya.

Baca juga:Cara Menambah RAM di Laptop Asus Vivobook Ultra A412FA

Namun sebelum Anda memutuskan untuk melakukan upgrade ke SSD, ada baiknya berkenalan terlebih dahulu dengan jenis-jenis SSD yang beredar di pasaran. Selain itu, Anda perlu membaca buku manual laptop yang digunakan untuk mengetahui jenis SSD mana yang didukung. Ini hal yang penting karena tidak semua jenis SSD cocok untuk Alptop Anda. Penasaran? Berikut beberapa jenis SSD yang beredar di pasar tanah air.

SSD SATA 2,5 inci

Mengenal Aneka Jenis SSD agar Tak Salah Beli Saat Upgrade Laptop


Dari semua jenis SSD, hanya SSD SATA 2,5 inci ini yang hadir dengan form factor yang mirip dengan sebuah hard disk laptop 2,5 inci. Meski demikian, SSD SATA 2,5 inci ini rata-rata tampil dengan desain yang berbeda dengan hard disk 2,5 inci. Selain itu, bobot SSD SATA 2,5 inci ini jauh lebih ringan dari hard disk 2,5 inci karena hanya terdiri dari beberapa chip flash di dalamnya. Bandingkan dengan hard disk yang didalamnya terdapat piringang logam, rotor, dan perangkat mekanik lainnya.

Keunggulan utama SSD jenis SATA 2,5 inci ini adalah kompatibilitasnya yang sangat luas karena menggunakan konektor jenis SATA. Ini artinya laptop atau komputer jadul sekalipun dapat dipasangi SSD SATA 2,5 inci selama memiliki port SATA. Tak hanya menawarkan kompatibilitas yang luas, SSD SATA 2,5 inci ini juga mudah ditemui di retail offline maupun toko online dengan harga terjangkau. SSD SATA 2,5 inci tersedia banyak variasi merk dan kapasitas yang membuat kita leluasa untuk memilih sesuai kebutuhan.

Jadi jika Anda memiliki sebuah laptop atau komputer lawas dan ingin migrasi ke SSD, Laptophia menyarankan SSD jenis SATA 2,5 inci ini karena colokan yang digunakan sama-sama SATA dan dipastikan kompatibel. Sayangnya, transfer rate maksimal SSD SATA 2,5 inci ini hanya terbatas 600MB/s saja. Kecepatan seperti ini sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk komputasi harian.

SSD mSATA



Jenis SSD yang kedua yang masih cukup banyak dijumpai di pasaran adalah mSATA SSD. mSATA atau kependekan dari Mini-SATA ini pertama kali diperkenalkan oleh Serial ATA International Organization pada 21 September 2009 silam. Konektor mSATA ini dikembangkan untuk mengakomodasi SSD berukuran kecil untuk ultrabook atau laptop tipis.

Sekilas penampilan mSATA ini tak jauh berbeda dengan M.2 SSD dari segi ukuran. Meski demikian, konektor keduanya sangatlah berbeda karena mSATA memiliki satu celah pada pin konektornya. Sedangkan M.2 memiliki dua celah pada pin konektornya. Performa SSD mSATA ini tak jauh berbeda dengan SSD SATA 2,5 inci karena masih menggunakan bus interface Serial ATA yang menawarkan transfer rate maksimal 600MB/s.

Berdasarkan pantauan Laptophia, saat ini SSD dengan konektor jenis mSATA ini sudah mulai ditinggalkan. Kebanyakan vendor laptop dan notebook era sekarang ini sudah beralih ke konektor M.2 yang lebih modern dan menawarkan performa lebih kencang berkat penggunaan antarmuka PCI Express. Meski demikian, masih ada beberapa laptop keluaran beberapa tahun silam yang menggunakan SSD jenis mSATA ini.

Baca juga:Cara Mudah Kalibrasi Baterai Laptop Asus

SSD M.2

Mengenal Aneka Jenis SSD agar Tak Salah Beli Saat Upgrade Laptop


Jenis SSD terbaru saat ini adalah SSD M.2 dan rata-rata sudah digunakan oleh laptop maupun komputer generasi baru.  Berdasarkan informasi yang Laptophia himpun, konektor M.2 yang digunakan oleh SSD masa kini ini sebelumnya disebut sebagai Next Generation Form Factor (NGFF). M.2 ini dikembangkan untuk mengganti standar mSATA dengan menggunakan layout dan konektor PCI Express Mini Card. SSD dengan konektor M.2 ini dapat dipasangkan dengan interface yang lebih modern dan fitur yang lebih canggih. Tak heran, SSD M.2 ini lebih cocok digunakan di laptop dan tablet daripada SSD jenis mSATA.

Secara umum, M.2 ini menawarkan hingga empat buah jalur atau four lane PCI Express dan sebuah logical port SATA 3.0. Hal ini memungkinkan SSD PCI Express maupun SATA hadir dalam bentuk modul SSD M.2. Jalur PCI Express menyediakan koneksi murnih antara host dan perangkat tanpa lapisan atau bus tambahan. Berdasarkan informasi yang Laptophia himpun, saat ini ada tiga jenis SSD M.2:

Legacy SATA

SSD jenis ini sudah agak jarang karena sebenarnya menggunakan SSD SATA. SSD jenis ini memanfaatkan AHCI driver dan menggunakan standar SATA 3.0, tetapi hadir dengan form factor dan menggunakan konektor M.2. SSD jenis ini cocok untuk laptop dengan sistem operasi lawas yang tidak memiliki driver yang optimal atau tidak kompatibel dengan NVMe.

PCI Express dengan AHCI

Ada juga SSD yang menggunakan form factor M.2 dan menggunakan slot PCI Express, tetapi menggunakan antarmuka AHCI (Advanced Host Controller Interface) yangs ebelumnya juga digunakan di hard disk atau SSD SATA. SSD jenis ini juga menggunakan driver AHCI. Performa SSD jenis ini tidak jauh berbeda dengan SSD SATA maupun SATA 2.5 inci yang sudah dibahas di atas.

PCI Express dengan NVMe

Mengenal Aneka Jenis SSD agar Tak Salah Beli Saat Upgrade Laptop


SSD M.2 yang menggunakan PCI Express dengan NVMe ini banyak digunakan oleh laptop modern saat ini. NVMe (Non-Volatile Memory Express) sendiri adalah driver dan antarmuka komunikasi yang menetapkan set perintah dan rangkaian fitur untuk SSD berbasis PCIe dengan tujuan meningkatkan kinerja dan efisiensi serta interoperabilitas pada berbagai sistem.

Baca juga:Menakar Performa Prosesor Intel Core i5-1035G1 di Asus Zenbook 13 UX325JA

Berdasarkan informasi yang Laptophia himpun, standar NVMe dirancang dari nol dengan memanfaatkan latensi rendah dan paralelisme SSD PCI Express, dan melengkapi paralelisme CPU, platform, dan aplikasi kontemporer.

Keunggulan utama NVMe dibandingkan AHCI adalah dengan kemampuan NVMe untuk mengeksploitasi paralelisme dalam perangkat keras dan perangkat lunak host. Hal ini dapat dilakukan berdasarkan keunggulan desainnya yang mencakup transfer data dengan tahapan yang lebih sedikit, antrean perintah yang lebih dalam, dan pemrosesan interupsi yang lebih efisien.

Tak heran, SSD M.2 NVMe ini mampu menawarkan performa transfer rate paling tinggi saat ini dengan kecepatan hingga 6GB/s. Berdasarkan sejumlah keunggulan ini, produsen laptop dan komputer ramai-ramai mengadopsinya di produk terbaru mereka. Tak hanya laptop kelas atas, laptop kelas menengah dan entry-level generasi baru saat ini rata-rata sudah mendukung SSD M.2 NVMe.

Mana yang Harus Dipilih?

SSD jenis mana yang harus dipilih setelahn membaca ulasan tim Laptophia di atas? Tentunya semua kembali pada kebutuhan dan kompatibilitas laptop atau komputer yang digunakan saat ini. Jika menggunakan laptop atau komputer lawas yang belum mendukung M.2, jelas SSD SATA 2,5 inci menjadi pilihan utama.

Sedangkan bagi pengguna laptop yang support SATA maupun M.2 dapat memilih berdasarkan kebutuhan dan dana. Bagi yang membutuhkan performa, jelas SSD M.2 NVMe adalah pilihan utama. Namun jika dana terbatas, SSD SATA 2,5 inci sudah cukup dan masih menawarkan lompatan kinerja signifikan dibandingkan media penyimpanan konvensional seperti hard disk.


Sumber:
https://en.wikipedia.org/wiki/M.2#Form_factors_and_keying
https://en.wikipedia.org/wiki/Serial_ATA#Mini-SATA_.28mSATA.29
https://www.kingston.com/en/community/articledetail/articleid/48543

Anda mungkin suka:Cara Pasang SSD atau Hard Disk SATA di Laptop Asus Vivobook Ultra A412FA

0

Posting Komentar